OPINI : Tantangan Gubernur Baru BI

Pemilihan Gubernur Bank Indonesia ke-17 memiliki nilai strategis yang akan menentukan wajah kebijakan moneter Indonesia selama 5 tahun ke depan. Momentum pemilihan Gubernur BI dan Pilpres 2024 akan menentukan arah kebijakan ekonomi (fiskal dan moneter) ke depan.

Handi Risza

23 Feb 2023 - 08.09
A-
A+
OPINI : Tantangan Gubernur Baru BI

Handi Risza merupakan Wakil Rektor Universitas Paramadina./Bisnis

Jika tidak ada aral melintang masa jabatan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) akan berakhir pada Mei 2023. Sesuai dengan Pasal 41 (1) (3) dan (5) UU No. 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), Presiden akan mengusulkan kepada DPR paling banyak 3 (tiga) orang calon dan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur Bank Indonesia. Artinya, Presiden sudah harus menyampaikan calon Gubernur BI ke DPR paling lambat akhir Februari 2023.

Pemilihan Gubernur Bank Indonesia ke-17 memiliki nilai strategis yang akan menentukan wajah kebijakan moneter Indonesia selama 5 tahun ke depan. Selain itu, selang setahun setelah pemilihan Gubernur BI, tepat 14 Februari 2024, akan dilaksanakan Pemilihan Presiden (Pilpres), jika tidak menghasilkan pemenang maka akan dilaksanakan putaran kedua pada tanggal 26 Juni 2024. Presiden terpilih nantinya selaku kepala Pemerintahan, tentu memiliki otoritas penuh dalam menentukan arah kebijakan fiskal pemerintahan ke depan. Momentum pemilihan Gubernur BI dan Pilpres 2024 akan menentukan arah kebijakan ekonomi (fiskal dan moneter) ke depan.

Selama ini kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang diwakili oleh Menteri keuangan dan Gubernur Bank Indonesia memperlihatkan kerja sama yang harmonis. Melakukan bauran kebijakan moneter dan fiskal untuk menangani dampak Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui kerja sama pemenuhan pembiayaan APBN sebagaimana diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2020. Penerbitan SBN dapat dilaksanakan dengan biaya yang lebih rendah dan sebagian beban biaya SBN yang diterbitkan Pemerintah ditanggung oleh Bank Indonesia (burden sharing).

BACA JUGA: OPINI : Petisi Work From Home

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Rayful Mudassir
company-logo

Lanjutkan Membaca

OPINI : Tantangan Gubernur Baru BI

Dengan paket langganan dibawah ini :

Tidak memerlukan komitmen. Batalkan kapan saja.

Penawaran terbatas. Ini adalah penawaran untuk Langganan Akses Digital Dasar. Metode pembayaran Anda secara otomatis akan ditagih di muka setiap empat minggu. Anda akan dikenai tarif penawaran perkenalan setiap empat minggu untuk periode perkenalan selama satu tahun, dan setelah itu akan dikenakan tarif standar setiap empat minggu hingga Anda membatalkan. Semua langganan diperpanjang secara otomatis. Anda bisa membatalkannya kapan saja. Pembatalan mulai berlaku pada awal siklus penagihan Anda berikutnya. Langganan Akses Digital Dasar tidak termasuk edisi. Pembatasan dan pajak lain mungkin berlaku. Penawaran dan harga dapat berubah tanpa pemberitahuan.

Copyright © Bisnis Indonesia Butuh Bantuan ?FAQ
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.