Menguatkan Strategi Penghiliran untuk Reindustrialisasi Tambang

Dengan adanya kebijakan berkelanjutan dan berkesinambungan melalui penghiliran, setidaknya peluang Indonesia untuk bisa berpartisipasi dalam rantai pasok global kian terbuka lebar.

Feri Kristianto

10 Okt 2023 - 19.26
A-
A+
Menguatkan Strategi Penghiliran untuk Reindustrialisasi Tambang

Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) Pomalaa milik PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk., di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Komoditas emas ke depannya ikut menjadi mineral logam prioritas yang akan didorong untuk dilakukan penghiliran, seperti halnya nikel hingga bauksit JIBI/Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis, JAKARTA — Pemanfaatan dan pengolahan komoditas tambang di dalam negeri menjadi produk akhir yang bernilai tambah tidak hanya menjadi tujuan akhir dari penghiliran tetapi juga merupakan strategi baru untuk reindustrialisasi di Indonesia.

Dengan adanya kebijakan berkelanjutan dan berkesinambungan melalui penghiliran, setidaknya peluang Indonesia untuk bisa berpartisipasi dalam rantai pasok global kian terbuka lebar. Terlebih, Indonesia telah dikaruniai cadangan komoditas pertambangan yang sangat besar, sehingga sangat disayangkan jika terhenti hanya di tahapan pengolahan semata.

Ditambah lagi, penghiliran industri tambang saat ini sudah menjadi fokus pemerintah, dengan sejumlah komoditas yang tengah dikembangkan seperti nikel, aluminium, tembaga, timah, besi, emas, dan perak.

Itu sebabnya, Indonesian Mining Association (IMA) mengharapkan adanya kebijakan penghiliran yang berkelanjutan dan berkesinambungan dalam rangka memenuhi kebutuhan industri dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan Login Di Sini

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.