Free

Negara yang Menerapkan 4 Hari Kerja dalam Sepekan

Melansir Euronews yang dikutip Bisnis.com, Senin (5/2/2024), Jerman menerapkan uji coba hari kerja lebih pendek selama 4 hari dalam sepekan dengan harapan para pekerja akan menjadi lebih produktif.

Aprianto Cahyo

8 Feb 2024 - 19.42
A-
A+
Negara yang Menerapkan 4 Hari Kerja dalam Sepekan

Sejumlah pekerja tengah memproduksi pakaian jadi di salah satu pabrik produsen dan eksportir garmen di Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Rachman

Bisnis, JAKARTA — Wacana sistem empat hari kerja kembali menjadi pembahasan dalam beberapa waktu belakangan. Sejumlah negara disebut-sebut sudah menerapkan pola empat hari kerja dalam sepekan.

Melansir Euronews yang dikutip Bisnis.com, Senin (5/2/2024), Jerman menerapkan uji coba hari kerja lebih pendek selama 4 hari dalam sepekan dengan harapan para pekerja akan menjadi lebih produktif.

Negeri Panzer itu diketahui memulai uji selama enam bulan ke depan. Sebanyak 45 perusahaan di Jerman akan menerapkan waktu kerja ini. Kendati demikian, pekerja mendapatkan gaji yang sama seperti sebelumnya.

Inisiatif ini, yang hanya melibatkan perusahaan-perusahaan yang pekerjaannya dapat disesuaikan dengan hari kerja yang lebih pendek, dipimpin oleh konsultan manajemen yang berbasis di Berlin, Intraprenör dan berkolaborasi dengan organisasi nirlaba 4 Day Week Global (4DWG).

Para pendukung hari kerja yang lebih pendek berharap bahwa bekerja empat hari dalam sepekan akan membuat para pekerja lebih bahagia dan lebih produktif di saat Jerman sedang berjuang dengan pertumbuhan produktivitas yang lebih lambat dan kekurangan tenaga kerja.

Seperti diketahui, produktivitas biasanya dihitung dengan membagi output ekonomi dengan jam kerja.

Berdasarkan data Deutsche Bundesbank, indeks produktivitas Jerman telah turun dari level tertinggi 105,2 poin pada November 2021, meskipun masih lebih tinggi daripada ekonomi utama lainnya di Eropa. Pada November 2023, data terakhir yang tersedia, produktivitas turun menjadi 95,80 poin dari 96,79 poin pada bulan sebelumnya.

Menurut para pendukung 4 hari kerja sepekan dan sebagian besar pekerja yang telah mengujinya, bekerja satu hari lebih sedikit per pekan akan meningkatkan kesejahteraan dan motivasi pekerja, membuat mereka lebih produktif.

Baca juga: Menambal Lubang Hukum Setelah Perppu Ciptaker Batal Jadi UU

Bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit dalam sepekan juga dapat meyakinkan mereka yang tidak bersedia bekerja sepekan penuh untuk masuk ke dunia kerja, sehingga membantu mengurangi kekurangan tenaga kerja yang saat ini sedang melanda negara-negara industri di seluruh dunia.


Pada November lalu, Kamar Dagang dan Industri DIHK mengatakan bahwa separuh dari perusahaan-perusahaan Jerman sedang berjuang untuk mengisi lowongan pekerjaan.

Wakil CEO DIHK Achim Dercks mengatakan ribuan pekerjaan yang tidak terisi dalam perekonomian Jerman menyebabkan negara ini kehilangan lebih dari 90 miliar euro pada tahun lalu atau lebih dari 2 persen dari PDB Jerman.

Meskipun belum jelas apakah hari kerja yang lebih pendek akan memperbaiki masalah ini, masyarakat Jerman tampak bersemangat untuk mencobanya.

Sebelumnya, survei Forsa menemukan bahwa 71 persen orang yang bekerja di negara ini ingin memiliki pilihan untuk hanya bekerja 4 hari dalamsepekan. Lebih dari 74% responden mengatakan bahwa mereka mendukung pemerintah untuk menjajaki kemungkinan penerapan 4 hari kerja dalam sepekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.