Menilik Kunjungan Turis Asing di Bandara AP II, Seperti Apa?

Melandainya pandemi Covid-19 dan dicabutnya status PPKM menjadi berkah tersendiri bagi sektor penerbangan dan juga pariwisata Indonesia. PT Angkasa Pura (Persero) atau AP II menetapkan proyeksi optimistis bisa melayani sebanyak 73 juta penumpang di 2023 atau naik 16 persen dibandingkan tahun 2022.

Yanita Petriella

11 Jan 2023 - 19.46
A-
A+
Menilik Kunjungan Turis Asing di Bandara AP II, Seperti Apa?

Danau Toba menjadi tempat wisata yang bisa dikunjungi dari Medan/ Kemenparekraf

Bisnis, JAKARTA – Melandainya pandemi Covid-19 dan dicabutnya status PPKM menjadi berkah tersendiri bagi sektor penerbangan dan juga pariwisata Indonesia. PT Angkasa Pura (Persero) atau AP II menetapkan proyeksi optimistis bisa melayani sebanyak 73 juta penumpang sepanjang 2023 atau naik 16 persen dibandingkan dengan realisasi 2022. Untuk diketahui, Angkasa Pura mengelola 20 bandara yang tersebar di Pulau Sumatra, sebagian Pulau Jawa, dan Kalimantan Barat. 

Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari hingga November 2022 mencapai sebesar 4,6 juta orang atau naik 228,30 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021. 

Adapun dari total kunjungan wisman sebesar 4,6 juta orang, sebesar 18,89 persen atau 869.189 wisman masuk dari sejumlah pintu bandara yang dikelola oleh AP II yakni dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Kualanamu, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Bandara Internasional Supadio, Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, dan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II. 

Sepanjang tahun ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sendiri menargetkan dapat membidik wisatawan mancanegara di angka 3,5 juta hingga 7,4 juta kunjungan. Lalu untuk kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 1,2 miliar hingga 1,4 miliar orang di 2023. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2022. Target ini didasarkan pada animo pergerakan wisatawan nusantara yang terus bergeliat pasca pandemi. Kemenparekraf pun juga menargetkan dapat memperoleh devisa pariwisata sebesar US$2,07 miliar hingga US$5,95 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella
Jelajahi peluang bisnis terpercaya dengan berlangganan
Temukan keleluasaan dan keuntungan maksimal dengan pilihan paket berlangganan eksklusif ini
BERLANGGANAN SEKARANG
Tidak Memerlukan Komitmen, Batalkan Kapan Saja
Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.