Mudik dan Ragam Tradisi Unik Lebaran di Negara Mayoritas Muslim

Selain mudik, ragam trandisi unik lainnya juga banyak dilakukan oleh umat muslim di berbagai belahan dunia pada saat merayakan Hari Raya Idulfitri.

Reporter

7 Apr 2024 - 14.58
A-
A+
Mudik dan Ragam Tradisi Unik Lebaran di Negara Mayoritas Muslim

Ilustrasi menu makanan khas lebaran di Indonesia. Istimewa

Bisnis, JAKARTA — Mudik lebaran ternyata tidak hanya menjadi tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri, melainkan masyarakat di sejumlah negara lain juga melakukan hal yang sama.

Namun, selain mudik, ragam trandisi unik lainnya juga banyak dilakukan oleh umat muslim di berbagai belahan dunia pada saat merayakan Hari Raya Idulfitri.

Lantas, negara mana saja yang memiliki tradisi mudik lebaran?

Bangladesh

Diketahui lebih dari 80% populasi masyarakat di Bangladesh memiliki latar belakang agama Islam. Banyaknya umat muslim itu membuat Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang dimanfaatkan untuk mudik ke kampung halaman, di mana kepadatan selalu terjadi di terminal feri dan stasiun kereta api Dhaka.

 

Singapura

Saat lebaran, masyarakat Singapura yang memeluk agama Islam melakukan aktivitas mudik ke rumah orang tua, kerabat, dan saudara untuk saling memaafkan satu sama lain.

Mereka juga menggelar open house, di mana setiap orang bisa saja berkunjung untuk bercengkerama dan menikmati hidangan khas lebaran. Selain itu, banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja dan menempuh pendidikan di sana ikut memadati beberapa layanan transportasi untuk balik ke Tanah Air.

 

Malaysia

Sudah diketahui banyak orang bahwa mayoritas penduduk di Malaysia adalah pemeluk agama Islam. Masyarakat di sana kerap menamainya dengan istilah ‘Balek Kampong’ atau kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi bersama keluarga, sehingga kepadatan lalu lintas tidak terhindari ketika memasuki musim lebaran.

 

Vietnam

Jumlah pemeluk agama Islam di Negeri Naga Biru itu tidak terlalu banyak, tetapi pemerintah setempat selalu mendukung kegiatan saat Hari Raya Idulfitri. Tidak seperti pemerintah Indonesia yang menetapkan cuti bersama saat lebaran, pemerintah Vietnam menetapkan cuti bersama saat perayaan Tahun Baru Imlek atau Hari Raya Tet.

Dengan demikian, WNI yang bekerja di sana akan kesulitan mendapatkan hari libur untuk mudik dan hanya bisa mengunjungi teman atau saudara yang tidak menempuh jarak jauh.

 

Thailand

Mudik besar-besaran hanya terjadi di empat provinsi, yakni Narathiwat, Pattani, Yalla, dan Satun, mengingat mayoritas penduduk di sana merupakan pemeluk agama Islam. Sama seperti Indonesia, mereka membuat ketupat dan hidangan khas lebaran untuk disantap ketika hari kemenangan tiba, bahkan banyak yang mengunjungi makam untuk berziarah

Baca juga:

Cek Daftar Lokasi Posko Mudik Lebaran 2024, Gratis Layanan Kesehatan

Jaminan Pemerintah Jalur Mudik Aman Dilalui di Tengah Cuaca Ekstrem

JELAJAH LEBARAN 2024: Menilik Antusiasme Pemudik di Pelabuhan Merak

Anti-Mainstream Agar Mobil Nyaman Buat Mudik Lebaran 2024

Dirut Pertamina Pastikan Suplai Avtur Penuhi Kebutuhan Masa Mudik


Turki

Penduduk Turki yang mayoritas beragama Islam juga melakukan aktivitas mudik saat memasuki Hari Raya Idulfitri. Momen ini kerap disebut ‘Seker Bayram’ dan sangat berarti bagi para perantau di sana.

Menjelang lebaran, biasanya penduduk muslim Turki akan memadati pelabuhan, bandara, dan terminal. Tak jauh berbeda dengan Indonesia, masyarakat Turki akan membeli baju baru untuk menyambut hari penuh kebahagian tersebut.

Adapun, berdasarkan world population review, sejumlah negara yang tercatat memiliki populasi umat muslim terbanyak di dunia per 2024 adalah Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Turki, dan Iran.


Negara-negara dengan populasi umat muslim terbanyak di negaranya itu juga memiliki tradisi unik menyambut lebaran, selain mudik.

Turki

Negara yang terletak di kawasan Timur Tengah ini memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri atau biasa disebut ‘Bayram’. Tak jauh berbeda dengan Indonesia, penduduk di sana akan memadati pasar untuk membeli pakaian baru yang dinamakan ‘Bayramlik’.

Selain itu, masyarakat Turki akan membuat makanan manis untuk disuguhkan kepada tamu atau dibagikan kepada anak-anak yang biasanya mengitar membawa kantong untuk kemudian diisi dengan makanan tersebut.

Turki memiliki lebih dari 90%, dan saat lebaran para penduduknya akan mendatangi kediaman orang tua atau kerabat dan memberikan salam ‘Bayram’ dengan cara menempelkan dahinya ke orang yang berusia tua. Hal ini cara untuk menghormati kalangan tua.

 

Afganistan

Kurang lebih dari 30 juta penduduk Afganistan memeluk agama Islam yang tentunya mempunyai tradisi menyambut hari kemenangan. Berbeda dari negara lainnya, penduduk di sana melakukan tradisi ‘Tarung Telur’ atau ‘Tokhm-Jangi’.

Jadi, sebelum memulai pertandingan, telur-telur yang siap bertarung direbus terlebih dulu. Lalu setelah matang, telur dihias sesuai kreativitas. Pertandingan ini dilakukan oleh dua orang atau lebih. 

Permainannya cukup sederhana karena telur akan diadu satu sama lain antara pemain A dan B. Jika telur pemain A berhasil memecahkan telur pemain B dalam keadaan utuh, maka pemain A dinyatakan menang. Namun, apabila telur pemain B berhasil bertahan dan membuat telur pemain A pecah, maka pemain B menang dalam pertandingan. Dapat dikatakan, telur yang tidak pecah adalah pemenangnya.

 

Arab Saudi

Negara ini sudah tidak perlu diragukan lagi atas banyaknya populasi umat muslim, karena juga menjadi titik sentral bagi umat muslim di seluruh dunia. Tradisi yang melekat selama perayaan lebaran adalah pameran kebudayaan Arab Saudi.

Para penduduk Arab Saudi akan mengadakan festival teater, puisi, parade, sampai pertunjukan musik yang dibalut budaya khas Arab Saudi. Selain itu, setiap rumah dihias agar tampak menawan saat Hari Raya Idulfitri. Dari tradisi makanan, masyarakat Arab Saudi memasak makanan berbahan dasar daging domba serta beberapa kondimen lainnya.

 

Indonesia

Lebih dari 200 juta penduduk Indonesia mempunyai latar belakang agama Islam, sehingga tidak heran jika masyarakatnya sangat antusias merayakan lebaran lewat berbagai tradisi yang diyakini sejak dahulu.

Selain mudik, dengan berbondong-bondong pergi ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan sanak saudara yang dihiasi dengan acara sungkeman sebagai simbol saling memaafkan agar kembali suci, umat muslim Indonesia juga memiliki tradisi unik lainnya.

Masyarakat biasanya akan memasak makanan khas lebaran seperti rendang, opor ayam, sayur labu, ketupat, kue nastar, dan lainnya. Makanan tersebut biasanya dibagikan ke tetangga atau disuguhkan ketika ada tamu yang datang.


 

Pakistan

Pakistan memiliki penduduk muslim sekitar 240,8 juta jiwa. Antusias masyarakat di sana sangat tinggi dalam menyambut perhelatan lebaran melalui tradisi ‘Chand Raat’ atau dimaknai sebagai malam terakhir hari Ramadan.

Pada malam terakhir itu, para wanita menghias tangannya menggunakan henna atau dikenal sebagai tradisi ‘mehndi’. Pada malam itu juga semua masyarakat memadati setiap pusat perbelanjaan dan memborong pakaian maupun barang baru lainnya. Lebih dari itu, perayaan makin meriah saat orang-orang mulai menghias rumahnya agar tampak cantik.

 

Maroko

Hampir 98% penduduk Maroko beragama Islam. Pastinya lebaran memiliki tradisi unik yang telah ditekuni sejak lama oleh penduduk sekitar. Tradisi ini bernama ‘Idiya’, di mana setiap penduduk Maroko saling bertukar hadiah atau uang kepada kerabat terdekat dan orang yang kurang mampu.

Makanan khas Maroko pun tidak luput dari momen bahagia itu, masing-masing penduduk, salah satunya Tajine yang merupakan wadah tanah liat untuk memasak daging sapi, ayam, dan domba serta rempah-rempah lainnya. (Muhammad Sulthon Sulung Kandiyas)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.