Mengukur Kontribusi Otomotif di Neraca Perdagangan RI

Sektor otomotif disebut sebagai salah satu industri yang turut menopang laju ekspor manufaktur Indonesia sekaligus turut mendorong tren surplus yang signifikan bagi neraca dagang Indonesia. Bukti Indonesia sebagai basis utama otomotif di Asean.

Fatkhul Maskur

16 Nov 2021 - 14.52
A-
A+
Mengukur Kontribusi Otomotif di Neraca Perdagangan RI

Presiden Joko Widodo, dan Presiden Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Cahyono pada acara peluncurkan ekspor mobil Toyota di Jakarta. - TMMIN

Bisnis, JAKARTA — Sektor otomotif disebut sebagai salah satu industri yang turut menopang laju ekspor manufaktur Indonesia sekaligus turut mendorong tren surplus yang signifikan bagi neraca dagang Indonesia. Bukti Indonesia sebagai basis utama otomotif di Asean.

Industri pengolahan mencatatkan nilai ekspor US$143,76 miliar sepanjang Januari-Oktober 2021, meningkat 35,53% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$106,08 miliar. Sektor industri memberikan kontribusi paling besar hingga 77,16% dari total nilai ekspor nasional selama delapan bulan tahun ini yang mencapai US$186,32 miliar.

“Kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia dapat berangsur membaik, saya mendapat laporan bahwa order-order dari luar negeri makin kencang ke Indonesia,” ungkapnya. 

Hal ini, menurutnya, terlihat ada beberapa sektor industri yang mengalami kenaikan ekspor, misalnya industri otomotif yang ekspor CBU-nya naik 30%, kemudian industri elektronika rumah tangga yang naik dua kali lipat ekspornya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor industri pengolahan pada Oktober 2021 mencapai US$16,07 miliar dan memberikan kontribusi 72,94% dari total nilai ekspor pada bulan kesepuluh tahun ini yang mencapai US$22,03 miliar. 

Nilai ekspor industri pengolahan pada Oktober 2021 naik 3,61% dibanding September 2021, dan meningkat 36,50% dibanding periode yang sama tahun lalu.

BPS mencatat total nilai ekspor Indonesia Januari-Oktober 2021 tercatat mencapai US$186,32 miliar atau tumbuh 41,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Adapun nilai impor mencapai US$155,51 miliar, meningkat 35,86%. 

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus US$30,81 miliar. 

BASIS PRODUKSI

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan kinerja ekspor produk otomotif dalam negeri turut menyumbang tren surplus yang signifikan bagi neraca dagang Indonesia.

Kinerja positif ekspor itu, menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi utama otomotif di Kawasan Asia Tenggara. 

“Lebih dari 1,3 juta mobil dari berbagai merek diproduksi dari perusahaan otomotif terampil dalam negeri, merek-merek itu telah berhasil mengangkat pasar otomotif Indonesia menjadi terbesar di Asean saat ini,” kata Nangoi saat membuka Gaikindo International automotive Conference di GIIAS 2021, ICE BSD, Tangerang, Banten, Selasa (16/11/2021). 

Berbasis pada ukuran pasar domestik, industri dalam negeri masih mampu memproduksi kendaraan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Malahan, kinerja ekspor industri otomotif masuk 10 besar komoditas penyumbang surplus neraca dagang di sektor nonmigas. 

“Industri otomotif dapat berkontribusi pada surplus neraca dagang, adapun ekspor produk otomotif masuk dalam 10 besar komoditas non migas,” kata dia. 

Berdasarkan data Gaikindo, ekspor mobil utuh atau completely built up (CBU) kembali merangkak naik pada September 2021, baik secara bulanan maupun tahunan. Berdasarkan data Gaikindo (14/10/2021), ekspor CBU bulanan per September 2021 mencapai 22.399 unit tumbuh 18,4% secara bulanan dan 6,5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.  

Dengan demikian, total ekspor mobil nasional tahun ini telah mencapai 207.411 unit secara akumulasi atau naik 33,5% secara tahunan. Capaian ini sudah mendekati perkiraan Gaikindo yakni 250.000 unit sampai akhir tahun.

Selain ekspor, laju kencang juga tampak pada importasi mobil. Impor mobil Indonesia sepanjang tahun ini hingga September tercatat 37.500 unit, meningkat 38,6% dari capaian pada periode yang sama tahun lalu.  

Meski demikian, jumlah impor mobil CBU tersebut hanya sekitar 18% dari total unit mobil utuh yang dikapalkan ke mancanegara.

 

Bila dirinci, ekspor masih dipimpin oleh Daihatsu dan Toyota dengan kontribusi mencapai 63,2%, atau mencapai 131.094 unit. Mitsubishi dan Suzuki mengikuti dengan ekspor masing-masing 37.222 unit dan 30.536 unit.

Sementara itu, kinerja ekspor mobil Honda masih tampak tertekan seiring dengan kinerja penjualan di Tanah Air. Perseroan masih terus berupaya menyelesaikan kendala pasokan komponen. 

External Affairs General Manager PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Teguh Trihono sebelumnya menyampaikan kinerja ekspor akhir tahun ditunjang oleh permintaan pasar ekspor yang bergerak kembali membaik seiring menurunnya tekanan pandemi Covid-19. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.