Menyusuri Gerbang Masuk Trans Sumatra Bagian Selatan

Di ujung selatan Pulau Sumatra tepatnya di kilometer 0 pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menjadi gerbang masuk Tol Trans Sumatra yang membelah dan menghubungkan antar wilayah di Pulau Sumatra dari selatan hingga di Aceh, utara Sumatra.

Yanita Petriella

27 Apr 2022 - 13.17
A-
A+
Menyusuri Gerbang Masuk Trans Sumatra Bagian Selatan

Jalan Tol Trans Sumatra bagian selatan ruas tol ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) dan ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka). /Istimewa

Bisnis, JAKARTA – Di ujung selatan Pulau Sumatra tepatnya di kilometer 0 pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan menjadi gerbang masuk Tol Trans Sumatra yang membelah dan menghubungkan antar wilayah di Pulau Sumatra dari selatan hingga di Aceh, utara Sumatra. 

Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) menjadi ruas pertama yang dilintasi saat keluar dari Pelabuhan Bakauheni. Tol Bakter juga berpredikat menempati posisi kedua menjadi tol terpanjang di Indonesia setelah ruas tol Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung yang panjangnya mencapai 141 kilometer. 

Untuk melintasi Tol Bakter pun cukup mudah karena letaknya dekat dengan Pelabuhan Bakauheni di Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Ruas tol di  ujung selatan dari Tol Trans Sumatra ini rampung seluruhnya dalam waktu 4 tahun. 

Ruas Tol Bakter dilakukan groundbreaking oleh Presiden Jokowi pada 30 April 2015, sekaligus menjadi tonggak awal pengerjaan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan Lampung-Aceh sepanjang lebih kurang 2.700 Km, termasuk 3 lintas penghubungnya.

Adapun pembangunan ruas Bakter dikerjakan melalui sinergi antar BUMN, yakni Hutama Karya dengan empat BUMN konstruksi yaitu PT PP (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. 

Nilai investasi sebesar Rp16,7 miliar dengan porsi modal atau ekuitas sebesar  51,9 persen dan 48,1 persen dipenuhi melalui skema pinjaman investasi dari tujuh bank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Ruas ini meningkatkan konektivitas menuju Pelabuhan Bakauheni sebagai pelabuhan utama yang menghubungkan Jawa dengan Sumatra.

Setelah melintasi Bakter, ruas penghubung selanjutnya adalah ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung (Terpeka). Ruas tol Terpeka di Jalan Tol Trans Sumatra ini masih memegang rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai ruas tol terpanjang pertama yang beroperasi di Indonesia. 

Jalan tol sepanjang 189 kilometer ini dibangun oleh PT Hutama Karya (Persero) dengan waktu pengerjaan selama 841 hari atau kurang lebih 23 bulan saja. Ruas tol ini telah beroperasi pada 2019 dan merupakan jalan tol lanjutan ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140,1 km yang sudah beroperasi.

Tol Terpeka yang menghubungkan Provinsi Lampung dengan Palembang menelan biaya investasi Rp21,95 triliun dengan rincian dana yang berasal dari dukungan konstruksi Rp8,37 triliun, suntikan PMN 2019 sebesar Rp2,5 triliun, suntikan PMN 2020 sebesar Rp1,5 triliun, dan kredit sindikasi sebesar Rp9,16 triliun. 

Pembangunan ruas Tol Terpeka terbagi menjadi 2 seksi, yaitu Seksi I ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang sepanjang 112 km dengan beberapa dukungan konstruksi dari beberapa BUMN Karya yang mengerjakan pembangunan jalan tol di Pulau Jawa. 

BUMN yang dimaksud, yakni PT Jasamarga Semarang Batang (25 km), Waskita Bumi Kira (25 km), Citra Karya Jabar Tol (6 km), Jasamarga Japek Selatan (15 km) dan Jasamarga Jalan Layang Cikampek (12 km). Sementara sisanya merupakan merupakan penugasan Pemerintah kepada BUMN PT. Hutama Karya.

Pada Seksi II ruas Pematang Panggang – Kayu Agung sepanjang 77 Km, pembangunannya dilakukan oleh PT. Hutama Karya sepanjang 77,17 km dan sisanya merupakan dukungan dari Waskita Sriwijaya Tol sepanjang 2,4 km yang merupakan jalan akses.

Adapun total panjang ruas tol Terpeka Hutama Karya sepanjang 107 km, sedangkan panjang ruas tol yang digarap VGF (viability gap fund) BUJT sepanjang 83 km.  Jalan bebas hambatan berbayar ini dilengkapi dengan tujuh Gerbang Tol (GT), antara lain GT Gunung Batin, GT Menggala yang ada di KM 43, GT Lambu Kibang, GT Way Kenanga, GT Simpang Pematang,  GT Kayu Agung dan GT Kayu Agung Utama. 

Sejumlah fasilitas juga disediakan untuk pengendara seperti sembilan rest area tipe A yang berada di sepanjang ruas Tol Terpeka. Lima rest area berada di jalur yang mengarah ke Kayu Agung, dan empat lainnya untuk arah ke Bakauheni. Jalan tol ini berperan penting dalam mempersingkat waktu perjalanan terutama dari Bakauheni, Lampung, menuju Palembang, Sumatra Selatan yang semula dapat menghabiskan waktu hingga 10-12 jam perjalanan. 

Melalui Tol Terpeka, perjalanan dari Bakauheni menuju Palembang kini hanya memakan waktu 5 jam perjalanan. Pada awalnya ditargetkan ruas tol Terpeka ini dalam menampung 6.655 kendaraan setiap harinya. Target tersebut telah tercapai dan saat ini sebanyak 7.533 kendaraan melintasi tol Terpeka setiap harinya.

Kedua ruas tersebut yakni tol Bakter dan Terpeka ini dioperasikan oleh Hutama Karya. Kendati demikian, tidak semua seksi di kedua tol ini menjadi tanggung jawab pemeliharannya. Ada ruas yang masih dalam masa pemeliharaan hingga dilakukannya final hand over (FHO). Dengan begitu, perbaikannya masih menjadi tanggung jawab kontraktor utama.

Misalnya, pemeliharaan di Tol Bakter mulai dari KM 0+00 hingga 140+410 dilaksanakan oleh empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) konstruksi. Keempatnya adalah PTPP, WSKT, ADHI, dan WIKA. Sementara di Tol Terpeka mulai dari KM 140+410 hingga 330, pemeliharaan menjadi tanggung jawab kontraktor WSKT.

Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) ini saat ini telah tersambung dari Bakauheni hingga Palembang. Namun, konsesi yang diberikan kepada Hutama Karya adalah Tol Bakter, Tol Terpeka, Sedangkan, Tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapalbetung), konsesinya dimiliki oleh PT Waskita Sriwijaya Tol (WST) yang merupakan anak usaha dari PT Waskita Toll Road (WTR) sehingga, pengoperasian dan pemeliharaan dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) tersebut. 

Pada 1 April 2020 lalu, WST mengoperasikan Tol Kapal Betung sepanjang 33,5 kilometer dari Gerbang Tol (GT) Kayu Agung sampai dengan GT Jakabaring. Lalu pada 26 Januari 2021, WST mengoperasikan sepanjang 9 kilometer ruas tol dari GT Jakabaring hingga SS  Kramasan. Adapun total Tol Kapal Betung yang telah beroperasi tahap pertama yang dimulai dari Kayu Agung hingga Simpang Susun (SS) Kramasan sepanjang 42,5 km.dari total JTTS ruas Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapalbetung) sepanjang 111,69 km.

Data WST per 27 April 2022, pembangunan Jalan Tol Kapalbetung Seksi 2 dan 3 dari Kramasan hingga Betung sepanjang 69,19 km, terbagi menjadi Seksi 2 ruas Kramasan-Musilindas (24,9 km) dan Seksi 3 ruas Musilindas-Betung (44,29 km) dengan progres konstruksi total telah mencapai 33 persen. Ditargetkan kedua seksi ini dapat selesai konstruksinya pada 2023 mendatang.

Dalam pelaksanaan konstruksi Jalan Tol Kapalbetung Seksi 2 dan 3 ini juga akan dibangun Jembatan Sungai Musi sepanjang 1,7 km yang nantinya akan menjadi jembatan terpanjang di Jalan Tol Sumatra Selatan. Saat ini progres kontruksi Jembatan Musi mencapai 54 persen yang ditargetkan bisa dilintasi pada Agustus 2023.

Pembangunan Tol Kapalbetung dikelola oleh PT Waskita Sriwijaya Tol cucu usaha dari WSKT dengan total investasi sebesar Rp22,17 triliun. Nantinya, kehadiran jalan tol ini akan semakin melengkapi struktur jaringan koridor utara Jalan Tol Trans Sumatra sepanjang 2.069 km yang akan menghubungkan Pulau Sumatra dari Lampung hingga Aceh.

Saat ini, JTTS ruas Bakauheni-Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung hingga Kramasan-Palembang sepanjang 376 kilometer ini siap dilintasi pemudik Lebaran karena telah selesai dilakukan perbaikan. 

Perbaikan JTTS ruas tol Terpeka pada Januari 2022. /dok. Bisnis

Siap Sambut Arus Mudik

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ruas Bakter sudah aman dan nyaman dan bisa dilalui dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam. Namun untuk ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung hingga Palembang, mengimbau pemudik agar menjalankan kecepatan kendaraan maksimal 80 kilometer per jam.

Hal ini dikarenakan meskipun sudah aman tidak berlubang, tapi masih kurang nyaman kondisi jalannya, masih ada beberapa ruas yang akan kita rekonstruksi setelah Lebaran 2022, ujarnya. 

Adapun tiga prioritas pekerjaan yang dilakukan dalam perbaikan ruas tol Lampung hingga Palembang. Prioritas pertama perbaikan material jalan yang  disebabkan oleh mutu beton yang mengalami penurunan. Kedua, perbaikan jalan yang mengalami keretakan dan penurunan, karena masih bisa dilalui akan diperbaiki setelah Idul Fitri untuk menghindari kondisi jalan macet saat arus mudik Lebaran. 

Lalu prioritas ketiga perbaikan jalan yang ditutup dengan lem beton. Untuk beberapa segmen jalan yang harus dilakukan rekondisi dan rekonstruksi, termasuk levelling oprit jembatan yang mengalami penurunan karena berada di tanah lunak atau rawa.

Selain itu, juga terdapat beton pembatas jalan tol yang retak atau turun sehingga pada awal tahun kemarin, BUJT melalui perkerasan baru, cor ulang dengan beton fast setting, lapisan perkerasan dihampar menggunakan asphalt finisher dan dipadatkan, dan lapisan AC-WC baru dihampar dengan asphalt finisher dan dipadatkan.

Executive Vice President (EVP) Divisi Operasi & Pemeliharaan Jalan Tol (OPT) Hutama Karya Dwi Aryono Bayuaji memproyeksikan peningkatan arus lalu lintas di Jalan Tol Trans Sumatra pada periode mudik lebaran 2022 sebanyak 1,7 juta kendaraan diperkirakan melintas di jalan tol tersebut. 

Pihaknya mencatat realisasi volume lalu lintas pada saat mudik Lebaran 2020 adalah 638.000 kendaraan melintas di JTTS. Jika dibandingkan dengan pada 2021, maka realisasi meningkat menjadi 1,3 juta kendaraan.

“2022 ini kendaraan yang melalui JTTS itu 1,7 kendaraan, artinya ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan kalau dari 2021 sekitar 32 persen. Paling banyak peningkatan di Bakter, ini jadi salah satu fokus kami untuk pengamanan di jalur Lebaran,” katanya. 

Dwi menuturkan guna mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas tersebut, pihaknya menambah kapasitas gerbang tol di Bakauheni Selatan dari yang sebelumnya 5 lajur menjadi 7 lajur sehingga bisa melayani 3.950 kendaraan per jam.

Selain itu, peningkatan kapasitas gerbang tol dilakukan di Gerbang Tol Kotabaru dari yang semula 4 lajur menjadi 6 lajur yang nantinya dapat melayani 3.950 kendaraan per jam.

“Jumlah dari gardu lebih dari cukup, kami juga difilter oleh ASDP, jadi ASDP ini terntunya dengan kapasitas kapal yang menyandar itu akan berpengaruh ke kendaraan yang masuk ke gerbang kami,” jelasnya.

Pihaknya bersama dengan ASDP juga akan bekerja sama untuk mengatur kelancaran arus balik di Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni, Lampung.

Guna mengantisipasi penumpukan kendaraan akibat antrean kapal, nantinya rest area km 20 B akan digunakan sebagai kantong parkir para pemudik untuk menunggu keberangkatan kapal penyebrangan.

“Pengalaman arus balik 2019 dikarenakan ASDP dengan jumlah kapal yang berangkat dengan jumlah yang akan naik lebih cepat orang yang datang, atas hal tersebut kami akan mengaktifkan rest area di km 20 sebagai sebagai kantong parkir,” tuturnya.

Direktur Utama Waskita Sriwijaya Tol Herwidiakto menuturkan telah selesai dilakukan kegiatan persiapan yang meliputi pemeliharaan dan perbaikan pada ruas Kapalbetung untuk menyambut arus mudik.

Proses pemeliharaan jalan tersebut di antaranya mendeteksi dan menutup lubang atau retak pada badan jalan. Lalu menyiapkan aspal cold mix untuk penanganan sementara sebelum dilanjutkan dengan penutupan permanen.

Dia memproyeksikan kendaraan yang melintasi jalur Kapal Betung pada Lebaran mendatang mencapai 14.000 hingga 15.000 kendaraan. Angka ini meningkat saat lalu lintas normal 8.000 kendaraan dan saat puncak Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2021 yang mencapai 12.000 kendaraan. 

“Untuk Lebaran tahun ini, antisipasi kepadatan lalu lintas dan transaksi, maka telah disiapkan gardu tambahan pada gerbang tol, lajur khusus bagi pengguna jalan yang kurang saldo beserta petugas keliling yang mengoperasikan mobile reader untuk memungut tarif dan mengecek kecukupan saldo,” ujar Herwidiakto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.