OPINI : Mudik & Ekonomi Perdesaan

Mudik lebaran tahun ini berasa istimewa, lantaran selama 2 tahun terakhir pemerintah melarang mudik. Kebijakan larangan mudik, dan disertai penyekatan jalan arus mudik pada 2020 dan 2021 dimaksudkan menekan angka penyebaran Covid-19.

Imron Rosyadi

27 Apr 2022 - 07.19
A-
A+
OPINI : Mudik & Ekonomi Perdesaan

Peneliti Pada PSH Universitas Muhammadiyah Surakarta, Imron Rosyadi

Mudik lebaran tahun ini berasa istimewa, lantaran selama 2 tahun terakhir pemerintah melarang mudik. Kebijakan larangan mudik, dan disertai penyekatan jalan arus mudik pada 2020 dan 2021 dimaksudkan menekan angka penyebaran Covid-19.

Kini, pemerintah secara resmi mengizinkan para perantau menjalankan ritual mudik ke kampung halamannya masing-masing. Korlantas Polri (2022) memperkirakan sebanyak 85,5 juta orang akan melakukan perjalanan mudik menuju daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Oleh karena itu, spirit Bali Ndeso Mbangun Deso perlu didengungkan kembali, pascarontoknya ekonomi perdesaan, akibat dihantam gelombang pandemi Covid-19. Spirit itu masih sangat relevan di era kekinian. Sebab, penguatan desa menjadi salah satu prioritas program pembangunan pemerintah.

Hal itu mengingat jumlah penduduk miskin di Indonesia mengalami peningkatan akibat pandemi. Pada Maret 2019 penduduk miskin mencapai 25,14 juta jiwa, sedangkan pada Maret 2020 meningkat menjadi 26,42 juta jiwa. Kemudian meningkat kembali menjadi sebanyak 27,54 juta jiwa (Maret 2021). Dari jumlah itu, 62,75% tinggal di pedesaan, dan menggantungkan hidupnya pada kebaikan alam dan/atau hasil pertanian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Asteria Desi Kartikasari
company-logo

Lanjutkan Membaca

OPINI : Mudik & Ekonomi Perdesaan

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.