OPINI: Mengawal Sustainable Report

Dimensi-dimensi seperti pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi usaha, proses produksi yang ramah lingkungan, pemberantasan kemiskinan dan model bisnis yang etis adalah beberapa tuntutan yang sering didengungkan.

Redaksi

26 Nov 2021 - 15.15
A-
A+
OPINI: Mengawal Sustainable Report

Setidaknya, sejak era 1960-an masyarakat mengharapkan korporasi menunjukkan kiprah ‘sosial’ yang lebih signifikan. Entitas yang dalam teori ekonomi dimodelkan sebagai sosok ‘dingin’ yang hidup ‘hanya’ untuk memaksimumkan laba berkelanjutan (dan nilai perusahaan) diharapkan juga berkontribusi dalam pengembangan berbagai dimensi sosial nonekonomi.

Dimensi-dimensi seperti pemberdayaan masyarakat sekitar lokasi usaha, proses produksi yang ramah lingkungan, pemberantasan kemiskinan dan model bisnis yang etis adalah beberapa tuntutan yang sering didengungkan.

Ketika memasuki abad ke-21, tuntutan ini memasuki babak baru dengan lahirnya Global Reporting Initiatives (GRI). GRI lahir di Amerika Serikat sebagai suatu Lembaga independen yang mempromosikan transparansi atas aktivitas bisnis yang dilakukan perusahaan.

GRI mengkaji dan mengembangkan suatu panduan dan standar pelaporan bisnis yang memenuhi karakter berkelanjutan (sustainable). Karakter ini selanjutnya diterjemahkan secara spesifik dalam kelompok ukuran (metrik): environmental, social, dan governance, populer dengan akronim ESG. GRI telah memberi panduan dan standar yang spesifik bagi setiap dimensi ESG, dikenal dengan GRI 200, 300, dan 400.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Zufrizal
Anda belum memiliki akses untuk melihat konten

Untuk melanjutkannya, silahkan login terlebih dahulu

BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.