Free

Meninjau Ulang Satelit Mitigasi Jelang Peluncuran Satria I

Hot Backup Satellite (HBS) adalah satelit untuk mitigasi risiko Satria I yang dinilai memiliki kompleksitas dan potensi gangguan operasional tinggi.

Jaffry Prabu Prakoso

9 Jun 2023 - 18.13
A-
A+
Meninjau Ulang Satelit Mitigasi Jelang Peluncuran Satria I

Ilustrasi satelit. /Nasa

Bisnis, JAKARTA – Jelang peluncuran Satelit Multi Fungsi Satria I, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana meninjau satelit mitigasi atau hot backup satellite (HBS). 

Hot Backup Satellite (HBS) adalah satelit untuk mitigasi risiko Satria I yang dinilai memiliki kompleksitas dan potensi gangguan operasional tinggi.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan pemerintah akan kembali melakukan peninjauan HBS Satelit Satria yang dibuat di markas pesawat jenis booing, Amerika Serikat (AS).


Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong (kiri). JIBI/Feni Freycinetia


Berdasarkan hasil peninjauan tahun lalu, progres pembuatan HBS Satelit Satria berjalan sesuai dengan target, meskipun sempat menemui kendala transportasi dan logistik.

Perang Rusia-Ukraina mengganggu proses distribusi logistik pembuatan HBS Satelit Satria. Perang tersebut, kata Usman, merusak pesawat-pesawat Rusia yang menjadi moda utama distribusi peralatan HBS Satelit Satria, Antonov.

Baca juga: Memitigasi Potensi Kecurangan Pengadaan Barang & Jasa Pemerintah

“Distribusi dialihkan ke moda transportasi laut di mana peralatan-peralatan yang digunakan untuk pembuatan HBS tersebut harus dipereteli dulu. Jadi, waktunya lebih lama,” kata Usman saat ditemui di Jakarta, Jumat (9/7/2023).

Sementara itu mengenai peluncuran Satria, kata Usman, kemungkinan diluncurkan pekan depan. Ground segmen sudah siap untuk menerima sinyal satelit tersebut. 

Aspek komunikasi pendukung satelit tersebut disiapkan di sebelas lokasi, antara lain Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura.

Baca juga: Telkomsel Sukses Uji Coba Robotic Telesurgery Pertama

Sebagai informasi, Satelit Satria-1 direncanakan meluncur pada Juni 2023 di orbit 146 Bujur Timur dan akan beroperasi pada kuartal IV/2023.

Konstruksi Satelit Satria1 melibatkan sejumlah perusahaan, yakni PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) dengan perusahaan asal Perancis, Thales Alenia Space (TAS) dengan nilai kontrak senilai US$550 juta, atau setara dengan Rp8 triliun. (Rahmad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.