OIKN Bantah Djarum & Wings Group Hengkang dari Konsorsium ASG

Saat ini, perusahaan yang bergabung dalam Konsorsium Nusantara mengalami penambahan menjadi 12 perusahaan yakni Kawan Lama dan Alfamart. Hal ini sesuai dengan kebutuhan berkembang.

Yanita Petriella

4 Jan 2024 - 16.37
A-
A+
OIKN Bantah Djarum & Wings Group Hengkang dari Konsorsium ASG

Presiden Joko Widodo meninjau progres pembangunan Istana Presiden di Kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada Jumat, 22 September 2023.

Bisnis, JAKARTA – Dua konglomerat besar Indonesia dikabarkan hengkang dari Konsorsium Agung Sedayu Group (ASG) yang akan membangun proyek mixed use atau kawasan terpadu, mencakup pusat perbelanjaan, hotel, hingga perkantoran di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Kalimantan Timur. 

Hal ini karena dalam dokumen pemaparan media briefing Otorita IKN (OIKN) yang digelar secara online pada Jumat (29/12/2023), nama Djarum dan Wings Group tidak lagi tercantum terkait daftar 10 perusahaan yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara.

Dalam dokumen pemaparan, kedua perusahaan tersebut yakni Djarum dan Wings Group digantikan posisinya oleh perusahaan Kawan Lama dan Alfamart. 

Selain itu, dalam dokumen pemaparan tersebut terdapat perubahan nama konsorsium berubah menjadi Konsorsium Nusantara, bukan lagi Konsorsium ASG.

Adapun saat Konsorsium ASG melakukan groundbreaking proyek pada pertengahan September lalu, 10 perusahaan yang tergabung dalam konsorsium yakni ASG milik Sugianto Kusuma (Aguan), Salim Group milik Anthony Salim, Sinarmas milik Franky Wijaya, Pulauintan milik Pui Sudarto, dan Djarum milik Budi Hartono. 

Kemudian Wings Group milik William Katuari, Adaro milik TP Rahmat/Boy Tohir, Barito Pacific milik Prajogo Pangestu, Mulia Group milik Eka Tjandranegara, dan Astra milik Soeryadjaya. 

Dalam groundbreaking proyek IKN pada kloter pertama yang disiarkan secara langsung melalui Youtube Sekretariat Presiden (Setpres), juga nampak bos Kawan Lama Group Kuncoro Wibowo dan bos Alfamart Djoko Susanto turut hadir.

Baca Juga: Jajaran Investor Kembali Bersiap Groundbreaking Proyek IKN


Juru Bicara Otorita IKN (OIKN) Troy Pantouw menegaskan tidak ada perusahaan yang hengkang dalam Konsorsium Nusantara. 

“Ini tidak benar, mereka, Djarum dan Wings Group tergabung dalam Konsorsium Nusantara,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (4/1/2024).

Saat ini, perusahaan yang bergabung dalam Konsorsium Nusantara mengalami penambahan menjadi 12 perusahaan yakni Kawan Lama dan Alfamart. Hal ini sesuai dengan kebutuhan berkembang.

Rincian perusahaan yang tergabung dengan konsorsium yakni Agung Sedayu Group, Salim Group, Astra Group, Sinar Mas Group, Kawan Lama Group, Mulia Group, Pulau Intan, Alfa Group (alfamart), Barito Pacific, Adaro Group, Djarum Group, dan Wings Group

“Ini internal konsorsium dan disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan,” katanya. 

Troy menuturkan konsorsium yang dimaksud bukan membangun proyek hotel Nusantara saja tetapi juga mengembangkan kawasan di IKN. 

Adapun pengembangan kawasan di IKN tersebut berupa township management, pusat perbelanjaan dan hotel bintang 5 serta Transit Oriented Development (TOD). 

Adapun pihaknya masih menghitung besaran nilai investasi pembangunan Konsorsium Nusantara di IKN. 

“Jadi enggak hanya bangun hotel Nusantara saja, tapi bangun yang lain,” ucap Troy. 

Baca Juga: Kaleidoskop 2023: Investor Swasta Bangun Proyek Properti di IKN

Sebelumnya, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono mengaku pihaknya tidak tahu menahu soal hal tersebut. Hal itu karena menjadi kewenangan internal para investor.

“Mengenai konsorsium Nusantara [apakah Grup Djarum dan Wings Group mundur?], itu menjadi hal internal dari para investor,” ujarnya.

Agung menuturkan konsorsium Nusantara melakukan peletakan batu pertama proyek hotel di kawasan Sumbu Kebangsaan pada 21 September 2023. 

“Tapi juga di area itu nanti ada perkantoran ada shopping mall di area 17 hektare dan yang membangun itu sebuah konsorsium isinya ada 10 perusahaan [Konsorsium ASG],” katanya. 

Nantinya konsorsium ASG tersebut akan membangun sejumlah fasilitas mixed used mulai dari mal hingga perkantoran dengan total Rp40 triliun. 

Nilai investasi yang diguyurkan konsorsium Agung Sedayu Group tersebut juga mencakup komitmen investasi pada proyek kebun raya atau botanical garden di IKN.

Adapun pada awal Desember, progresnya mencapai 35%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.