Menjaga Keandalan Listrik Selama Gelaran KTT Asean 2023

Di balik gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean 2023 di Jakarta pada 5 - 7 September 2023, PLN Indonesia Power menjalankan peran vital di hulu sistem kelistrikan nasional.

Rayful Mudassir

6 Sep 2023 - 12.06
A-
A+
Menjaga Keandalan Listrik Selama Gelaran KTT Asean 2023

PLTU Pelabuhan Ratu. Dok: Indonesiapower.co.id

Bisnis, JAKARTA - Di balik gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean 2023 di Jakarta pada 5 - 7 September 2023, PLN Indonesia Power menjalankan peran vital di hulu sistem kelistrikan nasional.


PT PLN (Persero) memasok masa siaga kelistrikan sejak 25 Agustus hingga 7 September 2023. Perseroan memasok listrik dengan skema zero down time terutama selama KTT.


Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra mengatakan bahwa pihaknya mendukung PLN untuk sukseskan gelaran KTT ASEAN ke-43 dengan hadirkan pasokan listrik yang andal dengan rata-rata Hari Operasional Pembangkit (HOP) di atas 20 hari.


Baca juga: Menutup Pembangkit Energi Privat, Beralih Gunakan PLN


Langkah ini dilakukan melalui unit pembangkit yang terkoneksi di sistem kelistrikan Jawa Bali utamanya yang mensuplai wilayah Jakarta.


"Kami PLN Indonesia Power, siap mendukung PLN dalam gelaran KTT ASEAN ke-43, siap hadirkan listrik yang andal melalui pembangkit kami dengan rata-rata HOP diatas 20 hari," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (5/9/2023).


Senada, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menerangkan bahwa sebanyak 13 Gardu Induk yang menjadi tulang punggung jaringan transmisi dalam posisi yang prima dan tanpa gangguan. 


"PLN juga menerapkan protokol _anti blackout dan kami lakukan sistem pengaturan beban yang responsif lewat automatic changing dari satu sistem ke sistem lainnya. Sehingga seluruh sistem jaringan dalam posisi secure," ujarnya.


PLN menyiapkan empat lapisan skema pasokan untuk 6 lokasi venue utama dan 2 Bandar Udara, serta dua lapisan untuk 19 hotel lokasi menginap para delegasi KTT ASEAN. 


Perseroan turut menyiapkan alat pendukung berupa 11 Unit Gardu Bergerak dengan total kapasitas 7.940 kVA dan 9 Uninteruptible Power Supply (UPS) dengan total kapasitas 2.980 kVA, serta membangun KTT ASEAN Electricity Control Center sebagai pusat komando kelistrikan. 


"Kami mengerahkan 955 personel yang siap untuk melakukan pengamanan kelistrikan, bergerak cepat untuk memenuhi pelayanan pelanggan serta menjaga SPKLU selama 24 jam," katanya belum lama ini.


Selain sistem kelistrikan, PLN mempersiapkan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik yang lengkap. PLN menyiapkan 79 EV charging , yaitu 74 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan 5 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU). 


Infrastruktur ini disiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan 560 unit mobil listrik dan 240 unit motor listrik yang dipakai selama gelaran KTT ASEAN ini. 


Puluhan Pasukan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang merupakan pasukan elit PLN juga disiagakan untuk pengamanan suplai kelistrikan KTT ASEAN. Petugas yang memiliki kemampuan khusus ini disiagakan 24 jam selama perhelatan berlangsung.


“KTT ASEAN ini akan menjadi wajah Indonesia di mata dunia. PLN siap all out  menyukseskan event internasional ini dengan menghadirkan layanan kelistrikan tanpa kedip atau zero down time,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.