Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Dunia

Amerika Serikat (AS) menjadi produsen minyak terbesar di dunia lantaran menghasilkan 16,59 juta barel per hari sepanjang 2021. Produksi minyak AS tercatat meningkat 0,77 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang sebanyak 16,46 juta barel per hari.

Ibeth Nurbaiti

17 Jan 2023 - 17.00
A-
A+
Negara Penghasil Minyak Bumi Terbesar di Dunia

Ilustrasi pengapalan minyak. Total produksi minyak secara global mencapai 89,88 juta barel per hari pada 2021. Jumlah itu meningkat 1,77 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 88,49 juta barel per hari. Canva

Bisnis, JAKARTA — Sering dijuluki sebagai emas hitam, minyak bumi atau minyak mentah menjadi energi utama yang banyak digunakan. Ketersediaan bahan bakar fosil itu bahkan acapkali menjadi tolok ukur ketahanan energi suatu negara.

Lantas, negara mana saja yang menjadi penghasil minyak bumi terbesar di dunia?

Berkaca pada data British Petroleum (BP) Statistical Review 2022, total produksi minyak secara global mencapai 89,88 juta barel per hari pada 2021. Jumlah itu meningkat 1,77 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar 88,49 juta barel per hari. 

  1. Amerika Serikat

Dari jumlah itu, Amerika Serikat (AS) menjadi produsen minyak terbesar di dunia lantaran menghasilkan 16,59 juta barel per hari sepanjang 2021. Produksi minyak AS tercatat meningkat 0,77 persen dibandingkan dengan setahun sebelumnya yang sebanyak 16,46 juta barel per hari.

Baca juga: Dampak Pasokan BBM AS Melimpah Ruah, Harga Minyak Tergelincir

Secara keseluruhan, produksi minyak AS mampu berkontribusi sekitar 18,5 persen produksi minyak bumi dunia pada 2021. Tak heran jika kondisi pasokan minyak AS bisa berpengaruh kuat terhadap harga minyak mentah dunia.

Seperti yang terjadi pada akhir 2022, melimpah ruahnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) Amerika Serikat telah memicu kekhawatiran melemahnya permintaan komoditas itu. Dampaknya, harga minyak mentah ikut tergelincir.

Baca juga: Daerah Penghasil Tembaga Terbesar Indonesia dari Papua-Sumatra

Pada perdagangan Kamis (8/12/2022), harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2023 turun US$2,24 atau 3,0 persen ke level US$72,01 per barel di New York Mercantile Exchange.


Tidak jauh berbeda, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari merosot US$2,18 atau hampir 2,8 persen menjadi US$77,17 per barel di London ICE Futures Exchange. 

Baik harga minyak berjangka WTI maupun Brent menjadi yang terendah untuk penyelesaian kontrak awal 2023 sejak Desember 2021.

Arab Saudi

Negara berikutnya yang menjadi penghasil minyak bumi terbesar di dunia adalah Arab Saudi. Negara ini berkontribusi sekitar 12,2 persen produksi minyak dunia pada 2021 dengan jumlah produk sekitar 10,95 juta barel per hari.

Rusia

Rusia juga termasuk negara yang menghasilkan minyak bumi dalam jumlah besar. Negara ini diketahui bisa menghasilkan 10,94 juta barel per hari atau sekitar 12,2 persen produksi minyak di dunia.

Baca juga: Menanti Jalan Tengah Oversupply Listrik PLN

Kanada

Minyak bumi juga dihasilkan oleh Kanada. Negara ini bahkan dapat menghasilkan minyak bumi sekitar 5,43 juta barel per hari. Kanada juga mampu berkontribusi sekitar 6 persen dari produksi minyak dunia.

Irak

Negara penghasil minyak bumi terbesar lainnya yaitu Irak. Negara ini berada di posisi kelima dengan jumlah produksi 4,10 juta barel per hari. Negara ini bisa berkontribusi 4,6 persen produksi minyak di dunia.


China

China juga termasuk negara penghasil minyak bumi terbesar. Negara ini dapat menghasilkan 3,99 juta barel per hari. Negara Tirai Bambu bisa berkontribusi 4,4 persen dari produksi dunia. Tak hanya produsen, China juga termasuk konsumen terbesar minyak dunia.

Uni Emirat Arab

Tak hanya Arab Saudi, Uni Emirat Arab juga termasuk negara penghasil minyak terbesar di dunia. Negara ini mampu memproduksi 3,67 juta barel per hari dan berkontribusi 4,0 persen produksi minyak di dunia.

Iran

Iran juga termasuk negara penghasil minyak bumi paling besar di dunia. Negara ini mampu memproduksi minyak sebanyak 3,62 juta barel per hari. Selain itu, mereka juga memberikan kontribusi 3,3 persen produksi minyak bumi di dunia.

Baca juga: Harga Minyak Mentah Indonesia Kian Licin, Terus Tergelincir

Brasil

Negara penghasil minyak terbesar lainnya yaitu Brasil. Negara ini menempati posisi kesembilan dengan jumlah produksi minyak bumi mencapai 2,99 juta barel per hari. Negara ini bisa berkontribusi sekitar 3,0 persen produksi minyak dunia.

Kuwait

Kuwait berada di posisi ke-10 sebagai negara penghasil minyak terbesar di dunia. Negara ini mampu memproduksi 2,74 juta barel per hari dan berkontribusi sekitar 2,3 persen produksi minyak di dunia.

Baca juga: Angin Segar dari Blok Tuna untuk Kedaulatan Migas RI di Natuna

LADANG MINYAK

Menariknya, meski Amerika Serikat menjadi negara produsen minyak bumi terbesar di dunia tetapi Negeri Paman Sam itu tidak termasuk dalam daftar 8 ladang minyak bumi terbesar di dunia pada 2020.


Berdasarkan laporan Stacker yang dikutip dari dataindonesia.id, Ghawar merupakan ladang minyak bumi terbesar di dunia. Jumlah cadangan minyak dari masa lalu dan masa depan di ladang asal Arab Saudi tersebut mencapai 96 miliar barel. 

Posisinya selanjutnya disusul oleh Burgan di Kuwait dengan jumlah cadangan minyak bumi sebesar 67,2 miliar barel, kemudian Ahvaz yang berada di Iran dengan jumlah cadangan minyak sebesar 65 miliar barel.

Baca juga: Langkah Mantap Pertamina Gantikan Shell di Blok Masela

Sementara itu, jumlah cadangan minyak bumi di Daqing, China mencapai 42 miliar barel, disusul ladang Safaniya, Arab Saudi dan Cantarell, Meksiko yang memiliki jumlah cadangan minyak masing-masing sebesar 37 miliar barel dan 35 miliar barel.

Lalu, di manakah posisi Indonesia?

Baca juga: Blok East Natuna, ‘Harta Karun’ yang Belum Terjamah Kini Diincar

Kendati tidak masuk dalam daftar 10 besar negara penghasil minyak bumi dunia, Indonesia berhasil menempati posisi ke-24 dengan total produksi 692.000 barel per hari dan berkontribusi sekitar 0,8 persen produksi minyak di dunia.

Selain itu, faktanya Indonesia juga pernah menjadi anggota OPEC atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak. Indonesia menjadi anggota OPEC pada 1962 karena pada saat itu mengalami surplus minyak cukup besar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.