Menyibak Alasan PLTU Cirebon-1 Pensiun Dini Desember 2035

Asian Development Bank (ADB) bersama PT Cirebon Electric Power (CEP) dan Indonesia Investment Authority (INA) sepakat untuk melakukan pensiun dini terhadap PLTU Cirebon-1 pada Desember 2035.

Annasa Rizki Kamalina

4 Des 2023 - 12.05
A-
A+
Menyibak Alasan PLTU Cirebon-1 Pensiun Dini Desember 2035

Area pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon di di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Jawa Tengah. Dok. Cirebon Power

Bisnis, JAKARTA — Rencana ‘suntik mati’ alias pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Cirebon unit 1 oleh Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) akhirnya menemukan titik terang. Alasan PLTU Cirebon-1 itu pensiun dini Desember 2035 juga mencuat.

PLTU Cirebon Unit 1 di Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon dengan kapasitas 660 megawatt (MW) tersebut akan pensiun 7 tahun lebih awal dari jadwal seharusnya, yaitu Juli 2042. Sementara itu, untuk transaksi ditargetkan akan diselesaikan pada paruh pertama 2024.  

Adapun, Asian Development Bank (ADB) bersama PT Cirebon Electric Power (CEP) dan Indonesia Investment Authority (INA) sepakat untuk melakukan pensiun dini terhadap PLTU Cirebon-1 pada Desember 2035.

Hal itu berdasarkan hasil diskusi dengan pemilik pembangkit listrik tersebut dan Pemerintah Indonesia di bawah program Mekanisme Transisi Energi (Energy Transition Mechanism/ETM) dari ADB. 

Baca juga: DMO & DPO Batu Bara, antara Pensiun Dini PLTU dan Ilusi Transisi

ETM merupakan pembiayaan campuran untuk mengakselerasi transisi dari energi fosil ke energi bersih oleh ADB bersama dengan pemerintah, investor swasta, filantropis, dan investor jangka panjang. 

Struktur akhir transaksi juga akan menentukan ukuran pembiayaan, tetapi diperkirakan sekitar US$250 juta—US$300 juta.  

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani turut menyaksikan kesepakatan yang berlangsung dalam COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab.  

Presiden ADB, Masatsugu Asakawa menyebutkan, ADB akan terus bekerja sama dengan mitra-mitra di Indonesia dan di seluruh kawasan untuk menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga batu bara dan bahan bakar fosil lainnya dapat dipensiunkan lebih awal dengan cara yang adil dan terjangkau.  


Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan Cirebon Electric Power atas ketekunan dan kepemimpinan mereka dalam transisi energi. Dengan mereplikasi transaksi ini dengan pembangkit listrik lainnya di Asia Pasifik dan sekitarnya, akan mencapai pengurangan emisi karbon dioksida yang signifikan.

“Perjanjian kerangka kerja ini merupakan perkembangan penting bagi transaksi ini dan transisi energi Indonesia yang akan menghasilkan pengurangan emisi rumah kaca yang signifikan,” kata Asakawa dalam keterangan resmi ADB, Minggu (3/12/2023). 

Sementara itu, Presiden Direktur CEP, Hisahiro Takeuchi, mengungkapkan bahwa ETM menyediakan pendekatan inovatif bagi perusahaan seperti CEP untuk melakukan transisi dari batu bara ke energi bersih sambil menyediakan tenaga listrik yang andal dan terjangkau untuk infrastruktur energi di Indonesia. 

Baca juga: Menanti Kepastian ADB untuk Pensiun Dini PLTU Cirebon 1 

“Perjanjian kerangka kerja ini merupakan langkah penting untuk menyelesaikan transaksi ini. Kami bangga dapat bekerja sama dengan Bank Pembangunan Asia, PLN, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal [BKPM],” ungkap Takeuchi. 

Adapun, PLTU Batu Bara umumnya beroperasi selama 40 tahun atau lebih. PLTU Cirebon-1 mulai beroperasi pada 2012. Dengan menghentikan operasi pembangkit listrik ini pada 2035, maka emisi gas rumah kaca yang dihasilkan akan berkurang selama lebih dari 15 tahun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan bahwa pada dasarnya PLN berkomitmen untuk menjadi yang terdepan dalam transisi energi di Indonesia menuju nol emisi bersih dengan cara yang adil dan terjangkau. 

PLN juga telah berupaya keras untuk melakukan dekarbonisasi dengan membatalkan 13,3 GW PLTU batu bara yang telah direncanakan, mengakhiri perjanjian jual beli listrik PLTU batu bara sebesar 1,3 GW, dan menghentikan pembangunan PLTU batu bara yang baru.  

“Penghentian penggunaan batu bara secara dini merupakan inisiatif luar biasa yang membutuhkan dukungan internasional seperti ETM. Bekerja melalui ETM dengan CEP menandakan komitmen PLN terhadap energi bersih dan menjadi contoh tindakan kolaboratif yang dilakukan PLN untuk mempercepat transisi energi di Indonesia,” kata Darmawan. 

Baca juga: Pemerintah Kejar Transaksi Pensiun Dini PLTU via JETP Akhir 2023

Sebagai gambaran, ETM merupakan inisiatif kolaboratif yang terukur dan memanfaatkan pendekatan berbasis pasar untuk mempercepat transisi dari bahan bakar fosil ke energi bersih. Inisiatif ini akan menggunakan modal konsesi dan komersial untuk menghentikan atau menggunakan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara dan bahan bakar fosil lainnya dengan jadwal yang dipercepat dan membantu mengarahkan investasi ke arah energi bersih yang dapat diandalkan dan terjangkau.


Perjanjian kerangka kerja ini tunduk pada kesimpulan uji tuntas termasuk tinjauan lingkungan, sosial, dan transisi yang adil. Perjanjian kerangka kerja ini juga tunduk pada hasil studi yang sedang berlangsung mengenai dampak teknis dan finansial dari penutupan awal PLTU terhadap sistem kelistrikan PLN. 

Perjanjian ini juga menegaskan bahwa kedua belah pihak akan terus mendiskusikan skema pembiayaan untuk penghentian dini PLTU Cirebon-1, serta dampak penghentian dini PLTU Cirebon-1 terhadap rencana PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik melalui pembangkit listrik yang lebih banyak menggunakan energi bersih atau energi terbarukan.

Sejauh ini, program ETM ADB aktif di lima negara, yakni Indonesia, Kazakhstan, Pakistan, Filipina, dan Vietnam. ETM di Indonesia tercatat berada pada tahap paling maju. ADB juga sedang mempertimbangkan transaksi di dua negara lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.