Minyak Dunia Terus Turun, BBM Bakal Ikutan?

Harga minyak mentah berpotensi dijual menguji level support di US$80 per barel, bila turun di bawah US$81 per barel.

Mutiara Nabila & Annasa Rizki Kamalina

24 Sep 2022 - 15.33
A-
A+
Minyak Dunia Terus Turun, BBM Bakal Ikutan?

JAKARTA – Harga minyak mentah membukukan pelemahan pada penutupan perdagangan Jumat (23/9/2022) karena tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap kelanjutan resesi ekonomi global dan lonjakan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) terpantau turun 4,75 poin atau 5,69 persen ke US$78,74 per barel. Adapun harga minyak Brent turun 4,31 poin atau 4,76 persen ke US$86,15 per barel.

Tim Analis Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan bahwa resesi ekonomi dan inflasi tinggi secara global yang dipicu oleh kasus wabah Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina mendorong penolakan negara-negara barat membeli minyak mentah Rusia. Hal tersebut akhirnya menjadi penghambat pemulihan ekonomi global.


 Anjungan minyak/Bloomberg


Sementara itu, upaya bank sentral AS untuk menekan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan secara agresif mendukung dolar AS menguat sejak awal tahun 2022 ini. The Fed diekspektasikan akan menaikkan suku bunga kembali di bulan Oktober mendatang.

“Hal-hal ini telah membebani harga minyak hari ini, walau dibatasi kekhawatiran kelangkaan minyak mentah seiring tertehannya pencabutan sanksi untuk Iran,” jelas Tim Riset MIFX dalam riset yang dikutip Sabtu (24/9/2022).

MIFX memperkirakan bahwa minyak berpotensi dijual menguji level support di US$80 per barel apabila turun di bawah US$81 per barel.


Baca juga: Sinyal Positif dari China Pendongkrak Harga Minyak


Namun, jika bergerak naik ke atas level US$82,50, minyak berpeluang dibeli menguji resistance selanjutnya di US$83,50 per barel.

Peluang BBM Turun 

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan adanya potensi harga BBM non subsidi, Pertamax, untuk turun karena menyesuaikan harga minyak mentah dunia.

“Banyak juga yang bicara, nanti kalau harga minyak dunia turun seperti apa, ya pasti kita turun, cuma yang mesti diingat apa yang dilakukan pemerintah hari ini, itu mengurangi subsidi," kata Erick saat meninjau Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC) di Jakarta, Rabu (7/9/2022).


Baca juga: Daya Pikat Minyak Murah Rusia untuk Indonesia Makin Kuat


Pada saat pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM, Sabtu (3/9/2022) 14.18 WIB, harga minyak Brent (ICE) berada di angka US$93,02 per barel untuk pengiriman November.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Oktober 2022 berada pada level US$86,87 per barel.

Melihat penurunan yang terjadi, sangat mungkin menjadi acuan pemerintah dalam melakukan penyesuaian harga BBM.


Petugas SPBU di Kota Palembang mengisi BBM kendaraan saat libur Natal 2020. istimewa


"Kalau nanti harga minyak dunia turun, Pertamax akan harga pasar, jadi bisa saja turun, tapi apakah Solar dan Pertalite itu nanti harga pasar, tidak bisa karena itu subsidi," tuturnya.

Adapun pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, Solar subsidi dari harga awal Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Sementara Pertamax non subsidi disesuaikan dari angka Rp12.500 ke posisi Rp14.500 per liter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.