Mudik Lebaran 2022, Pasokan BBM Jalur Lintas Sumatra Aman

Kementerian ESDM telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketersediaan BBM di SPBU sepanjang jalur mudik, tak terkecuali Jalan Tol Trans-Sumatra dan Jalur Lintas Timur Sumatra. SPBU harus dijaga keterisiannya, tidak boleh kurang dari 60 persen dari kapasitas penuh.

Emanuel Berkah Caesario

30 Apr 2022 - 11.00
A-
A+
Mudik Lebaran 2022, Pasokan BBM Jalur Lintas Sumatra Aman

Bisnis, JAMBI — Tak bisa dipungkiri, antrean kendaraan yang mengular di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) selama ini menjadi pemandangan yang biasa di sebagian wilayah Sumatra. Demikian halnya dengan SPBU yang kosong melompong lantaran kehabisan stok bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut menjadi momok bagi pemudik yang melintas di Jalur Lintas Tengah maupun Jalur Lintas Timur Sumatra. Sebagai upaya antisipasi, tak sedikit di antaranya yang mengisi penuh BBM kendaraannya sebelum menyeberang di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Upaya antisipasi lainnya adalah sebisa mungkin mengisi BBM ketika bertemu dengan SPBU. Jauhnya jarak satu SPBU ke SPBU lainnya juga ikut menjadi pertimbangan mengapa upaya tersebut dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh Buyung, pemudik yang bertujuan ke Bangkinang, Riau. Sebisa mungkin, dia mengisi penuh tangki kendaraannya ketika bertemu SPBU yang menjual BBM berjenis solar.

"Antisipasi saja, kalau yang sudah pernah jalan di Sumatra paham ini pastinya. Setiap ketemu [SPBU] yang jual solar, mampir isi. Daripada sudah jalan di depan tahu-tahu habis atau tutup SPBU-nya," katanya ketika ditemui oleh Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia di SPBU Pondok Meja, Muaro Jambi, Jambi, Jumat (30/4) malam.

Buyung mengungkapkan dirinya menggunakan BBM jenis solar, alih-alih Dexlite atau Pertamina Dex agar ongkos perjalanan bisa ditekan. Tentu saja, pilihannya menggunakan solar bukan tanpa konsekuensi.

“Pakai solar biasa saja, pakai Dexlite atau Pertamina Dex mahal. Mobilnya juga masih bisa pakai solar kok, bukan mobil baru, [Toyota] Innova lama. Buat jaga-jaga saya bawa saringan BBM cadangan juga, takutnya mampet,” tuturnya.

Petugas melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) ke mobil jelajah lebaran Bisnis Indonesia di stasiun pengisi bahan bakar umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) di salah satu rest area tol Trans-Sumatra (JTTS), ruas Bakau Heni Terbanggi Besar, Lampung, Kamis (28/4). JIBI/Bisnis/Suselo Jati

Buyung menilai ketersediaan solar si SPBU sepanjang Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) dan Jalan Lintas Timur Sumatra yang dilaluinya terbilang baik. Tidak terlihat antrean mengular hingga keluar SPBU seperti yang biasanya terjadi.

“Ini aman sekali, solar tidak susah, karena mau Lebaran mungkin ya. Biasanya cari solar itu susah. Sekalipun ada antri panjang bareng truk atau pengepul pakai jeriken,” ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Robby, pemudik yang bertolak dari Pekanbaru, Riau menuju Belinyu, Bangka Belitung. Dirinya sebisa mungkin mengisi BBM ketika menemui SPBU di Jalur Lintas Timur Sumatra yang dilaluinya.

Alasannya, tak semua SPBU menyediakan BBM jenis solar. Selain itu, dia tak mau ambil risiko kehabisan BBM di tengah jalan sehingga harus membeli ke pengecer dengan harga lebih tinggi.

“Mobillnya kan [Isuzu] Panther, sudah tua dan minyaknya pakai solar memang. Daripada habis nanti beli di jalan, sudah mahal, kadang ya buruk itu [kualitas] solar di mereka,” katanya ketika ditemui oleh Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia di SPBU Suka Jaya, Bayung Lencir, Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (29/4).

Bicara soal ketersediaan solar di SPBU yang dilaluinya sepanjang Jalur Lintas Timur Sumatra, menurut Robby sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tak terlihat SPBU dengan antrean panjang hingga ke luar atau kehabisan stok.

“Ada antrean tetapi tidak panjang, terhitung normal. Solar tidak payah carinya. SPBU ini ramai juga karena sekalian istirahat buka puasa, salat maghrib, isi minyak sekalian,” paparnya.

Di tempat yang sama, Yusuf, pemudik yang bertolak dari Jakarta menuju Muara Bungo, Jambi menyebut tidak ada masalah ketersediaan BBM di JTTS maupun Jalur Lintas Timur Sumatra. Walaupun demikian, dirinya sebisa mungkin mengisi BBM ketika menemukan SPBU.

“Jarak [SPBU] kan jauh-jauh, kalau ketemu ya isi sekalian istirahat juga. Isinya Pertalite juga, di tol itu beberapa [SPBU] enggak jual. Tetapi amanlah intinya soal BBM ini,” katanya kepada Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia.

Berdasarkan penelusuran Tim Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia ketersediaan BBM sepanjang JTTS dan Jalur Lintas Timur Sumatra dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung hingga Jambi terbilang aman. Tidak terlihat antrean mengular hingga luar SPBU atau SPBU tutup karena kehabisan stok.

Beberapa SPBU terlihat lebih ramai lantaran menjual BBM jenis solar dan Pertalite. Sebagai catatan, tak semua SPBU, khususnya dI JTTS yang menjual BBM bersubsidi itu.

Adapun, SPBU modular yang disiapkan di JTTS hanya menjual BBM non-subsidi berjenis Pertamax, Dexlite, dan Pertamina Dex. SPBU tersebut disiapkan di sejumlah tempat istirahat dan pelayanan (TIP) yang belum dibangun SPBU.

Karyawan melakukan pengecekan modul pengisi daya di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) milik PT PLN (Persero) di salah satu rest area tol Trans-Sumatra (JTTS), ruas Bakau Heni Terbanggi Besar, Lampung, Kamis (28/4). JIBI/Bisnis/Suselo Jati

 

MINIMAL 60 PERSEN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketersediaan BBM di SPBU sepanjang jalur mudik, tak terkecuali JTTS dan Jalur Lintas Timur Sumatra. SPBU harus dijaga keterisiannya, tidak boleh kurang dari 60 persen dari kapasitas penuh.

“Ditambah dengan penguatan tambahan mobil-mobil suplai (mobile storage). Saya minta mobil suplai ini terisi penuh sehingga dapat mendistribusikan di tempat-tempat yang membutuhkan," katanya melalui keterangan resmi, Jumat (30/4).

Berdasarkan pantauan Kementerian ESDM, secara umum tidak ditemui kendala terkait ketersediaan BBM di SPBU-SPBU sepanjang jalur mudik. Saat ini, yang terjadi justru kepadatan arus lalu lintas masyarakat yang sangat mungkin membuat distribusi BBM terhambat.

“Dari ketersediaan BBM, saya kira tidak ada masalah berarti. Hanya kita lihat situasi kepadatan arus lalu lintas ini memang luar biasa,” tegasnya.

Oleh karena itu, Kementerian ESDM meminta PT Pertamina (Persero) untuk menyiapkan armada distribusi atau mobil tangki yang terisi penuh di titik-titik tertentu. Apabila terjadi kepadatan arus lalu lintas atau kemacetan menuju SPBU yang membutuhkan tambahan stok BBM, mobil tangki itu nantinya yang akan dikerahkan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Erika Retnowati menyatakan bahwa ketahanan rata-rata stok seluruh jenis BBM dapat mencapai 21 hari hingga awal Mei 2022 nanti.

Adapun, perinciannya adalah BBM jenis Pertalite dapat mencapai 17,47 hari, Pertamax sebanyak 32,30 hari, Pertamax Turbo mencapai 59,86 hari, solar sebesar 21,85 hari, Dexlite mencapai 1,96 hari dan Pertamina Dex hingga 72,03 hari. Sementara itu, untuk stok untuk avtur dapat bertahan hingga 37,18 hari ke depan.

***

Guna memantau kelancaran dan kesiapan infrastruktur saat arus mudik, Bisnis Indonesia kembali menggelar Jelajah Lebaran 2022 setelah absen pada 2020 dan 2021.

Jelajah Lebaran 2022 Bisnis Indonesia dilaksanakan pada Rabu (27/4) hingga Rabu (4/5). Jelajah Lebaran 2022 dilakukan dengan perjalanan melalui dua rute. 

Pertama, untuk rute Jawa—Bali  dilaksanakan dengan menyusuri jalan tol Trans Jawa dan dilanjutkan menyisir jalur pantai utara (pantura) menuju Banyuwangi dan dilanjutkan penyeberangan ke Bali. 

Kedua, untuk rute Sumatra  melalui jalan tol Trans-Sumatra dari Lampung hingga Dumai, Riau.

(Reporter: Rezha Hadyan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.