Meratus Terus Ekspansi meski Musim ‘Wait and See’

Dinamika politik di Indonesia seperti Pemilihan Umum 2024 tidak serta merta menghambat Meratus untuk terus melakukan ekspansi. Perusahaan yakin roda ekonomi di Tanah Air bakal terus berputar.

Jaffry Prabu Prakoso

7 Feb 2024 - 11.54
A-
A+
Meratus Terus Ekspansi meski Musim ‘Wait and See’

MV Cilegon salah satu kapal baru Meratus. /Meratus

Bisnis, SURABAYA – Di saat banyak investor lebih banyak melihat dan menunggu atau wait and see, Meratus Group lebih memilih untuk terus mengepakkan sayap bisnis. Sudah ada beberapa aksi korporasi dalam waktu yang berdekatan di awal 2024.

Awal pekan ini, Meratus memperkuat bisnis cold chain dengan membeli aset 6 kapal baru untuk meningkatkan efisiensi operasi pelayaran dan 220 peti kemas berpendingin atau reefer container.

Salah satu kapal yang didatangkan operator maritim dan logistik terintegrasi ini adalah MV Cilegon. Aset tersebut dilengkapi dengan inovasi terkini dan dirancang khusus untuk mengefisienkan waktu bongkar muat selama singgah di pelabuhan.

Kedatangan amunisi baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan mengurangi waktu tunggu di pelabuhan. Dampak positif dari investasi aset ini juga berkontribusi terhadap efisiensi energi.

CEO Meratus Farid Belbouab mengatakan bahwa kapal baru akan membuat perusahaan membuka rute baru pelayaran di Tanah Air. Pada 2024, setidaknya ditargetkan ada 4 rute tambahan untuk mendukung pengiriman barang antarpulau.

Baca juga: Kapal MV Cilegon Menambah Jangkauan Meratus Makin Luas

“Kami sebenarnya sedang menjelajah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan juga internasional. Tahun lalu kami membuka di Papua Nugini dan Timor Leste. Kami sedang mencoba untuk meningkatkan konektivitas antara Indonesia dengan wilayah Asean,” katanya saat ditemui di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Senin (5/2).

Sepekan sebelumnya, perintis dalam industri maritim dan logistik yang terintegrasi di Indonesia ini mengumumkan akuisisi terhadap PT ICTSI Jasa Prima Tbk (IJP). Integrasi bersama IJP diyakini akan memberikan dorongan signifikan terhadap efisiensi pengelolaan pelabuhan dan sistem distribusi di seluruh jaringan Meratus.

Salah satu kunci utama Meratus mengakuisisi IJP adalah keunggulan wilayah operasionalnya terletak strategis di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Lokasinya juga terhubung oleh berbagai akses lalu lintas darat dengan infrasturktur yang memadai.  



Farid menerangkan bahwa dinamika politik di Indonesia seperti Pemilihan Umum 2024 tidak serta merta menghambat Meratus untuk terus melakukan ekspansi. Perusahaan yakin roda ekonomi di Tanah Air bakal terus berputar.

“Bagi kami, kami percaya diri untuk terus berinvestasi dan melakukan ekspansi dalam memperluas jejak kami di Indonesia,” jelasnya.

Selain ekspansi dan memperkuat bisnis internal, Meratus juga melakukan hal yang sama untuk eksternal. Pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang menjadi pelanggan Meratus dipermudah mendapatkan fasilitas kredit talangan untuk keperluan modal kerja bisnis logistik. 

Meratus menggandeng Bank Mandiri yang berkolaborasi dengan perusahaan teknologi finansial PT Modal Rakyat Indonesia (Modal Rakyat). Hasil kerjasama menciptakan inovasi pendanaan smart financing

Perusahaan yang bermarkas di Surabaya, Jawa Timur ini menilai kemajuan bisnis mitra yang terkendala dalam hal pembiayaan perlu diselesaikan. Itu sebabnya smart financing diluncurkan.

Baca juga: Meratus Percepat Bisnis ’Cold Chain’, Investasi Kapal Baru & ’Reefer Container’

Chief Commercial Officer Meratus Alex Hadinoto mengatakan bahwa ada kalanya kinerja bisnis tumbuh secara tiba-tiba. Terkadang, ada pelaku UKM mitra Meratus yang tidak sanggup mengimbanginya karena masalah pendanaan.

Meratus paham betul hal tersebut karena sudah hampir tujuh dekade menjejakkan bisnis di Indonesia. Smart financing diharapkan bisa menjadi solusi.

“Keunggulan program ini adalah tanpa jaminan tetapi dengan limit yang cukup besar. Per costumer itu bisa Rp2 miliar,” katanya saat ditemui di Jakarta pertengahan bulan lalu.

Anak Usaha Tumbuh Eksponensial

Selain bisnis pelayaran dan logistik, Meratus Group memiliki lini usaha kontainer dan depo, yakni Container Logistic Center (CLC). Jasa yang ditawarkan adalah one stop service. CLC mempermudah pelanggan dalam mengurus semua kebutuhan kargo kontainer dalam satu tempat.

General Manager Meratus CLC Yudy Winarsyah mengatakan bahwa fokus pada depo yang dimiliki perusahaan adalah untuk internal sebelum Covid-19. Itu membuat nihil pemasukan dari lini bisnis tersebut. Pada 2021, CLC dilahirkan dan dipoles mampu menampung kontainer dari perusahaan lain.




Ini membuat kinerja CLC tumbuh signifikan. Tahun lalu, tambah Yudy, naik 100% baik itu dari sisi volume maupun kinerja keuangan. CLC terus mendapat pelanggan baru sembari berevolusi menerapkan digitalisasi. 

“Makanya pada 2024 kita harus growth eksponensial sekitar 70—80%,” katanya saat ditemui di ruangannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.