Ombak Besar Hantam Pesisir Manado, Masyarakat Diminta Waspada

Masyarakat di wilayah pesisir Manado, Sulawesi Utara perlu berhati-hati ketika waktu pasang maksimum karena kecepatan angin diprediksi 25—30 knots.

Redaksi

8 Des 2021 - 16.50
A-
A+
Ombak Besar Hantam Pesisir Manado, Masyarakat Diminta Waspada

Ilustrasi - Kapal nelayan saat gelombang tinggi di perairan laut Selat Malaka di kawasan pantai Lhokseumawe, Provinsi Aceh. ANTARA/Rahmad

Bisnis, JAKARTA — Fenomena angin kencang dan ombak besar yang menghantam pesisir Manado, Sulawesi Utara diperkirakan terjadi hingga tiga hari ke depan. Masyarakat di wilayah pesisir diimbau untuk tetap waspada.

Dikutip dari Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan ancaman gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat mempengaruhi rob di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo mengatakan fenomena angin kencang dan gelombang tinggi seharusnya mencapai puncaknya pada Kamis (9/12/2021).

"Namun setelah kami analisa untuk hari ini, maka akan berlangsung hingga tiga hari mendatang untuk angin kencang dan gelombang tinggi di Manado," ujar Eko, Rabu (8/12/2021).

Dengan demikian, imbuhnya, masyarakat di wilayah pesisir perlu berhati-hati ketika waktu pasang maksimum karena kecepatan angin diprediksi 25—30 knots.

Dia menjelaskan fenomena rob di Teluk Manado bukanlah yang pertama kali, mengingat pada tahun lalu juga terjadi. Rob dipengaruhi posisi pesisir Sulawesi Utara yang berhadapan langsung dengan Samudra Pasifik, yang saat ini mengalami gelombang tinggi.

"Tentunya pengaruh terjangan angin kencang dan gelombang tinggi, dan saat berbarengan dengan pasang maksimum, ini sering menyebabkan air laut masuk ke darat," ujar Eko.

Belajar dari pengalaman beberapa waktu lalu, kata Eko, seharusnya sudah ada upaya adaptasi terhadap lingkungan di sekitar pesisir utara Manado.

Sejumlah masyarakat mulai menyaksikan saat air laut mulai naik hingga menyebabkan banjir rob ke kawasan bisnis Kota Manado, Selasa malam. ANTARA/Nancy Tigauw.

Sebelumnya, banjir rob terjadi di wilayah Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (7/12/2021) pukul 18.00 WITA berdampak pada 34 kepala keluarga (kk) atau 113 jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado melaporkan tidak ada warga yang mengungsi akibat peristiwa tersebut.

Banjir rob merendam 3 kelurahan di 3 kecamatan yaitu, Kelurahan Titiwungen Selatan di Kecamatan Sario, Kelurahan Karangria di Kecamatan Tuminting, dan Kelurahan Malalayang di Kecamatan Malalayang.

Banjir rob juga menimpa salah satu pusat perbelanjaan Mega Mall Manado, yang membuat beberapa kendaraan yang terparkir di pinggir kawasan tersebut terkena hempasan ombak. Selain itu, 21 unit rumah warga juga ikut terdampak.

Namun, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, Selasa (7/12/2021) pukul 21.59 WIB, kondisi banji rob sudah mulai berangsur surut, sejalan dengan surutnya air laut.

Sementara itu, Bupati Minahasa Royke Roring mengingatkan masyarakat di daerahnya untukn mewaspadai cuaca ekstrem yang masih terjadi hingga Februari 2022.

"Saya ingatkan saat ini cuaca ekstrem diperkirakan akan terjadi di wilayah Sulawesi Utara bahkan hingga Februari 2022, jadi harus waspada," kata Royke di Tondano, Rabu (8/12/2021).

Dia juga mengingatkan agar jajaran pemerintahan, terutama di kecamatan dan desa/kelurahan terus memantau warga karena cuaca ekstrem rawan terjadi bencana alam.

"Aparat harus mengingatkan masyarakat lebih khusus yang ada di daerah rawan bencana untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Ibeth Nurbaiti*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.