OPINI: Kelas Menengah Media dan Penonton Pertumbuhan Ekonomi di Negeri Sendiri

Kelas menengah biasanya dibekali daya lenting yang kuat karena merupakan kelompok yang sulit menerima program social safety net karena standar kemiskinan RI yang sebesar US$1.9 PPP per kapita per hari di bawah standar beberapa negara lain yang sudah menerapkan US$3.2 PPP per kapita per hari.

Aviliani

6 Jun 2024 - 06.00
A-
A+
OPINI: Kelas Menengah Media dan Penonton Pertumbuhan Ekonomi di Negeri Sendiri

Bisnis, JAKARTA — Belakangan ini banyak masyarakat dan ekonom yang mencermati mengenai Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dianggap sebagai kebijakan yang tidak feasible dikarenakan skema dalam program ini tidak linear dengan harga properti yang aktual. Tetapi, apabila ditilik secara helicopter view program Tapera akan menjadi program yang tidak efisien dan menyasar pendapatan kelas menengah yang semakin terjepit karena scarring effect akibat pandemi COVID-19 dan tren suku bunga yang higher for longer akibat dari kenaikan inflasi beberapa tahun terakhir.

Apabila argumentasi Pemerintah bahwa applied base negara lain yang memiliki program serupa dan program ini akan bermanfaat seperti Program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan maka akan menjadi kurang tepat dan bijak untuk menerapkan program tersebut karena pendapatan perkapita masyarakat Indonesia yang masih rendah yakni US$4.919,7 (BPS RI, 2023) atau peringkat kelima di Asean Skema Tapera di Indonesia dinilai hanya akan menggerus pendapatan masyarakat sebesar 2,5% dan 0,5% dari perusahaan harus dibayarkan ke BP Tapera

Berbeda dengan skema di Singapura, Malaysia, dan Filipina yang lebih feasible untuk dilakukan. Negara Singapura melalui program Central Provident Fund (CPF) mewajibkan pengusaha membayar sebesar 17 persen dan pekerja 20 persen dengan batasan kelas pendapatan sebesar SG$6.800, Malaysia juga memiliki program serupa dengan program Malaysian Employee Provident Fund (EPF) pekerja membayarkan 11% dari gaji dan perusahaan sebesar 12-13% yang simultan dilakukan dengan mengurangi jumlah pajak pengalihan tanah untuk masyarakat dapat membeli rumah pertama.

Filipina juga memiliki program serupa dengan nama PAG-IBIG Fund dimana masyarakat dengan pendapatan 1.000 peso per bulan mengikuti kegiatan ini dengan besaran iuran 3,63% dibayarkan karyawan dan 7,67% dibayarkan perusahaan. Namun, produktivitas dan daya saing negara diatas sangat kompetitif dibandingkan Indonesia yang memungkinkan dunia usaha dan industri mendukung kebijakan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella
Jelajahi peluang bisnis terpercaya dengan berlangganan
Temukan keleluasaan dan keuntungan maksimal dengan pilihan paket berlangganan eksklusif ini
BERLANGGANAN SEKARANG
Tidak Memerlukan Komitmen, Batalkan Kapan Saja
Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.