Menyangsikan Sanksi Ekonomi ke Rusia

China mungkin akan membantu Rusia mengatasi sanksi tersebut, sebagian besar melalui kesepakatan sumber daya dan pinjaman oleh beberapa bank milik negara.

Sri Mas Sari
Feb 24, 2022 - 11:01 AM
A-
A+
Menyangsikan Sanksi Ekonomi ke Rusia

Tentara Angkatan Darat Amerika Serikat Divisi Airborne ke-82 berjalan menuju pesawat udara yang akan bertolak ke Eropa Timur di Fort Bragg, Carolina Utara, Amerika Serikat, Senin (14/2/2022)./Antara-Reuters

Bisnis, JAKARTA – Belum genap pukul 06.00 waktu Moskow saat Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer ke Ukraina dengan alasan untuk membela separatis di timur negara tetangganya itu. 

Dalam hitungan menit setelah Putin berbicara di televisi pemerintah, pasukan Rusia menembakkan rudal ke beberapa kota di Ukraina dan mendaratkan pasukan di kota pelabuhan selatan Odessa dan Mariupol, Kamis (24/2/2022).

Ledakan terdengar di ibu kota Ukraina, Kiev, sebelum fajar. Tembakan juga terjadi di dekat bandara utama ibu kota, menurut kantor berita Interfax, dan sirene terdengar di seluruh kota. Media-media melaporkan pusat komando militer di Kiev dan Kota Kharkiv di timur laut telah diserang oleh rudal

Dilansir Channel News AsiaMenteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba menyebut Putin baru saja meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Kiev langsung mendeklarasikan darurat militer.  

Presiden AS Joe Biden, bereaksi terhadap invasi yang telah diprediksi Amerika Serikat selama berminggu-minggu, mengatakan doanya bersama rakyat Ukraina ‘karena mereka menderita serangan oleh pasukan militer Rusia yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan’. 

Pengumuman Putin dilakukan hanya beberapa menit setelah Sekjen PBB Antonio Guterres, Rabu (23/2/2022) malam waktu New York, memohon kepada Putin untuk tidak menyerang Ukraina. 

"Dari lubuk hati saya yang dalam, Presiden Putin, hentikan pasukan Anda menyerang Ukraina, beri kesempatan perdamaian. Terlalu banyak orang telah tewas," kata Guterres dalam pertemuan darurat kedua Dewan Keamanan PBB dalam tiga hari terakhir terkait krisis Rusia-Ukraina.

Sekjen PBB Antonio Guterres/Antara

Peringatan kemungkinan invasi Rusia telah meningkat selama pekan demi pekan, ketika Moskow mengerahkan pasukan di perbatasan Ukraina dan awal pekan ini mengakui kemerdekaan dua wilayah timur Ukraina, Donetsk dan Luhansk, yang memisahkan diri.

Rusia melihat agresinya terhadap Ukraina sebagai wujud mempertahankan diri. Moskow telah menuntut ekspansi NATO ke arah timur diakhiri dan Putin mengulangi posisinya bahwa keanggotaan Ukraina dalam aliansi militer Atlantik pimpinan AS tidak dapat diterima. 

Dia mengatakan keputusannya mengizinkan tindakan militer diambil setelah Rusia tidak punya pilihan selain membela diri terhadap apa yang dia katakan sebagai ancaman dari Ukraina modern, negara demokratis berpenduduk 44 juta orang. 

"Rusia tidak bisa merasa aman, berkembang, dan hidup dengan ancaman terus-menerus yang berasal dari wilayah Ukraina modern," ujar penguasa Rusia yang malang-melintang sebagai perdana menteri dan presiden selama 23 tahun itu.  

Ancaman sanksi ekonomi dari AS dan sekutunya tidak dihiraukan. Putin bergeming. Dia malah membuat pidato kejutan ketika para pemimpin dunia satu demi satu mendesak Rusia untuk mundur dari perbatasan dengan Ukraina.   

SANKSI EFEKTIF?

AS telah menetapkan sanksi kepada sejumlah bank Rusia, yakni Rossiya, Genbank, Black Sea Development and Reconstruction Bank, dan IS Bank yang memiliki aset kurang dari US$100 juta.

Biden menambah tekanan kepada sektor keuangan Rusia dengan mengetatkan pembelian surat utang negara Rusia oleh investor AS. Larangan mencakup pembelian di pasar sekunder jika telah melakukan transaksi di pasar perdana. Ketentuan ini berlaku pada surat utang Rusia yang diterbitkan setelah 1 Maret 2022.

Tindakan Biden ini berimplikasi pada keterbatasan akses pendanaan Kremlin di luar negeri. Sanksi itu juga meningkatkan premi risiko pada utang Rusia karena investor dilanda kecemasan. 

Wakil Presiden Eksekutif Institute of International Finance Clay Lowery mengatakan sanksi baru dari AS ini akan meruntuhkan sektor keuangan dan anggaran negara Rusia dalam jangka panjang.

“Dalam jangka pendek, ini tidak berdampak besar pada ekonomi Rusia. Tetapi dalam jangka panjang, kemungkinan akan menghambat pertumbuhan ekonomi Rusia,” ujarnya, dikutip Bisnis dari Bloomberg.

Menyusul AS, Jerman menghentikan proyek energi dengan Rusia, sedangkan Inggris memberlakukan sanksi pada sejumlah bank dan orang-orang kaya asal Negeri Beruang Merah.

Pukulan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson cukup mengentak sektor finansial Rusia, yakni membekukan aset milik Timchenko dan Rotenberg bersaudara, serta menutup akses lima bank asal negara tersebut.

“Ini adalah pengulangan sanksi AS. Kami perlu berbuat lebih banyak. Sanksi hanya efektif jika membuat Kremlin berpikir ulang,” kata Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Inggris Tom Tugendhat.

Apakah sanksi ekonomi bisa membuat ekonomi Rusia babak belur dan Moskow berpikir ulang tentang invasinya? Soal itu tentu bisa diperdebatkan. 

Rusia bukanlah negara kecil dan terkucil. Sekutunya kuat, setidaknya China, raksasa ekonomi terbesar kedua dunia. 

Berkaca pada 2014, saat Rusia mencaplok Krimea, beberapa bank pelat merah dan bank ekspor-impor China menawarkan pinjaman ke Rusia.

Kini, meskipun Beijing mendorong Moskow untuk menarik pasukan militernya dan maju ke meja perundingan secara damai, analis keuangan dan pakar geopolitik memperkirakan Presiden Xi Jinping akan membantu melunakkan pukulan ekonomi yang diderita Rusia karena sanksi Barat. 

Analis Economist Intelligence Unit yang berbasis di Beijing, Tom Rafferty, meyakini China mungkin akan membantu Rusia mengatasi sanksi tersebut, sebagian besar melalui kesepakatan sumber daya dan pinjaman oleh beberapa bank milik negara, seraya berusaha menghindari kerusakan pada kepentingan ekonomi dan keuangannya sendiri. 

“Tingkat dukungan China untuk tindakan Rusia dapat menjadi faktor berpengaruh dalam membentuk krisis yang berkembang,” katanya, dikutip Financial Times.

Rusia sejauh ini merupakan penerima pinjaman terbesar Beijing dari lembaga resmi, dengan total US$151 miliar antara 2000 himgga 2017, menurut AidData, laboratorium penelitian internasional di College of William & Mary di Virginia.

China Development Bank dan Bank Ekspor-Impor China, khususnya, diyakini terisolasi dari sanksi Barat karena kepentingan bisnis AS yang minim di situ.

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping/SCMP

DK PBB

Konflik Rusia-Ukraina kini dieskalasi ke Dewan Keamanan PBB karena AS dan sekutunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tidak serta-merta dapat ‘menyerang balik’ Rusia atas invasinya ke Ukraina. Bagaimana pun, Ukraina belumlah menjadi anggota NATO.

Sebagai mekanisme untuk mencegah atau menghentikan agresi yang dilakukan suatu negara ke negara lain, DK PBB dapat mengeluarkan resolusi tentang sanksi ekonomi atau sanksi yang lain dengan melibatkan militer jika dirasa perlu.

“Namun, mengingat Rusia juga anggota Dewan Keamanan PBB, dia bisa memveto setiap resolusi Dewan Keamanan,” kata pakar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, dalam wawancara dengan Metro TV.

Hikmahanto berpendapat mekanisme memulihkan perdamaian yang lebih masuk akal saat ini adalah melalui Majelis Umum PBB, di mana seluruh negara anggota PBB bisa mendorong rekonsiliasi kedua bangsa. 

Menurutnya, Indonesia sebaiknya segera menyerukan usulan ini kepada PBB sebelum konflik mengarah ke Perang Dunia III –bagaimana pun Rusia memiliki senjata nuklir, begitu pula AS dan sekutunya. 

Hikmahanto mengatakan posisi Indonesia yang memegang Presidensi G20 tahun ini akan lebih diperhitungkan.  

Editor: Sri Mas Sari
company-logo

Lanjutkan Membaca

Menyangsikan Sanksi Ekonomi ke Rusia

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ