OPINI : Hustle Culture APBN

Perlu diingat bahwa hustle culture pada titik tertentu, bisa mengakibatkan burn out atau kelelahan. Jangan sampai APBN muspro alias tidak optimal padahal telah bekerja habis-habisan, atau menjadi terdelusi sehingga APBN tidak maksimal.

Gatot Priyoharto

23 Des 2022 - 07.47
A-
A+
OPINI : Hustle Culture APBN

Umurnya sekitar 30 tahunan. Di hari minggu, bersama istri dan anak balitanya, mereka makan di restoran cepat saji. Sang anak asyik bermain perosotan di area anak, ditemani sang ibu yang dengan sabar menyuapi makan. Tapi sang ayah, ternyata masih berkutat dengan laptop dan sesekali menjawab panggilan telepon.

Hustle culture bapak muda di atas, sedikitnya memberi gambaran tentang apa yang dilakukan APBN selama 3 tahun terakhir. Kita masih ingat, bagaimana APBN bekerja di atas batas normalnya. Manuver (berbahaya) yang rela dilakukan demi menyelamatkan masyarakat sekaligus ekonomi bangsa. Pemerintah bersama DPR kompak membuat payung hukumnya, hingga Bank Indonesia (BI) yang mesra burden sharing menyangga kesehatan fiskal.

Kegilaan bekerja mungkin bukan inisiatif bapak itu, tetapi lebih disebabkan hectic—pekerjaan di kantor. Penyebab hustle culture sendiri menurut Arik Prasetya (Universitas Brawijaya), salah satunya adalah karena tidak mengenal dirinya sendiri.

Untunglah Pemerintah mengenal betul diri atau tepatnya fundamental ekonomi nasional. Terbukti program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), penekanannya berbeda disetiap tahun. PEN tahun 2020 dengan anggaran Rp695,2 triliun menyasar penanganan kesehatan, perlindungan sosial (perlinsos), program prioritas, dukungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau korporasi, serta insentif usaha.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
company-logo

Lanjutkan Membaca

OPINI : Hustle Culture APBN

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.