Menilik Prospek Bisnis Pergudangan di Kawasan Tangerang

Industri pergudangan menjadi salah satu sub sektor properti yang tahan banting selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Meningkatnya permintaan pergudangan tidak terlepas dari peningkatan transaksi melalui e-commerce selama masa pandemi.

Yanita Petriella

12 Jan 2023 - 15.15
A-
A+
Menilik Prospek Bisnis Pergudangan di Kawasan Tangerang

Kawasan Pergudangan Surya Grand Cisoka besutan Surya Semesta Perkasa Group

Bisnis, JAKARTA – Industri pergudangan menjadi salah satu sub sektor properti yang tahan banting selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Meningkatnya permintaan pergudangan tidak terlepas dari peningkatan transaksi melalui e-commerce selama masa pandemi.

Principal LJ Hooker Gading Serpong Rita Megawati mengatakan permintaan terhadap pergudangan di Kabupaten Tangerang terus meningkat, seiring dengan makin membaiknya perekonomian pasca pandemi yang mulai mereda. Sepanjang tahun 2021, permintaan pergudangan mengalami peningkatan 25 persen dari tahun 2020. Lalu di tahun lalu, permintaan pergudangan bertumbuh 30 persen dari tahun sebelumnya.

“Sejak tahun 2021, permintaan pergudangan terus meningkat pesat. Salah satu gudang yang ramai diminati berada di Kabupaten Tangerang, ini karena lokasi dekat dengan Jakarta dan juga dekat dengan Pelabuhan Merak untuk pengiriman ke Pulau Sumatra,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (11/1/2023).

Menurutnya, Kabupaten Tangerang memiliki lahan potensial yang banyak dimanfaatkan untuk pergudangan, seiring tumbuhnya permintaan gudang untuk produk non industri seperti farmasi, makanan, consumer goods hingga menjadi ruang logistik. Komplek pergudangan menjadi produk yang menjanjikan developer dalam mengembangkan bisnisnya.

Salah satu pengembang yang fokus mengembangkan properti pergudangan Surya Semesta Perkasa Group yang saat ini memasarkan kawasan Surya Grand Cisoka (SGC), yang berlokasi di ruas jalan raya Cisoka, Kabupaten Tangerang. Dipasarkan sejak 2018, Surya Grand Cisoka merupakan proyek ketiga pergudangan yang dikembangkan dengan luas 26 hektare.

Sebelumnya pada tahun 2010, Surya Semesta Perkasa Group membangun area pergudangan bernama Surya Kadu di Jatake Tangerang sebanyak 115 unit dilahan seluas 8 hektare. Lalu pada 2014, Surya Semesta Perkasa Group membangun area pergudangan bernama Surya Balaraja sebanyak 245 unit di lahan seluas 20 hektare.

“Kawasan Kabupaten Tangerang beberapa areanya merupakan kawasan industri, dan Surya Semesta Perkasa Group sudah berpengalaman mengembangkan komplek pergudangan melihat potensi tersebut. Dua proyek yang sudah dikembangkan adalah Surya Kadu di kawasan Jatake dan Surya Balaraja di Balaraja dan keduanya sudah sold out,” kata Rita yang juga sebagai Koordinator Pemasaran Pergudangan SGC.

Baca Juga: Daya Pikat Bisnis Data Center Tarik Pengembang Properti Ekspansi

Surya Grand Cisoka memiliki konsep modern yang dikelola dengan estate management dan pilihan unitnya variatif mulai dari yang berukuran kecil 7 meter x 30 meter dengan harga Rp1,2 miliar yang banyak diminati perusahaan logistik.

“Tipe lainnya seperti 9 x 30 meter (2 lantai) Rp1,4 miliaran, 11x40 meter (2 lantai) Rp2,2 miliaran, dan 14x30 meter (2 lantai) Rp2,2 miliaran, menariknya ruas jalan semua pergudangan ini besarnya 20 meter. Nanti bulan Februari mendatang aka nada kenaikan harga sekitar 6 persen, karena kenaikan bahan material bangunan,” ucapnya. 

SGC dikembangkan sejak 2019 dimana saat ini total telah terbangun dan terjual 200 unit. Rencananya, di lahan seluas 26 hektare tersebut akan dibangun total 400 unit gudang. Saat ini, pengembang tengah melakukan land clearing untuk membangun 80 unit. Dia meyakini permintaan gudang ke depannya akan terus meningkat dan sebanyak 80 unit gudang yang akan terbangun tersebut dapat terjual dalam kurun waktu 2 tahun mendatang. 

“Saat ini konsumen atau investor tak lagi menahan diri dan harus membelanjakan uangnya agar berputar, hingga kini permintaan terus meningkat, tiap bulan bisa 4 unit terjual,” tuturnya. 


Dia menuturkan investasi di pergudangan memiliki yield yang besar ketimbang ruko. Dia mencontohkan ruko di Serpong dengan harga Rp5 miliar biasanya disewakan hanya Rp100 juta per tahun, sedangkan unit gudang di SGC dengan harga Rp1,2 miliar memiliki harga sewa Rp90 juta per tahun. 

“Jadi investasi pergudangan bila dilihat memang lebih menguntungkan untuk waktu pengembalian investasinya, rerata pembeli SGC ini end user yang memiliki usaha online shop, logistik, dan lainnya. Di SGC punya lebar jalan 20 meter, bebas pungli dan banjir serta dikelola estate management developer,” terang Rita. 

Dihubungi terpisah, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menuturkan permintaan pergudangan akan terus tumbuh positif di tahun ini. Dalam Property Outlook Survey 2023, sektor pergudangan menjadi salah satu sektor yang diproyeksikan tumbuh prospektif di tahun ini.

“Subsektor properti yang diprediksi prospektif adalah rumah tapak (landed house) sebagai pilihan dominan para responden. Subsektor lainnya meliputi industri, pergudangan modern, ritel, hotel, dan villa resor,” ujarnya. 

Untuk wilayah barat Jakarta, yakni Tangerang memang memiliki prospek yang bagus untuk sektor pergudangan. Permintaan pergudangan di Tangerang sebagian besar berasal dari kalangan UMKM. 

“Pergudangan di koridor Barat Jakarta yakni Tangerang dan sekitarnya umumnya diisi oleh sektor food and beverage (F&B), chemical, logistics, cold storage, 3PL,” kata Syarifah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.