Musim Semi Aset Investasi Saham, Emas, dan Obligasi

Sejumlah sentimen positif mewarnai kinerja sejumlah instrumen investasi umum, yakni saham, emas, dan obligasi. Kinerjanya cenderung meningkat akhir-akhir ini.

Tim Redaksi

11 Mar 2024 - 11.55
A-
A+
Musim Semi Aset Investasi Saham, Emas, dan Obligasi

Bisnis, JAKARTA — Sinyal penurunan suku bunga yang disampaikan oleh pejabat Bank Sentral Amerika Serikat, the Fed, menjadi angin segar bagi berbagai instrumen investasi. Aset-aset seperti saham, emas, hingga obligasi pun terlihat menguat.

Penguatan di pasar saham tergambar dari kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang menyentuh rekor selama 2 hari berturut-turut pada Kamis dan Jumat pekan lalu, 7-8 Maret 2024. 

IHSG ditutup di level 7.381,90 pekan lalu, setelah sempat melonjak hingga ke 7.416,43 pada sesi pertama, Jumat (8/3/2024). 

Di sisi lain, harga emas kini juga mencapai rekornya. Harga emas global mencapai level US$2.178,95 per troy ounce pada akhir pekan. Sejalan dengan pergerakan emas global, harga emas 24 karat Antam menyentuh level tertinggi yakni Rp1.208.000 untuk ukuran 1 gram pada Minggu (10/3/2024).

Sementara itu, berdasarkan data worldgovernmentbonds.com, yield Surat Utang Negara (SUN) Indonesia tenor 10 tahun terlihat bergerak menurun dari posisi puncaknya dalam 2 bulan terakhir di level 6,751% pada Selasa (5/3/2024). 

Pada akhir pekan lalu, yield SUN 10 tahun ada di 6,724%. Turunnya yield SUN menunjukkan terjadinya kenaikan harga di pasar.

Pergerakan yield SUN 10 tahun sepanjang tahun berjalan 2024 hingga Senin, 11 Maret 2024. Yield SUN 10 tahun terakhir kali ditutup di level 6,724%. Sumber: worldgovernmentbonds.com.

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi, mengatakan bahwa komposisi aset saat ini dapat ditempatkan secara berimbang antara obligasi dan saham, menyusul rencana The Fed untuk menurunkan suku bunga yang akan diikuti oleh Bank Indonesia. Menurut Eri, penurunan suku bunga menjadi sentimen utama terhadap pergerakan aset saat ini.

"Selain itu, mungkin pemilu Amerika Serikat bisa berpengaruh," ucap Eri, Jumat (8/3/2024).

Dari berbagai macam aset yang ada, Eri melihat prospek saham sementara ini masih baik karena terbukti dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup stabil dan solid. Demikian pula halnya dengan prospek dari reksa dana pendapatan tetap yang berisikan obligasi.

"Reksa dana pendapatan tetap akan tetap menarik walaupun suku bunga masih belum turun di semester I/2024 prediksinya," kata Eri.

Baca Juga:

Dividen Bank BUMN untuk Negara Hampir Rp50 Triliun

Prospek Saham Bank Jumbo Kala Prabowo-Gibran Ungguli Pilpres 2024

Persaingan Bank Rebut Posisi 10 Besar Pencetak Laba Tertinggi

Prospek IPO Sektor Teknologi 2024

Asa Indeks High Dividend 20 Tersengat Sentimen Dividen Jumbo Awal Tahun

Proyeksi dan Rekomendasi IHSG Maret 2024

Gairah Merger dan Akuisisi Diramal Melonjak Usai Pemilu

Membaca Gairah Pasar IPO di Awal Tahun

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menuturkan bahwa saat ini terdapat sejumlah sentimen yang berkembang. Salah satunya, komitmen bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed untuk tetap menjalankan pivot policy.

Pivot policy the Fed adalah menerapkan expansionary monetary policy dan memang sebaiknya kita menantikan March dot plot. Pada saat perilisannya semoga tidak terjadi perubahan pada proyeksi the Fed, khususnya untuk tahun 2024,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (8/3/2024).

Pada Desember 2023, suku bunga The Fed diproyeksikan mengalami penurunan maksimum hingga 75 basis poin pada tahun ini. Untuk itu, Nafan menilai kebijakan pelonggaran moneter berpeluang terjadi pada Juni, September, dan Desember sesuai perilisan dot plot terbaru.


EFEK RAMADAN

Di sisi lain, sentimen dimulainya bulan Ramadan pun dapat turut menopang kinerja instrumen investasi, khususnya pasar saham.

Nafan mengungkapkan bahwa IHSG pada periode Maret – April memiliki performa yang baik selama 15 tahun terakhir. Apalagi, pada Maret 2024, mayoritas masyarakat Indonesia akan menyambut bulan suci Ramadan.

“Memasuki Ramadan, kami melihat sejauh ini indeks keyakinan konsumen berada di atas 120, sehingga menggambarkan outlook perekonomian kita berjalan stabil. Memang sangat optimistis karena masih cukup kuat,” pungkasnya.

Seiring hal tersebut, berdasarkan data Bloomberg, indeks penjualan ritel juga masih di atas level 200. Adapun inflasi juga cenderung stabil, meski mengalami sedikit kenaikan. Nafan menyatakan stabilitas inflasi masih terjaga antara 2,5% plus minus 1%.

“Kita juga melihat bahwa secara kinerja perekonomian, biasanya pada perilisan kuartal II/2024 nanti akan mengalami pertumbuhan karena realisasi dari peningkatan pengeluaran konsumsi selama momentum Ramadan,” kata Nafan.

Sentimen positif yang turut mempengaruhi IHSG adalah Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 yang berjalan relatif stabil. Menurutnya, adanya stabilitas politik dan keamanan akan secara simultan mempengaruhi keseimbangan perekonomian Indonesia.

Dengan segala sentimen tersebut, Mirae Asset merekomendasikan beberapa saham yang dapat dicermati investor. Saham-saham tersebut, antara lain, ACES, ANTM, ASII, BBCA, BBRI, ESSA, ICBP, INDF, MYOR, PGAS, dan TLKM.

(Reporter: Annisa Kurniasari Saumi & Dionisio Damara Tonce)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.