Menjamin Ketersediaan Pasokan Batu Bara PLTU Lewat Coal Blending

PLN EPI telah bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera di Cilegon untuk mengembangkan fasilitas coal blending dengan kapasitas 30.000 - 40.000 ton.

Rayful Mudassir

18 Nov 2023 - 12.51
A-
A+
Menjamin Ketersediaan Pasokan Batu Bara PLTU Lewat Coal Blending

Coal blending fasility di Cilegon, Banten./ Dok PLN EPI

Bisnis, JAKARTA - Subholding PT PLN (Persero), PLN Energi Primer Indonesia berencana mengembangkan teknologi coal blending fasility untuk memasok baru bara kadar tinggi ke pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di sejumlah wilayah Tanah Air

Pada tahap awal, PLN EPI telah bekerja sama dengan PT Krakatau Bandar Samudera di Cilegon untuk mengembangkan fasilitas coal blending dengan kapasitas 30.000 - 40.000 ton.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan menuturkan bahwa keberadaan fasilitas ini memberi kepastian bagi ketersediaan pasokan batu bata berkalori tinggi untuk pembangkit listrik.

Lewat fasilitas blending, PLN EPI mencampur batu bara berkalori rendah 3.800 dengan batu bara kadar tinggi 5.800 dengan perbandingan 40:60, sehingga menghasilkan batu bara dengan kalori 5.000. 

Sedangkan, pencampuran batu bara berkalori 3.800 dan 5.800 dengan perbandingan 50:50 menghasilkan batu bara berkalori 4.800. Fasilitas blending ini menjadi solusi di saat menipisnya pasokan batu bara kalori tinggi di Tanah Air.

Baca juga:

Menguatkan Rantai Pasok Biomassa untuk Mengurangi Batu Bara PLTU

Menepis Tantangan Co-Firing Biomassa untuk PLTU Batu Bara

“Di sisi lain, harga menjadi lebih murah, ada efisiensi di sini yang kami ciptakan. Sehingga ini meyakinkan bahwa CBF menjadi solusi untuk menjaga pasokan batu bara dengan kalori tinggi tersebut. Ini akan terus kami kembangkan,” katanya saat temu media di Jakarta, Jumat (17/11/2023).

Pada tahap awal, hasil blending dikirim ke PLTU Jawa 7 di Suralaya, Cilegon Banten. Bagi pembangkit Jawa 7, keberadaan fasilitas ini berdampak pada efisiensi harga, waktu dan ongkos pengiriman.

Sebagai perbandingan, pengiriman batu bara langsung dari sumber tambang memakan waktu sekitar tujuh hari. Sedangkan, pengiriman dari fasilitas blending hanya membutuhkan waktu tujuh jam. 

Coal blending facility ini menjadi solusi bagi pembangkit yang memang harus memakan atau membutuhkan batu bara yang cukup tinggi tersebut. Ini kesiapan kami. Akan kami terus kami kembangkan.”

Saat ini, keberadaan fasilitas tersebut menarik minat sejumlah PLTU milik swasta (IPP) untuk membeli batu bara dengan kadar tinggi. Bagi pembangkit, pemakaian bahan bakar berkalori tinggi itu sekaligus untuk menjaga ketahanan pembangkit.

Selain Jawa 7, PLN EPI telah memulai kerja sama dengan PLTU Banten 2 Labuan. Manajemen juga sedang menjajaki sejumlah PLTU di beberapa wilayah Kalimantan untuk memasok batu bara hasil blending. 


Sementata itu, Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan bahwa pihaknya mengemban tugas utama sebagai penjamin rantai pasok energi primer ke pembangkit. PLN EPI melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi primer. Salah satunya dengan memperkuat rantai pasok batu bara. 

Lewat pengembangan CBF ini membuat kepastian pasokan batubara dengan kalori yang ada cukup dan mampu diserap oleh pembangkit lewat pencampuran terlebih dahulu.

"Melalui coal blending facility dapat memberikan value creation di mana coal blending memungkinkan PLTU untuk mendapatkan spesifikasi batu bara yang optimum sesuai dengan standar kebutuhan boiler," tegas Iwan.

Di samping itu, Iwan menjelaskan bahwa PLTU Jawa 7 membutuhkan batu bara dengan kapasitas 680.000 metrik ton per bulan. 

Selama ini, kebutuhan batu bara PLTU Jawa 7 ada di kalori 4.800. Dengan adanya CBF ini, maka sumber batu bara low rank coal dari pemasok selama ini bisa dilakukan blending dengan kalori lebih tinggi sehingga mendapatkan kalori yang sesuai.

"Value creation yang didapat dari langkah ini sebesar Rp 27 miliar. Selain itu, bisa meningkatkan HOP dan memastikan bahwa stok batu bara untuk pembangkit dalam kondisi aman," tuturnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.