Mengulik Penyebab Penjualan Suzuki Melambat

Suzuki menerakan performa penjualan ritel sepanjang 2022 yang menurun tipis seiring dengan melambatnya pasokan pabrikan ke jaringan dealer. Padahal, pasar otomotif nasional bertumbuh signifikan.

Fatkhul Maskur

28 Jan 2023 - 09.00
A-
A+
Mengulik Penyebab Penjualan Suzuki Melambat

New Carry, All New Ertiga, dan XL7 merupakan tiga dari empat model rakitan lokal Suzuki di Indonesia. - Foto Suzuki

Bisnis, JAKARTA - Suzuki menerakan performa penjualan ritel sepanjang 2022 yang menurun tipis seiring dengan melambatnya pasokan pabrikan ke jaringan dealer. Padahal, pasar otomotif nasional bertumbuh signifikan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Suzuki pada 2022 sebanyak 89.067 unit, atau turun 0,6% dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya sebanyak 89.596 unit.

"New Carry, All New Ertiga, dan XL7 mendominasi sebagai kontributor utama dalam menyokong angka penjualan Suzuki selama satu tahun penuh," kata Randy R. Murdoko, Asst. to Dept. Head 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales, Selasa (24/1/2023).

New Carry, All New Ertiga, dan XL7 merupakan tiga dari empat model rakitan lokal Suzuki di Indonesia. Satu model lagi adalah Suzuki APV.

Selain mengandalkan model rakitan lokal, penjualan mobil Suzuki di Indonesia juga disokong lima model impor yang diimpor secara utuh (completely built-up/CBU) dari dua negara basis produksi. Ignis, Baleno, SX4 S-Cross, S-Presso dikapalkan dari India, serta Jimny yang didatangkan dari Jepang.

Berdasarkan negara asal produk, model rakitan lokal Indonesia mendominasi penjualan Suzuki Indomobil hingga 93,4%. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kontribusi pangsa model rakitan lokal di pasar otomotif nasional sekitar 92,6%.

Sayangnya, angka pengiriman model rakitan lokal dari pabrikan Suzuki di Indonesia pada 2022 itu mengalami penurunan 1,9% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 84.447 unit. Hal yang sama juga terjadi pada pengiriman dari negara basis produksi terbesar India, yang melambat 2,2% menjadi hanya 4.793 unit.

Selain India, Suzuki Indomobil juga mendapat sokongan model impor dari Jepang. Berbeda dengan kondisi pasokan rakitan lokal dan pengapalan dari India yang melambat, pengiriman model Jimny dari meningkat signifikan 46,9% menjadi 1.168 unit.

Meski demikian, peningkatan pasokan dari Jepang tidak cukup mengimbangi penurunan pasokan rakitan lokal dan pengapalan dari India yang melambat. Secara keseluruhan, wholesale Suzuki Indomobil turun 1,5% menjadi 90.408 unit.

Padahal dari sisi produksi, Suzuki Indomobil menerakan kenaikan sekitar 10,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 141.235 unit. Suzuki memiliki tiga pabrik yang tersebar di Cakung (Jaktim), Tambun (Bekasi), dan Cikarang (Bekasi).

Pabrik Cakung memproduksi mesin mobil dan motor, adapun pabrik Tambun merakit APV dan Carry, sementara pabrik Cikarang memproduksi Ertiga dan XL7. Pada  2022, produksi Ertiga mencapai 25.516 unit, APV sebanyak 7.101 unit, Carry sebanyak 73.722 unit, dan XL-7 sebanyak 34.896 unit.

Tidak semua hasil produksi Suzuki di Indonesia dipasok ke pasar domestik, karena harus berbagi dengan pasar ekspor. Sepanjang 2022, ekspor mobil CBU Suzuki Indomobil meningkat 16,7% menjadi 50.958 unit.

Oleh karena itu pula, Suzuki menerakan penurunan wholesale ke pasar domestik yang pada gilirannya berimbas ke penjualan ritel yang melambat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.