Nilai Transaksi Saham Berpotensi Naik Jelang Tutup Tahun

Nilai transaksi saham menurun pada November 2021 setelah IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Lorenzo Anugrah Mahardhika

2 Des 2021 - 19.28
A-
A+
Nilai Transaksi Saham Berpotensi Naik Jelang Tutup Tahun

Karyawan memantau pergerakan harga saham di kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (11/10). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil mencapai level tertinggi sepanjang masa pada November 2021. Namun, rekor baru itu ternyata menekan nilai transaksi broker yang justru menurun pada bulan lalu.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip dari Bisnis.com pada Kamis (2/12/2021), transaksi sepanjang November 2021 mencapai Rp579,66 triliun. Nilainya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp681,65 triliun. Dengan begitu, reli kenaikan transaksi broker yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir harus terhenti pada bulan lalu.

Sepanjang tahun ini, nilai transaksi broker memang berfluktuatif. Pada Januaria 2021, nilai transaksi broker bisa mencapai rekor tertinggi sebesar Rp849,12 triliun.

Kemudian pada Februari-Mei 2021 mengalami penurunan. Pada Juni 2021, nilai transaksi broker kembali naik menjadi Rp510,51.

Namun, sebulan setelahnya, nilai transaksi tersebut kembali turun ke angka Rp483,36 triliun. Kemudian pada Agustus 2021, nilai transaksi kembali mencatatkan pertumbuhan positif ke angka Rp550,08 triliun. Sementara pada September lalu, nilai transaksi juga naik ke level Rp554,44 triliun.

 

 

Head of Market Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana, menjelaskan penurunan nilai transaksi broker pada November disebabkan oleh valuasi saham yang mulai meningkat. Hal itu terjadi seiring dengan naiknya IHSG hingga menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high.

Hal tersebut membuat harga-harga saham juga ikut meningkat. “Dengan valuasi yang mulai mahal, wajar bila sebagian investor mulai mengurangi transaksinya. Sehingga, penurunan tersebut juga berimbas pada nilai transaksi broker,” jelasnya saat dihubungi Bisnis pada Kamis (2/12/2021).

Meski begitu, Wawan menilai nilai transaksi broker saham masih berpotensi naik pada bulan ini. Itu karena hari aktif bursa bertambah setelah pemerintah memutuskan meniadakan cuti bersama.

Menurut Wawan, bertambahnya hari perdagangan bursa dapat meningkatkan nilai transaksi saham di sisa tahun ini. Nilai transaksi saham pada akhir tahun biasnaya cenderung menurun karena banyaknya investor atau pelaku pasar yang berlibur atau cuti.

Mirae Asset Sekuritas Masih Jadi Jawara

Meski transaksi broker menurun, namun Mirae Asset Sekuritas masih memuncaki peringkat sebagai sekuritas dengan transaksi bulanan tertinggi. Broker saham asal Korea Selatan itu membukukan total nilai transaksi Rp57,01 triliun.

Sekuritas dengan kode pialang YP ini paling banyak mentransaksikan saham BEBS dengan total transaksi Rp6,78 triliun, BBYB sebanyak Rp1,66 triliun, dan PGAS sebanyak Rp1,39 triliun. 

Posisi kedua ditempati oleh Mandiri Sekuritas dengan nilai transaksi Rp34,59 triliun. Sekuritas berkode CC ini mengalami penurunan nilai transaksi dari posisi Rp37,35 triliun pada Oktober lalu.

Mandiri Sekuritas berturut-turut paling banyak mentransaksikan ABMM, TLKM, dan BBRI dengan total nilai transaksi masing-masing Rp2,41 triliun, Rp2,16 triliun, dan Rp1,87 triliun.

Selanjutnya ada UBS Securities Indonesia dengan nilai transaksi Rp30,51 triliun sepanjang November, mengalami kenaikan dari Rp41 triliun sepanjang Oktober lalu. Sekuritas berkode AK ini terpantau paling banyak mentransaksikan TLKM Rp3,38 triliun. Kemudian BBRI Rp2,68 triliun, dan BBCA senilai Rp2,5 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Febrina Ratna Iskana

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.