Free

Nasib Kereta Cepat Jakarta - Bandung Baru Balik Modal 38 Tahun

Kereta Cepat Jakarta - Bandung diperkirakan balik modal dalam kurun waktu 38 tahun setelah beroperasi. Proyeksi ini bahkan berpotensi molor seiring dengan keinginan Kementerian Perhubungan untuk memberi harga miring setidaknya dalam tiga tahun pertama beroperasi.

Rayful Mudassir

10 Nov 2022 - 19.26
A-
A+
Nasib Kereta Cepat Jakarta - Bandung Baru Balik Modal 38 Tahun

Presiden Joko Widodo meninjau progres proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Stasiun Tegal Luar, Bandung, Jawa Barat, (13/10/2022). BPMI Setpres

Bisnis, JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung diperkirakan baru akan balik modal dalam kurun waktu 38 tahun setelah beroperasi atau commercial operation date (COD) mulai Juni 2023. 

Proyeksi itu disampaikan langsung Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Rabu (9/11/2022). 

"Jadi sesuai perhitungan FS [feasibility study] itu [bisa balik modal] di 38 tahun," katanya.

Prediksi balik modal dalam kurun waktu hampir empat dekade itu dapat tercapai apabila tarif perjalanan dengan kereta cepat dihargai Rp350.000 untuk jarak paling jauh.

Di sisi lain, selama tiga tahun pertama, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta agar tarif tertinggi ditetapkan sebesar Rp250.000 selama tiga tahun. Hal ini dapat membuat waktu balik modal KCIC bertambah panjang.

Di saat perkiraan panjangnya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai untung, pemerintah tengah mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sebesar Rp3,2 triliun. 

Tambahan PMN itu guna menyetorkan modal ke ke ekuitas KCIC, di mana KAI berperan sebagai pemimpin konsorsium BUMN Indonesia, dalam rangka pembayaran pembengkakan biaya proyek.

Biaya bengkak atau overrun cost proyek kereta cepat hasil review teranyar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yakni US$1,449 miliar atau Rp21,4 triliun. Biaya bengkak akan dibayar dengan proporsi 25 persen ekuitas KCIC dan 75 persen pinjaman China Development Bank (CDB).

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo berharap tambahan PMN Rp3,2 triliun turun sebelum akhir tahun ini guna membantu pembayaran biaya bengkak proyek kereta cepat.

Dia menyampaikan bahwa tambahan PMN tersebut bisa menjamin kesinambungan dan keberlanjutan proyek kereta cepat untuk dapat beroperasi pada Juni 2023.

"Kalau PMN ini diberikan maksimal Desember [2022], maka kami bisa yakinkan tidak ada penambahan cost overrun lagi. Proyek akan selesai pertengahan 2023," ujarnya.

Adapun, saat ini pemerintah Indonesia dan China masih negosiasi mengenai perhitungan biaya bengkak Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Saat ini keputusan belum ketok palu.

"[Cost overrun] dalam proses negosiasi ya. Artinya diskusi terus dilakukan. Semua masih dalam timeline pemenuhan pendanaan cost overrun. Komitmen pemerintah Indonesia dan China sama yaitu untuk segera bisa mendapatkan pendanaan cost overrun agar bisa segera berprogres," lanjut Dwiyana.

Menurutnya, negosiasi yang masih berlangsung disebabkan oleh perbedaan asumsi perhitungan biaya bengkak proyek. Misalnya, terkait dengan penyediaan sistem persinyalan kereta GSM-R yang gratis di China, tapi harus berbayar di Indonesia kepada Telkomsel.

"Pemerintah [Indonesia] sudah menyampaikan ke pemerintah China dalam pembahasan terakhir bahwa itu yang terjadi di indonesia. Bahwa pada praktiknya di Indonesia sejak 1990-an frekuensi GSM-R sudah dipakai industri telekomunikasi," jelasnya. (Dany Saputra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.