OPINI : Best Practice GCG Bukan Sekadar Business as Usual

Pemberian keyakinan dan konsultasi yang idependen dan objektif dari audit internal yang diamanatkan dalam POJK No. 56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit Audit Internal perlu diimbangi dengan fungsi audit internal yang independen.

Setyo Wijayanto

28 Mei 2024 - 08.45
A-
A+
OPINI : Best Practice GCG Bukan Sekadar Business as Usual

Foto multiple exposure warga beraktivitas di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Minggu (31/12/2023). Arief Hermawan P

Selama kurun waktu pertengahan Maret hingga awal April 2024, kita dikejutkan dengan dugaan fraud di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) senilai Rp2,5 triliun yang dilaporkan oleh Menkeu Sri Mulyani kepada Kejaksaan Agung dan dugaan tindak pidana korupsi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk. (TINS) dengan perkiraan kerugian negara mencapai sekitar Rp271,06 triliun. Yang menarik, berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, tata kelola yang belum baik menjadi salah satu penyebabnya.

Menurut pendapat penulis, kedua hal tersebut terjadi karena implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) belum fokus sepenuhnya pada risiko utama. Identifikasi atas risiko utama LPEI bisa dilihat dari komposisi aset berupa pembiayaan dan piutang neto yang mencapai sekitar 80,21% dari jumlah aset LPEI 2023. Secara spesifik, Pefindo sebagai lembaga pemeringkat melalui siaran pers pada 15 Maret 2018 telah menyatakan bahwa peringkat AAA LPEI dibatasi oleh kualitas aset di bawah rata rata-rata dan tekanan atas profitabilitas. Hal ini sejalan dengan fakta bahwa rasio pembiayaan bermasalah (NPF bruto) meningkat tajam menjadi 13,73% pada 2018 dari 6,81% pada tahun sebelumnya dan terus menunjukkan kenaikan hingga mencapai 43,48% di 2023.

Akibatnya, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dibukukan LPEI naik 82,49% YoY menjadi Rp32,63 triliun di saat total pembiayaan dan piutang bruto mengalami penurunan sebesar sebesar 11,73% YoY menjadi Rp73,82 triliun di 2023. Selanjutnya, pembentukan CKPN aset keuangan yang meningkat tajam sebesar 703,40% YoY menjadi Rp16,93 triliun berdampak kepada kenaikan rugi tahun berjalan sebesar 481,60% YoY menjadi Rp18,11 triliun di 2023. Kerugian ini terjadi di tengah kenaikan pendapatan bunga dan usaha syariah sebesar 9,17% YoY menjadi Rp4,05 triliun yang didukung oleh kenaikan suku bunga per tahun khususnya dalam mata uang dolar AS. Selain itu, rasio kecukupan modal (CAR) turun menjadi 17,82% dari 32,70% di tahun 2022 sejalan dengan penurunan ekuitas sebesar 67,39% YoY menjadi Rp8,76 triliun.

Dengan demikian, risiko kredit adalah risiko terbesar yang dihadapi oleh LPEI sebagaimana yang ditegaskan dalam laporan keuangan audit LPEI 2023. Meskipun demikian, penulis tidak melihat penyajian rasio NPF bruto tersebut pada laporan keuangan publikasi. Penyajian rasio tersebut penting bagi stakeholders dan seharusnya setara dengan penyajian informasi di laporan keuangan audit dalam rangka pemenuhan prinsip-prinsip GCG yakni transparansi dan akuntabilitas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
Jelajahi peluang bisnis terpercaya dengan berlangganan
Temukan keleluasaan dan keuntungan maksimal dengan pilihan paket berlangganan eksklusif ini
BERLANGGANAN SEKARANG
Tidak Memerlukan Komitmen, Batalkan Kapan Saja
Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.