Momentum Indonesia Melipatgandakan Nilai Tambah

Tidak hanya dapat memberikan manfaat dari sisi nilai dan harga barang di pasar global, penghiliran juga berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru di Tanah Air.

Ibeth Nurbaiti

8 Sep 2022 - 04.30
A-
A+
Momentum Indonesia Melipatgandakan Nilai Tambah

Berkah kenaikan harga komoditas semestinya menjadi momentum bagi industri tambang di Tanah Air untuk melipatgandakan nilai tambah hasil tambangnya dengan mempercepat penghiliran. 

Terlebih, pembangunan industri pengolahan dan pemurnian (smelter) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara.

Baca juga: Tatkala Penghiliran Tambang Bukan Hanya Sebatas Angan

Tidak hanya dapat memberikan manfaat dari sisi nilai dan harga barang di pasar global, penghiliran juga berdampak pada terciptanya lapangan kerja baru di Tanah Air. Selain itu, struktur produk domestik bruto (PDB) yang selama ini didominasi oleh konsumsi dan investasi juga akan lebih kuat dengan adanya penghiliran.

Penghiliran juga digadang-gadang mendongkrak investasi, sehingga struktur PDB lebih kokoh. Sebab, jika ditelusuri, kendati realisasi investasi terus tumbuh, rupanya kontribusi terhadap struktur PDB berada dalam tren penurunan.

Baca juga: Polemik BBM: Kuota Jebol, Subsidi Mental, Bakar Uang Jalan Terus

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi investasi yang tecermin pada pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pada PDB kuartal II/2022 hanya 27,13%, lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2022 yang mencapai 30,44%, maupun dibandingkan dengan kuartal II/2022 yang mencapai 29,85%.


Faktanya, realisasi penanaman modal pada kuartal II/2022 meningkat 35,5% (year-on-year/YoY) dan naik 7,01% (YoY) dibandingkan dengan kuartal I/2022.

Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa nilai tambah dari program penghiliran produk tambang mentah belakangan sudah menunjukkan hasil yang positif. Selain neraca dagang yang berbalik positif dengan sejumlah mitra kuat, pendapatan negara dari sektor pertambangan juga makin besar pada tahun ini.

Baca juga: Menanti Indonesia Naik Kelas dengan Pembangunan Smelter

Nilai tambah itu dipastikan terus tumbuh asalkan target sejumlah pembangunan pabrik pemurnian dan pengolahan mineral logam di Tanah Air dapat segera rampung pada 2024.

Sebagai contoh, pengerjaan untuk smelter konsentrat tembaga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur yang pengerjaannya belakangan dipercepat selepas pelandaian pandemi tahun ini.

“Setelah Gresik beroperasi akan kelihatan berapa nilai tambah dari copper yang sudah lebih dari 50 tahun kita ekspor mentahan. Begitu juga dengan bauksit akan muncul angka-angka di atas US$30 miliar entah dari nikel, tembaga, bauksit, saya pastikan itu,” kata Jokowi dalam sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Jakarta, Rabu (7/9/2022).


Potensi penghiliran yang masih prospektif itu, juga turut berdampak positif pada kinerja neraca perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara besar seperti India, China, hingga Amerika Serikat.

Jika neraca dagang Indonesia dengan China sempat defisit hingga US$13 miliar pada 2014 lalu, belakangan sudah menciut di angka US$2,4 miliar pada 2021.

Sementara itu, neraca dagang Indonesia dengan Amerika Serikat malahan dipastikan mengalami surplus yang makin besar pada tahun ini lewat intensifikasi penghiliran mineral logam mentah tersebut. 

Baca juga: Menyibak Fakta-Fakta di Balik Kenaikan Harga BBM Subsidi 2022

Presiden memastikan neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat sudah surplus di angka US$14,4 miliar pada pertengahan tahun ini. “Tahun ini kita pastikan sudah surplus dengan RRT [China] karena raw material yang sudah tidak diekspor dengan Amerika juga sama dulu surplus kita di 2014 US$3,3 miliar sekarang US$14,4 miliar,” tuturnya.

Dari sisi penerimaan negara, sektor pertambangan dinilai bakal ikut memberi kontribusi yang dominan setelah komitmen pemerintah mendorong penghiliran produk tambang mentah. “Saya contohkan, kita dapat dari Freeport 62 persen dari dividen, royalti dari pajak tapi kalau ditambah dengan mitra-mitranya itu ada di 70 persen kita dapat,” kata Jokowi.

Adapun, untuk mengakomodir keinginan investor memacu penghiliran di dalam negeri, pemerintah pun siap menuruti keinginan pelaku usaha dalam menjamin pasar dari produk hasil penghiliran. (Ni Luh Anggela/Nyoman Ary Wahyudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.