Mulai Menghitung Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan via Ecovisea

Banyak perusahaan di Indonesia mulai dari pelaku usaha besar, mikro, kecil, dan menengah hingga startup belum menghitung jejak karbonnya.

Jaffry Prabu Prakoso

7 Feb 2024 - 11.06
A-
A+
Mulai Menghitung Gas Rumah Kaca yang Dihasilkan via Ecovisea

Ilustrasi jejak karbon. /Istimewa

Bisnis, JAKARTA  East Ventures dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meluncurkan Ecovisea. Ini merupakan singkatan dari Emission Calculator & Visualization Southeast Asia atau Kalkulator Emisi & Visualisasi Asia Tenggara. 

Berkolaborasi dengan WRI Indonesia sebagai knowledge partner, Ecovisea adalah kalkulator emisi gas rumah kaca (GRK) global berbasis web dan dapat digunakan secara gratis oleh perusahaan untuk menghitung dan mengukur dampak lingkungannya.

Indonesia merupakan salah satu dari 10 negara penghasil emisi terbesar dengan kontribusi ~1,48 GtCO2e (gigaton karbon dioksida ekuivalen) terhadap emisi GRK setiap tahunnya. 

Oleh sebab itu, diperlukan upaya ekstra untuk memastikan kemajuan progresif dalam mencapai target Perjanjian Paris, yaitu membatasi kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat celcius pada 2050. 

Baca juga: Memperluas Jangkauan Uji Coba Pasar Pertamax Green 95

Penghitungan emisi oleh perusahaan terkait dampak lingkungan yang mereka hasilkan, merupakan langkah krusial dan mendasar. Dengan melakukan hal tersebut, perusahaan dapat mengurangi dampak lingkungan atau membuat keputusan yang tepat untuk mencapai target keberlanjutan. 

Meskipun penghitungan emisi GRK bersifat krusial, banyak perusahaan di Indonesia mulai dari pelaku usaha besar, mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga startup belum menghitung jejak karbonnya. Hal ini pada umumnya disebabkan oleh kurangnya akses terhadap pengetahuan dan keahlian dalam menghitung emisi GRK.

Atas dasar itulah East Ventures-Kadin Indonesia dengan bimbingan WRI Indonesia meluncurkan Ecovisea. 

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Shinta W. Kamdani mengatakan bahwa Ecovisea merupakan platform yang esensial bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk mengukur dan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka.


Tampilan Ecovisea

Kami yakin bahwa Ecovisea akan memainkan peran penting dalam memungkinkan perusahaan-perusahaan nasional secara kolektif mencapai target pemerintah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai emisi nol bersih pada 2060,” katanya melalui keterangan pers, Selasa (6/2/2024).

Partner East Ventures Avina Sugiarto menjelaskan bahwa Ecovisea menyederhanakan proses perhitungan karbon yang sebelumnya dilakukan secara manual. Ini sekaligus memberdayakan dunia usaha untuk mendapatkan visualisasi sumber emisi GRK mereka. 

Baca juga: Mungkinkah Indonesia Memproduksi Semen Hijau?

Para pengguna pada akhirnya dapat mengidentifikasi strategi pengurangan emisi dengan lebih baik. Bersama-sama, kami bersemangat untuk membuka jalan menuju masa depan yang berkelanjutan, memanfaatkan kekuatan teknologi, dan secara aktif berkontribusi terhadap visi net zero yang dicanangkan pemerintah,” jelasnya.

Ecovisea dirancang untuk menghitung emisi yang dihasilkan perusahaan berdasarkan tiga scope atau cakupan. Pertama adalah emisi langsung dari sumber yang dimiliki atau dikuasai perusahaan. Contohnya adalah pembakaran stasioner, emisi fugitive, pembakaran bergerak, hingga emisi proses.

Keduam, emisi tidak langsung dari pembangkitan energi yang dibeli, seperti pembelian listrik hingga panas atau uap. Cakupan terakhir adalah semua emisi tidak langsung lainnya dari rantai nilai perusahaan, baik dari rantai nilai hulu maupun hilir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.