Morris Garage (MG) Bangun Pabrik di Indonesia Rp4 Triliun

Morris Garage (MG) menyiapkan investasi sekira Rp4 triliun untuk membangun lini produksi mobilnya, termasuk model listrik, di Cikarang, Bekasi. Fasilitas produksi ini ditargetkan beroperasi mulai Februari 2024.

Fatkhul Maskur

16 Nov 2023 - 12.17
A-
A+
Morris Garage (MG) Bangun Pabrik di Indonesia Rp4 Triliun

MG ZS EV. - Foto MG

Bisnis, JAKARTA—Morris Garage (MG) menyiapkan investasi sekira Rp4 triliun untuk membangun lini produksi mobilnya, termasuk model listrik, di Cikarang, Bekasi. Fasilitas produksi ini ditargetkan beroperasi mulai Februari 2024.

Marketing & PR Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin menjelaskan SAIC, selaku induk telah menggelontorkan dana hingga Rp10 triliun untuk pabrik yang terletak di Cikarang. Sekitar Rp4 triliun pun digelontorkan untuk lini produksi MG.

“[Nilai investasi] untuk MG saja mungkin Rp4 triliun,” tuturnya di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

Shanghai Automotive Industry Corporation (SAIC) juga merupakan induk perusahaan SGMW yang memiliki pabrik Wuling Motors di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat. Pabrik Wuling beroperasi sejak Selasa (11/7/2017).

Arief mengatakan pabrik MG Indonesia akan mulai beroperasi penuh pada Februari 2024 untuk memproduksi model ZS EV, sedangkan produksi MG 4 EV akan dimulai pada Maret 2024.

Adapun kapasitas maksimal produksi dari pabrik tersebut mencapai 100.000 unit per tahunnya. Namun, hal ini akan dilakukan secara bertahap dengan 60% kapasitas untuk memproduksi mobil listrik, dan sisanya untuk ICE.

Di sisi lain, adanya produksi secara lokal juga membuat MG mengejar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40% untuk mendapatkan potongan subsidi pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi hanya 1%.

Kemudian MG juga akan terus menggenjot TKDN menjadi 60% pada 2027 sesuai dengan peta jalan dari pemerintah untuk mobil listrik.

“Target kami 40% harus ter-fulfill, dan pada 2027 sesuai dengan yang memang diinginkan oleh government 60% secara bertahap target kami akan ke arah sana,” jelasnya.

Seiring adanya produksi lokal harga untuk MG MZ EV pun diperkirakan akan berada pada rentang Rp500 juta sampai Rp550 juta. Kemudian adanya insentif dari pemerintah nantinya akan ada penyesuaian harga sehingga di bawah Rp500 juta.

Dia pun menyebut produk yang nantinya akan dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) Februari 2024 mendatang sudah model yang diproduksi secara lokal. Sejauh ini pun sudah terdapat 1.300 unit pemesanan untuk model ZS EV.

“Target kami saat IIMS 2024 sudah bisa mengirimkan ZS EV yang memang diproduksi CKD,” katanya.

Sebagai informasi MG 4 EV saat ini dibanderol seharga Rp649,9 juta, sedangkan untuk ZS EV belum diumumkan untuk harga resminya. Kedua model tersebut saat ini berstatus impor utuh dari China.

Sepanjang tahun ini hingga September, MG 4 EV mencatatkan penjualan wholesales 81 unit, adapun ZS EV terjual 2 unit.

 

TEKANAN KURS

MG sebelumnya tengah melakukan evaluasi untuk impor mobilnya seiring rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Marketing & PR Director MG Motor Indonesia Arief Syarifudin mengatakan fluktuasi nilai tukar rupiah yang menimbulkan potensi kenaikan biaya impor menjadi salah satu tantangan industri otomotif.

Berdasarkan data Bloomberg nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 0,04 persen atau 5,5 poin ke level Rp15.612 pada perdagangan akhir pekan Jumat, (6/10/2023). Penguatan terjadi pasca rupiah mengalami koreksi dua hari beruntun.

Meski terdapat mekanisme hedging atau nilai lindung kurs, MG Indonesia membuka opsi lain untuk menghadapi dinamika kurs mata uang. “Berbagai opsi sedang kami evaluasi, termasuk potensi penyesuaian volume impor,” ujar Arief kepada Bisnis, Minggu (8/10/2023).

Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), impor CBU merek Morris Garage mencapai 803 unit sepanjang Januari-Agustus 2023, naik 34,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 599 unit.

Arief menyebut kenaikan impor ini terpacu permintaan yang bertumbuh signifikan. Morris Garage juga melakukan ekspansi dealer dan distribusi ke wilayah-wilayah baru di Indonesia.

Oleh karena itu, Morris Garage juga berfokus pada upaya untuk memproduksi lokal sebagai bagian dari komitmen investasi jangka panjang di Indonesia.

Adanya produksi secara lokal pun diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Morris Garage terhadap impor dan memberikan fleksibilitas dalam menentukan strategi penetapan harga di tengah fluktuasi ekonomi.

“Kami berharap dapat terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri otomotif di Indonesia,” katanya.

Sebagai informasi, Morris Garage akan mulai memproduksi mobil secara lokal pada kuartal I/2024. Perakitan mobil secara lokal ini diharapkan dapat menyesuaikan produk Morris Garage dengan preferensi dan persyaratan pasar Indonesia.


MODEL LISTRIK

Strategi perakitan lokal MG akan menambah daftar model kendaraan listrik made-in Indonesia. Sejauh ini, dari 25 model kendaraan listrik baterai yang dipasarkan di Indonesia, hanya dua model yang telah dirakit secara lokal Indonesia, yakni Hyundai Ioniq 5 (Maret 2022), dan Wuling Airev (Juni 2022).

Sepanjang Januari-Oktober 2023, kedua model tersebut mendominasi pasar mobil listrik plug-in dengan pangsa 82%. Perinciannya, Hyundai Ioniq 5 terjual 5.827 unit (48%), adapun Wuling Airev terjual 4005 unit (33%).

MG 4 EV tercatat menjadi model mobil listrik baterai plug-in terlaris ke-10 dengan angka penjualan sebanyak 81 unit. Adapun MG ZS EV mencatatkan angka penjualan 2 unit.

Mobil ini sempat diklaim sukses membukukan surat pemesanan kendaraan (SPK) sebanyak 1.200 unit pada Mei 2023, atau dalam kurun waktu sekitar dua bulan sejak dibuka pre-order bagi konsumen Indonesia.

Di arena GIIAS 2023, 10-20 Agustus, MG4 EV menjadi primadona pilihan kendaraan listrik utama pengunjung GIIAS 2023 dengan kontribusi 103 unit atau 24% terhadap total SPK yang diraih MG Indonesia. Adapun di GIIAS Surabaya 2023, 20-24 September, MG 4 EV diklaim meraih 312 SPK.

Strategi perakitan lokal diproyeksikan tidak saja akan meningkatkan penjualan MG, tetapi juga akan meningkatkan adopsi mobil listrik di Indonesia.  

Sepanjang Januari-Oktober 2023, penjualan mobil listrik tercatat meningkat 101% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 11.969 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.