Menimbang Dampak Kenaikan Harga BBM, Subsidi Jalan Terus?

Berdasarkan perhitungan Mandiri Institute yang dikutip dataindonesia.id pada pertengahan Mei 2022, masyarakat berpenghasilan rendah paling terbebani oleh kenaikan harga Pertamax dibandingkan dengan kelompok masyarakat berpendapatan tinggi.

Ibeth Nurbaiti

25 Jul 2022 - 18.00
A-
A+
Menimbang Dampak Kenaikan Harga BBM, Subsidi Jalan Terus?

Ratusan pengendara antri di jalan raya untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kampak, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (11/12/2021). Kelangkaan BBM jenis Pertalite, Premium, Solar dan Pertamax terjadi di SPBU yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Kota Pangkalpinang sejak Jumat (10/12). ANTARA FOTO/Resha Juhari

Bisnis, JAKARTA — Mayoritas masyarakat menginginkan agar pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) meskipun harus menambah utang untuk subsidi. Kenaikan harga BBM jenis Pertamax sejak 1 April 2022 saja, dinilai sudah membebani pengeluaran masyarakat.

Apalagi, banyak informasi yang menyebutkan bahwa harga jual BBM di Indonesia terutama Pertamax sudah terlalu tinggi dibandingkan dengan negara lain. Harga BBM dengan kadar oktan 92 itu tanpa memperhitungkan pajak diklaim seharusnya Rp3.772 per liter, jauh di bawah harga saat ini Rp12.500—Rp13.000 per liter.

Berdasarkan perhitungan Mandiri Institute yang dikutip dataindonesia.id pada pertengahan Mei 2022, masyarakat berpenghasilan rendah paling terbebani oleh kenaikan harga Pertamax dibandingkan dengan kelompok masyarakat berpendapatan tinggi.

Baca juga: Bola Panas BBM Subsidi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.