Omicron Masuk Asia, WHO: Siap-Siap Hadapi Lonjakan Kasus Baru!

Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (4/12/2021) mengimbau negara-negara Asia-Pasifik meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan dan mempercepat distribusi vaksin. Hal itu diperlukan untuk mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian omicron.

Leo Dwi Jatmiko

4 Des 2021 - 13.02
A-
A+
Omicron Masuk Asia, WHO: Siap-Siap Hadapi Lonjakan Kasus Baru!

Ilustrasi - Suasana di Bandara. WHO mengingatkan pembatasan perbatasan negara hanya menunda terjadinya infeksi Omicron. Setiap negara dan komunitas diminta bersiap menghadapi lonjakan kasus baru. /Antara

Bisnis, JAKARTA - Lonjakan kasus baru Covid-19 mengancam setiap negara seiring merebaknya varian viruan Corona yang diberi nama omicron. Varian tersebut telah ditemukan di sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik seperti Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan India. Banyak pemerintah telah menanggapi ancaman omicron dengan memperketat aturan perjalanan.

Sementara itu, pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (4/12/2021) mengimbau negara-negara Asia-Pasifik meningkatkan kapasitas perawatan kesehatan dan mempercepat distribusi vaksin. Hal itu diperlukan untuk mempersiapkan kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu oleh varian omicron.

Varian baru tersebut pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada bulan lalu dan dikategorikan sebagai "variant of concern" oleh WHO. Para ilmuwan masih mengumpulkan data untuk menentukan seberapa menular Omicron dan tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkannya.

Omicron telah dilaporkan di setidaknya dua puluh negara dan mulai terdeteksi di Asia minggu ini, dengan kasus dilaporkan dari Australia, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan India. Banyak pemerintah telah menanggapi dengan memperketat aturan perjalanan.

"Pengendalian perbatasan dapat mengulur waktu, tetapi setiap negara dan setiap komunitas harus bersiap menghadapi lonjakan kasus baru," kata Takeshi Kasai, direktur regional WHO untuk Pasifik barat, pada konferensi pers virtual, mengutip Tempo, Sabtu (4/12/2021).

Kasai menambahkan masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan kebijakan pembatasan mobilitas. Paling penting adalah mempersiapkan diri masing-masing bahwa omicron memiliki potensi penularan tinggi.

Dia juga mengatakan bahwa setiap negara harus memanfaatkan pengalaman masing-masing saat berhadapan dengan varian Delta.

Menurutnya memberikan vaksin kepada kelompok rentan dan menerapkan langkah pencegahan seperti pemakaian masker dan menjaga jarak sosial menjadi kunci pengendalian penyebaran virus.

"Sejauh ini informasi yang tersedia menunjukkan bahwa kita tidak perlu mengubah pendekatan kita," katanya.

Terlepas dari pembatasan pengunjung internasional, Australia menjadi negara terbaru pada hari Jumat yang melaporkan penularan domestik varian Omicron, sehari setelah penularan kasus domestik ditemukan di lima negara bagian AS. (Muhammad Khadafi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Saeno
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.