Menikmati Mewahnya Kapal Eksekutif Penyeberangan Merak-Bakauheni

ASDP mengoperasikan empat kapal di eksekutif, yakni KMP Legundi, KMP Sebuku, KMP Jatra III, dan KMP Portlink III yang sandar di Dermaga 6 Pelabuhan Merak. Dengan tarif yang lebih mahal, kapal eksekutif tentu saja memiliki sejumlah kelebihan. Mulai dari waktu pelayaran dan fasilitas di atas kapal.

Yanita Petriella

28 Apr 2022 - 19.16
A-
A+
Menikmati Mewahnya Kapal Eksekutif Penyeberangan Merak-Bakauheni

Situasi kapal ekskutif penyeberangan Merak - Bakauheni pada Kamis (28/4) dini hari. /Bisnis-Suselo Jati

Bisnis, KAYU AGUNG - Kapal eksekutif yang dioperasikan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan/ASDP (Persero) menjadi favorit pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Merak, Banten ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung.

Berdasarkan situs resmi dan aplikasi Ferizy pada Kamis (28/4), tiket kapal eksekutif untuk kendaraan roda empat sudah ludes terjual sampai Sabtu (30/4). 

ASDP pun diketahui mengoperasikan empat kapal di eksekutif, yakni KMP Legundi, KMP Sebuku, KMP Jatra III, dan KMP Portlink III yang sandar di Dermaga 6 Pelabuhan Merak.

Dengan tarif yang lebih mahal dibandingkan dengan tarif kapal reguler, kapal eksekutif tentu saja memiliki sejumlah kelebihan. Mulai dari waktu pelayaran dan bongkar muat lebih singkat hingga fasilitas yang bisa dinikmati penumpang di atas kapal.

Semua layanan tersebut bisa dinikmati secara cuma-cuma oleh penumpang. Tentu berbeda dengan kapal reguler yang mana penumpang harus membayar biaya tambahan untuk fasilitas tertentu seperti ruangan ber-AC dan kursi yang lebih nyaman. 

Lantas, bagaimana sebenarnya fasilitas yang ditawarkan oleh kapal eksekutif di lintasan Merak-Bakauheni? Apakah sesuai dengan yang dijanjikan oleh ASDP selaku operator kapal tersebut?

Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia berkesempatan untuk berlayar dengan KMP Portlink III. Kapal dengan bobot mati 15.351 gross tonnage (GT) itu menjadi kapal eksekutif terbesar di lintasan Merak-Bakauheni dengan kapasitas angkut 550 unit kendaraan kecil dan 1.300 penumpang.

Setelah mobil yang digunakan oleh Tim Jelajah Lebaran 2022 terparkir pada dek paling bawah, tim kemudian masuk ke area penumpang di dek ketiga yang terlebih dahulu melewati pintu dan tangga di dek kedua. 

Dek kedua merupakan dek yang digunakan sebagai tempat parkir kendaraan kecil.

Memasuki area penumpang disambut dengan keramahan pramugari dan pramugara. Mereka pun mengarahkan penumpang untuk menempati tempat yang masih tersedia, baik kursi yang bisa disandarkan (reclining seat), kursi dengan meja, maupun area lesehan.

Area lesehan merupakan area yang dapat digunakan oleh penumpang untuk tidur atau sekadar meluruskan kaki. Area yang berada di dek ketiga dan keempat ini menyediakan matras yang bisa digunakan tanpa perlu membayar biaya tambahan.

Selain area lesehan terdapat pula ruangan tidur dengan ranjang susun di dek keempat. Ruangan ini banyak digunakan oleh penumpang keluarga yang menginginkan privasi saat berkumpul bersama. 

Sebagai catatan, ruangan tidur dan ruangan lesehan hanya tersedia di KMP Portlink III. Kapal eksekutif lainnya dengan kapasitas lebih sedikit tidak menyediakan ruangan tersebut.

Salah satu penumpang yang menggunakan salah satu ruangan tidur di dek empat, Norma, mengeluhkan pendingin udara atau AC yang tidak berfungsi maksimal.

Dia dan sejumlah penumpang di ruangan tersebut terlihat kegerahan atau tidak nyaman.

“AC yang ada di sini seperti mati, panas banget. Di lantai [dek] empat semua sama kecuali musala. Dari lubang seperti keluar angin saja,” kata pemudik yang bertujuan ke Padang Sidempuan, Sumatra Utara itu ketika ditemui oleh Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia.

Dia mengeluhkan kondisi kapal yang kurang bersih. Di sudut-sudut ruangan terlihat sampah berserakan yang ditinggalkan oleh penumpang sebelumnya. 

“Karena ramai jadi pembersihannya kurang maksimal mungkin. Tetapi penumpangnya juga tidak bisa menjaga kebersihan, buang sampah sembarangan,” keluhnya.

Adapun, untuk ruangan dengan kursi yang bisa disandarkan pendingin udara berfungsi dengan baik. Demikian halnya di ruangan lainnya seperti musala, koridor, ruang menyusui, dan ruangan duduk dengan meja.

Beralih ke toilet, fasilitas ini juga ikut dikeluhkan oleh beberapa penumpang. Mereka mengeluhkan toilet yang becek dan mengalami kerusakan walaupun tidak begitu parah.

Kerusakan yang tampak jelas adalah pintu bilik toilet. Di dek ketiga ada bilik yang tidak bisa dikunci di toilet pria. Beberapa kran air juga tidak berfungsi.

“Agak kotor, becek, ada fasilitas yang rusak ya. Ini apa karena penumpangnya terlalu ramai musim mudik ini,” ujar Bayu, pemudik yang bertujuan ke Lubuk Linggau, Sumatra Selatan. 

Walaupun demikian, Bayu mengaku fasilitas yang disediakan di KMP Portlink III masih terbilang baik. Ada fasilitas tempat bermain yang bisa digunakan oleh putrinya dan ruang menyusui oleh istrinya.

“Setidaknya masih lebih baik dari kapal reguler yang fasilitasnya harus bayar lagi dan berisik. Kasihan istri dan anak saya kalau naik kapal itu. Belum lagi berisik karena ada orkes dangdut,” katanya.

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021.

Bisnis Indonesia Jelajah Lebaran 2022 dilaksanakan pada Rabu (27/4/2022) hinwgga Rabu (4/5/2022). Jelajah Lebaran 2022 dilakukan dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa-Bali dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau. (Rezha Hadyan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.