Menilik Prospek Serapan Lahan Industri di Tahun Politik 2024

Penjualan lahan kawasan industri sepanjang tiga kuartal pertama 2023 meningkat kuat, seiring dengan sektor manufaktur yang berekspansi. Bagaimana prospek serapan pada tahun politik 2024?

Afiffah Rahmah Nurdifa

7 Des 2023 - 15.42
A-
A+
Menilik Prospek Serapan Lahan Industri di Tahun Politik 2024

Dua truk melintas di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/10/2023). BisnisAdam Rumansyah

Bisnis, JAKARTA--Penjualan lahan kawasan industri sepanjang tiga kuartal pertama 2023 meningkat kuat, seiring dengan sektor manufaktur yang berekspansi. Bagaimana prospek serapan pada tahun politik 2024?

Himpunan Kawasan Industri (HKI) melaporkan penjualan lahan di kawasan indsutri mencapai 203,9 hektare pada Januari-September 2023, meningkat 46% dibandingkan dengan performa periode yang sama tahun lalu 139,7 hektare.

"Peningkatan pada periode tersebut karena permintaan dari sektor industri ev [electric vehicle], data center," kata Sanny Iskandar kepada Bisnis, Rabu (6/12/2023).

Industri kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan perkembangan. Penjualan mobil listrik pada Januari-September 2023 meningkat 169% (yoy) menjadi 10240 unit, adapun produksinya meningkat 130% menjadi 9.852 unit.

Performa industri mobil listrik diproyeksikan terus meningkat seiring dengan bertambahnya model yang masuk ke pasar, termasuk di antaranya yang berstatus perakitan lokal.

Adapun penjualan sepeda motor listrik sepanjang tiga kuartal pertama 2023 tercatat 35.875 unit, meningkat signifikan dibandingkan dengan penjualan tahun lalu yang hanya 17.200 unit.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan saat ini terdapat 48 perusahaan sepeda motor listrik di Indonesia dengan kemampuan produksi 1,4 juta unit per tahun dan total investasinya Rp 800 miliar.

Sementara itu, investasi baru data center terus bertambah. Di Batam, misalnya, PT GDS IDC Service asal Hong Kong tengah membangun data center di  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park.

Data center ini dibangun di lahan 28.730 meter persegi dengan nilai investasi Rp4 triliun. Data center ini merupakan data center tier 3 berkapasitas 40 MW, yang dikembangkan dalam 2 tahap. Data center ini merupakan terbesar di dunia.

Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan investasi industri manufaktur pada semester pertama 2023 meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp230,8 triliun menjadi Rp270,3 triliun

Adapun pada kuartal ketiga 2023, realisasi investasi industri pengolahan mencapai Rp163,7 triliun, sekaligus menambah penanaman modal sepanjang Januari-September 2023 menjadi 394,5 triliun, naik 8% dari capaian pada periode yang sama tahun lalu Rp365,2 triliun.

Sektor manufaktur juga secara konsisten berekspansi. Pada awal tahun, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) berada di level 51,54, adapun pada September 2023 di level 52,51. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, dan di bawah 50 mencerminkan kontraksi.

"Kami melihat juga di awal 2023 ini penjualan lahan juga cukup positif dan harga jual lahan juga masih cukup stabil," tuturnya.

Meskipun, dia mengakui saat ini proses negosiasi lahan di kawasan industri memakan waktu yang tidak singkat, terutama apabila luas lahannya cukup besar.

Menutur Sanny, investor juga memiliki banyak pertimbangan sebelum berinvestasi, salah satunya adalah iklim investasi yang kondusif di masa pemilu dan perkiraan potensi setelahnya.   "Saya rasa saat ini untuk rencana investasi yang sudah berjalan prosesnya sebelum tahun politik akan tetap terus berlanjut," katanya.

BACA JUGA: Melirik Prospek Kawasan Industri Subang Pusat Ekonomi Baru

BACA JUGA: Daftar Kawasan Industri Terbesar di Jawa Timur



PROSPEK 2024

Bank Indonesia memproyeksikan prospek perekonomian domestik pada 2024-2025 tetap terjaga di tengah semakin tingginya ketidakpastian global.

"Di tengah pertumbuhan ekonomi dunia yang melambat dengan ketidakpastian yang tinggi, ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan dan terus menunjukkan prospek yang baik," Bank Indonesia dalam siaran pers, Rabu (29/11/2023).

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai kisaran 4,7-5,5% pada 2024 dan akan meningkat 4,8%-5,6% pada 2025.

Selaras dengan proyeksi Bank Indonesia, pengusaha kawasan industri optimistis penyerapan lahan industri pada Tahun Politik 2024. Hal ini berkaca pada 2018 dan tahun-tahun pemilu sebelumnya, di mana situasi penjualan kala itu cukup kondusif.

Oleh karena itu, para pelaku usaha kawasan industri berharap tidak ada sentimen negatif yang akan mempengaruhi permintaan lahan tahun depan.

"Para investor yang masuk di kawasan industri umumnya bersifat jangka panjang jadi kami optimis 2024 tetap prospektif terbukti inquiries di kami masih baik," kata Tondy, Rabu (6/12/2023).

Industri manufaktur telah menyerap lahan DMAS sekitar 40% sepanjang kuartal ketiga 2023. Dia meyakini industri manufaktur akan terus menyumbang pertumbuhan kinerja perusahaan.

Adapun, manufaktur yang menyerap lahan terbanyak yakni industri otomotif hingga fast moving consumer goods (FMCG). Disusul oleh permintaan lahan industri dari data center sebesar 30-35%.

Tondy pun melihat peluang bagi industri manufaktur yang masih resilien dari segi ketersediaan pasar dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 5%. Sementara, permintaan data center pun tumbuh didorong transformasi digital dan penetrasi internet yang terus meningkat.

Senada, Corporate Secretary PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) Muljadi Suganda mengatakan potensi gangguan dari tahun politik belum terlihat dan nampaknya akan tetap berjalan aman untuk industri.

"Berbekal dari prospek dan pipeline yang ada hingga saat ini, kami optimis penyerapan lahan kawasan industri akan tetap baik di tahun politik," kata Muljadi, dihubungi terpisah.

KIJA mencatat kenaikan penjualan lahan industri yang terpacu dengan melimpahnya investasi asal China dengan kontribusi sebesar 60%. Investor China menyerap lahan sebesar 56 hektare dari total keseluruhan penjualan lahan.

"Industri plastik dan EV [electric vehicle] menjadi sektor yang berkontribusi paling besar di kuartal ketiga ini," imbuhnya.

Sanny memperkuat pendapat para pengusaha. Ia optimistis serapan terhadap lahan kawasan industri akan terus bertumbuh positif seiring dengan pertumbuhan sektor otomotif, data center, dan industri.

"Untuk sektor otomotif kendaraan listrik (EV), pusat data dan industri berbasis teknologi lainnya diperkirakan akan tetap menjadi penyerap lahan yang signifikan di kawasan industri," kata Sanny.

Untuk memperkuat proyeksi pertumbuhan itu, Muljadi meminta pemerintah untuk dapat meningkatkan kompetitif perusahaan industri sehingga dapat menarik lebih banyak foreign direct investment (FDI).

Ia berharap pemerintah melanjutkan program-program penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, termasuk memperbaiki aksesibilitas melalui investasi dalam jaringan transportasi, menurunkan harga energi dan biaya logistik, pengembangan regulasi yang mendukung investasi dan keselamatan.

Selain itu, peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui program pelatihan serta kepastian hukum dan menjaga iklim investasi yang tetap kondusif.

Dengan demikian, prospek ciamik serapan lahan kawasan industri dapat terwujud di tahun politik 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.