Mengintip Tren Keamanan Digital RI dari Biometrik hingga Kecerdasan Buatan

Pada 2023, Indonesia masuk dalam 3 besar negara yang mengakses aplikasi AI (artificial intelligence / kecerdasan buatan) di dunia setelah Amerika Serikat dan India.

Yanita Petriella

22 Mar 2024 - 01.22
A-
A+
Mengintip Tren Keamanan Digital RI dari Biometrik hingga Kecerdasan Buatan

Ilustrasi cyber crime. /istimewa

Bisnis, JAKARTA – Industri keamanan selalu menjadi arena yang dinamis di mana perubahan teknologi dan tuntutan yang semakin meningkat memunculkan inovasi baru secara terus-menerus. Dalam laporan industri keamanan dan identitas 2024 yang dikeluarkan HID menyebutkan terdapat 6 tren terkait keamanan yang perlu dicermati pada 2024. 

Laporan ini mengumpulkan 2.600 responden dari stakeholder bidang keamanan dan IT dari seluruh dunia termasuk responden dari Indonesia. 

Commercial Director Physical Access Control Solutions Asean & Subkontinen India HID Prabhuraj Patil mengatakan dengan semakin luasnya penggunaan perangkat selular terdapat berbagai kesempatan untuk memanfaatkan identitas digital pun turut bermunculan. 

Dalam 5 tahun yang akan datang, 80% perusahaan akan menerapkan identitas digital. Para pelaku industri merasa lebih optimistis karena 94% pelanggan akan segera menggunakan identitas digital.

Lalu, sebanyak 83% responden menggunakan otentikasi multifaktor (MFA) terutama disebabkan karena rentannya sistem penggunaan kata sandi (password). Hal ini menjadi langkah awal dari perjalanan panjang menuju penerapan zero trust, yaitu sistem keamanan yang standar penerapannya tidak percaya kepada siapapun baik itu pihak internal maupun eksternal sehingga selalu meminta verifikasi terlebih dahulu. 

“Pendekatan zero trust ini telah diterapkan pada 16% organisasi yang memiliki lebih dari 100.000 karyawan dan 14% pada organisasi dengan jumlah karyawan 10.000,” ujarnya dikutip dalam laporan, Kamis (21/3/2024). 

Dengan semakin meluasnya penggunaan MFA, maka masa penggunaan kata sandi diantisipasi akan semakin berkurang. Pengembangan standar baru seperti FIDO (Fast Identity Online) yang menggunakan teknik kriptografi public-key untuk menyediakan autentikasi yang anti serangan phishing akan membuka jalan menuju opsi autentikasi baru dan lebih aman yang akan menjadi bagian dari arsitektur zero trust yang lebih kuat.

Lalu tren keberlanjutan menjadi pendorong utama dalam pengambilan keputusan prioritas bisnis. Tren pentingnya keberlanjutan telah meningkat selama setahun terakhir. Tidak menutup kemungkinan akan adanya penekanan secara berlanjut akan solusi yang meminimalisir penggunaan energi, mengurangi pembuangan limbah dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya.

“Peralihan ke solusi berbasis cloud dan peningkatan penggunaan perangkat selular merupakan 2 strategi yang jelas untuk mencapai tujuan keberlanjutan ini,” kata Prabhuraj. 

Momentum biometrik semakin mengesankan dimana dalam survei terdapat 39% installer dan integrator menggunakan fingerprint (sidik jari) atau palm print (telapak tangan) dan 30% responden memanfaatkan facial recognition. 

Momentum ini terus meningkat ketika 8% responden berencana untuk menguji atau menerapkan salah satu bentuk biometrik di tahun ini.  Lalu, 12% responden juga berencana melakukannya dalam 3-5 tahun ke depan.

Kemudian, hampir separuh end user sedang beralih ke manajemen identitas berbasis cloud di mana 24% responden mengaku telah menggunakannya dan 24% lainnya sedang berproses menuju sistem tersebut.

Para mitra industri mengatakan bahwa pelanggan mereka menghadapi beberapa kendala, termasuk ketergantungan pada peralatan lama/on-prem (28%), kurangnya anggaran (24%), dan identitas berbasis cloud tidak menjadi prioritas kegiatan bisnis (21%).

Percakapan mengenai AI telah mendominasi lanskap bisnis dan banyak profesional bidang keamanan yang melihat bahwa kemampuan analitik AI dapat dengan mudah dicapai. 

“Daripada mengandalkan AI untuk menginformasikan sistem keamanan secara keseluruhan, kita dapat memanfaatkan kemampuan analitik untuk mengoperasionalkan AI demi hasil yang cepat didapat. Dalam skenario ini, 35% end user mengaku akan menguji atau menerapkan beberapa kemampuan AI dalam 3-5 tahun ke depan, sedangkan 15% responden juga mengaku telah menggunakan biometrik yang mendukung AI,” tuturnya.

Baca Juga: Lemahnya Sistem Keamanan Digital RI, Tanggung Jawab Siapa?


Di Indonesia, lanjutnya, terdapat beberapa tren yang cukup menonjol yakni mobile IDs yang semakin diterima oleh masyarakat Indonesia. Hal ini didukung oleh koneksi selular dan penetrasi internet yang cukup tinggi dibanding dengan populasi jumlah penduduk Indonesia. Selain itu, gaya hidup masyarakat Indonesia yang banyak menggunakan media digital dan pembayaran mendorong kebutuhan mobile IDs secara berkelanjutan. 

“Potensi pemanfaatan mobile ID sebagai bagian dari solusi kontrol akses fisik relatif signifikan di Indonesia, namun perlu waktu bagi manajer keamanan untuk memahami bahwa sistem ini lebih aman dan nyaman dibandingkan dengan sistem kontrol akses yang ada saat ini,” ujar Prabhuraj.

Menurut laporan WeAreSocial 2023, dengan lebih dari 276 juta penduduk, koneksi mobile selular mencapai lebih dari 120% dibandingkan total populasi penduduk Indonesia, dengan penetrasi internet 77%. Adapun lebih dari 178 juta orang berbelanja keperluan sehari-hari dari internet dimana 39% transaksi digital memanfaatkan fitur pembayaran dengan dompet digital dan selular.

Selain mobile ID, teknologi biometrik semakin banyak diterapkan di Indonesia. Teknologi ini semakin banyak digunakan di instansi mulai dari pengaplikasian sidik jari sebagai akses masuk gedung atau deteksi wajah untuk absensi kuliah. 

“Ada rencana Kominfo untuk menerapkan biometrik demi proses verifikasi sim card,” ucapnya.

Prabhuraj menilai AI pun semakin menjamur di Indonesia seiring bertumbuhnya perusahaan startup di bidang teknologi. Pada 2023, Indonesia masuk dalam 3 besar negara yang mengakses aplikasi AI di dunia, setelah Amerika Serikat dan India.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.