Mengurai Modus Johnson & Johnson Hadapi Tuntutan Bedak Talk

Johnson & Johnson (J&J) yang telah bergulat dengan tuntutan terkait bedak talknya dalam beberapa tahun terakhir, akhirnya sepakat membayar US$8,9 miliar atau setara Rp133 triliun setelah pengadilan menolak perusahaan lari dari tanggung jawabnya.

Nindya Aldila

10 Apr 2023 - 15.50
A-
A+
Mengurai Modus Johnson & Johnson Hadapi Tuntutan Bedak Talk

Bedak bayi Johnson and Johnson/Bloomberg/Getty Images

Bisnis, JAKARTA - Johnson & Johnson (J&J) yang telah bergulat dengan tuntutan terkait bedak talknya dalam beberapa tahun terakhir akhirnya sepakat membayar US$8,9 miliar atau setara Rp133 triliun setelah pengadilan menolak perusahaan lari dari tanggung jawabnya.

Produsen produk kesehatan, termasuk bedak bayi ini akhirnya tak berkutik melawan lebih dari 60.000 tuntutan hukum dari konsumen yang menuding bedak bayi talknya menyebabkan kanker. Jumlah tersebut lebih besar dari permintaan awal J&J sebesar US$2 miliar atau Rp29,8 triliun.

Pada Januari, pengadilan banding menolak pengajuan kebangkrutan LTL Management, anak perusahaan yang sengaja dibentuk oleh J&J untuk mengalihkan kasus bedak ini.

J&J menegaskan bahwa produknya aman dan tidak menyebabkan kanker. Pengacara perusahaan juga mengklaim bahwa gugatan kurang ilmiah dan menuduh pengacara penggugat mengiklankan klien dengan harapan mendapatkan uang dalam jumlah besar.

Jason Itkin selaku pengacara yang mewakili ribuan penggugat, mengeluarkan rilis pada Selasa pekan lalu bahwa kesepakatan yang dilakukan palsu, dan perusahaan bahkan tidak membayar tagihan medis banyak korban. 

Dalam investigasi Reuters pada 2018, J&J dilaporkan sudah mengetahui sejak lama akan kontaminasi bahan asbes karsinogenik atau asbestos, tetapi merahasiakannya dari regulator dan publik.

Perlu diketahui, talk merupakan mineral yang dapat menghilangkan masalah kulit. Talk ditemukan melalui proses tambang dan dapat ditemukan berdekatan dengan asbestos yang dapat menimbulkan kanker. 

Sejumlah produk kesehatan Johnson & Johnson untuk kepentingan medis. (J&J)


Reuters mengatakan bahwa laporan internal perusahaan, kesaksian pengadilan, dan bukti lainnya sepanjang 1971 hingga 2000-an, menunjukkan bahwa talk mentah dan produk jadi dari J&J positif mengandung sejumlah kecil asbestos.

Saat itu, perusahaan masih bersikeras bahwa produknya tidak mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan kanker.

Pada 2020, perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualan bedak bayi di Amerika Serikat dan Kanada karena kesalahan informasi mengenai produk tersebut. 

Perusahaan membentuk LTL Management pada Oktober 2022 untuk menangani tuntutan dari para konsumen. Namun, ini merupakan langkah manipulasi pengajuan pailit dengan memanfaatkan undang-undang Texas yang business-friendly semata-mata untuk mengakhiri secara paksa senilai US$3,5 miliar terhenti. 

Lalu pada 2023, perusahaan mengumumkan untuk menghentikan produk tersebut di seluruh dunia. 

Produk bedak talk J&J merupakan salah satu produk tertua karena sudah dijual selama hampir 130 tahun dan telah menjadi simbol bagi citra produk keluarga sejak itu. J&J merupakan salah satu perusahaan terbesar dan menguntungkan di dunia.

(Jessica Gabriela Soehandoko)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Nindya Aldila

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.