Mengurangi Beban Impor BBM

Tingginya harga minyak mentah dunia membuat beban impor bahan bakar minyak (BBM) nasional melonjak.

Redaksi

13 Jul 2022 - 08.00
A-
A+
Mengurangi Beban Impor BBM

Konflik antara Rusia dan Ukraina yang belum ada tanda-tanda surut membuat sejumlah harga komoditas energi tetap bertahan pada posisi tertinggi.

Momentum kenaikan harga minyak mentah internasional mendorong banyak negara penghasil minyak dan gas termasuk Indonesia untuk berlomba-lomba meningkatkan produksi dalam negeri. Namun, di sisi lain tingginya harga minyak mentah dunia membuat beban impor bahan bakar minyak (BBM) nasional melonjak.

Formula ICP yang dijadikan sebagai salah satu parameter yang digunakan pemerintah untuk perhitungan subsidi BBM dan liquefied petroleum gas (LPG), menyentuh angka US$117,62 per barel.

Lonjakan ICP tentu saja membuat subsidi kebutuhan BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi yang sampai saat ini masih didapatkan melalui impor melonjak hingga 40%. Pembengkakan subsidi ini karena sejak Juni 2022, pemerintah hanya mematok asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan dalam rentang US$95 hingga US$105 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.