Mitra Angkasa Berencana Cari Dana Segar di Lantai Bursa

Mitra Angkasa berencana masuk ke pasar modal dengan mekanisme penawaran umum saham perdana.

Zufrizal

29 Nov 2021 - 07.16
A-
A+
Mitra Angkasa Berencana Cari Dana Segar di Lantai Bursa

Mobil boks siap untuk mendistribusikan produk mur dan baut produksi PT Mitra Angkasa Sejahtera.-Sumber: Tangkapan layar kanal YouTube PT MAS

Bisnis, JAKARTA — Guna meningkatkan kinerja sekaligus mendongkrak daya saing, PT Mitra Angkasa Sejahtera berencana melantai di Bursa Efek Indonesia.

“Kami berencana masuk pasar modal untuk menambah modal dalam memperluas jaringan pemasaran,” ujar Direktur Utama PT Mitra Angkasa Sejahtera Simon Hendiawan melalui keterangan pers, Senin (29/11/2021).

Dia belum memerinci kapan dan berapa banyak dana yang dibidik saat masuk ke pasar modal.“Niatnya, kami masuk ke pasar modal dengan mekanisme penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).”

Menurut Simon, masuknya perusahaan ke pasar modal akan mendongkrak daya saing sekaligus meningkatkan good corporate governance (GCG). “Perusahaan akan kian kredibel dan transparan serta daya saing akan lebih tinggi.”

Seperti dikutip melalui laman resminya, MAS fokus memberi solusi kebutuhan mur dan baut dari berbagai merek untuk keperluan berbagai industri. Perusahaan itu juga menjadi prinsipal pemasok merek PATTA di Indonesia.

Pada 2016, MAS meluncurkan bisnis model waralaba pertama di Indonesia untuk penjualan mur dan baut, yaitu RJ Steel. 

Saat ini, waralaba RJ Steel telah hadir di lebih dari 20 kota di seluruh Indonesia. Setelah itu, pada 2020 MAS memulai ekspansi bisnis guna untuk memenuhi kebutuhan mur dan baut di sektor industrial.

Simon menilai bahwa bisnis baut dan mur sangat prospektif di Indonesia, terlebih pemerintah sangat massif membangun infrastruktur. “Pelaksanaan konstruksi infrastruktur sangat membutuhkan baut dan mur. Oleh karena itu, sektor bisnis ini kian prospektif.”

MAS optimistis program vaksinasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi yang terus dilakukan pemerintah akan kembali menimbulkan gairah bisnis sehingga bisa menjadi salah satu pendorong kinerja perseroan.

Oleh karena itu, ujar Simon, hingga Oktober 2021, penjualan MAS bertumbuh di atas 11% dibandingkan dengan periode sama setahun sebelumnya.

"Pelaksanaan vaksinasi dan pemulihan ekonomi yang terus gencar dilakukan pemerintah mendorong kami pulih di tengah pandemi. Kami optimistis proyeksi tahun ini mulai kembali ke normal, bahkan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020. Hingga Oktober 2021 penjualan kami tumbuh di atas 11%," tuturnya.

Pada 2020, Simon menambahkan bahwa penjualan MAS hanya bertumbuh 5% dibandingkan dengan 2019.

Produk baut dan mur masuk dalam kategori fastener karena merupakan komponen penting dalam beragam industri seperti konstruksi bangunan, manufaktur, properti, hingga infrastruktur.

Simon menambahkan bahwa produk baut dan mur merupakan industri yang unik dan kompleks. Sektor ini boleh dikatakan sebagai ‘bahan pokok’ bagi bidang industri manufaktur, konstruksi hingga industri dawai.

"Baut atau mur itu berfungsi untuk menyambungkan dan mengencangkan material yang cukup vital dalam kehidupan kita sehari-hari, jenisnya bermacam-macam ada sekitar 70.000 jenis baut," papar Simon.

Dia menjelaskan bahwa hingga saat ini permintaan baut di Indonesia masih lebih lebih tinggi dibandingkan dengan pasokan.

Kebutuhan baut dewasa ini sangat bisa di temui di hampir segala bidang. Dan membuat baut dan mur diklaim menjadi salah satu investasi bisnis yang sangat menjanjikan dalam menopang pembangunan infrastruktur Indonesia bahkan di seluruh dunia.

"Permintaan lebih tinggi dari pada pasokan. Itu berarti potensi bisnisnya bagus sekali. Kami saja sampai saat ini kewalahan memenuhi permintaan pasar karena tingginya kebutuhan," kata Simon.

Editor: Zufrizal

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.