Optimisme BRI (BBRI) Laba Tahun 2022 di Atas Rp40 Triliun

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan merilis laporan keuangan tahun lalu pada 8 Februari 2023 mendatang. Diperkirakan laba perusahaan di atas Rp40 triliun.

Jaffry Prabu Prakoso

31 Jan 2023 - 16.50
A-
A+
Optimisme BRI (BBRI) Laba Tahun 2022 di Atas Rp40 Triliun

Menara Brilian BRI. /Dok. Perseroan

Bisnis, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) optimistis laba perseroan setelah diaudit akan tembus lebih dari Rp40 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI menyebutkan bahwa hingga akhir triwulan III/2022, pihaknya telah membukukan laba lebih dari Rp39,3 triliun. 

"Mohon izin bahwa kami akan publikasikan [laporan keuangan BBRI] pada tanggal 8 Februari 2023 mendatang. Tapi sebagai gambaran, kalau 9 bulan [labanya] sudah mencapai Rp39,3 triliun, saya yakin di full year bisa saya pastikan, pasti di atas Rp40 triliun," jelas Sunarso, Senin (30/1/2023).

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) Sunarso/Istimewa

Sunarso melanjutkan bahwa laba yang mencapai Rp39,3 triliun hingga kuartal III/2022 diklaim menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan perbankan umum maupun Himbara.

Berkenaan dengan hal tersebut, Bos BRI memastikan bahwa aliran laba akan dikembalikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen.

"Kemudian ke mana duit itu akan kita arahkan? Pasti kita kembalikan kepada pemerintah, sebagai pajak dan dividen," tambahnya.

Baca juga: Janji BRI untuk Konsisten Tebar Dividen Jumbo

Di samping itu, Sunarso juga menjelaskan bahwa rasio kecukupan modal (CAR) BBRI hingga saat ini tercatat sebesar 25,1 persen.

"Artinya, [dengan CAR tersebut] bahwa berapapun laba BRI 3 sampai 4 tahun ke depan itu tidak perlu diambil untuk modal. Jadi pasti akan dikembalikan kepada pemegang saham sebagai dividen. Itu kira-kira sinyal yang bisa kita berikan," tutupnya.

Jaring 45 Juta Nasabah Holding Ultra Mikro

BBRI optimistis bahwa target 45 juta nasabah holding ultra mikro akan tercapai pada 2025 mendatang. Hingga saat ini, total nasabah tercatat sebanyak 33,8 juta.

"Sekarang kita sudah bisa melayani 33,8 juta nasabah ultra mikro dari target 45 juta. Maka dari itu kita sepakat rasanya sih optimis kita bisa tercapai 45 juta  [nasabah] di tahun 2025," jelas Sunarso.

Dalam mengejar target, misi holding ultra mikro yang dijalankan oleh BRI bersama dengan PT pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memiliki berbagai tantangan. Salah satunya adalah untuk membebaskan pelaku usaha dari jeratan rentenir.

Pasalnya, tambah Sunarsi, masih terdapat sekitar 5 juta nasabah yang menjadikan rentenir sebagai pilihan pinjaman modal dengan bunga mencapai 500 persen.

"Untuk itu saya kira menjadi komitmen kita semua terutama kami di holding ultra mikro untuk menjangkau dan melayani yang 45 juta [nasabah] ini dan prioritasnya adalah ke 14 juta [nasabah] yang belum terlayani," tambahnya.


BRI melaporkan bahwa hingga saat ini, dari 33,8 juta nasabah yang masuk ke sistem holding ultra mikro, yang sudah terlayani dan mendapatkan pinjaman baru sekitar 20 juta nasabah baik melalui bank umum, fintech, pegadaian, hingga BPR.

Ke depan untuk mengejar target, Sunarso menjelaskan bahwa strategi yang akan dijalankan adalah dengan melakukan percepatan melalui proses digitalisasi.

"Memang tantangan berat melayani ultra mikro yang kecil-kecil ini hanya dua sebenarnya. Pertama, biaya operasional mahal dan kedua biaya risikonya juga tinggi. Maka untuk menjawab dua tantangan ini hanya satu saja pelurunya, yakni digitalisasi," tandasnya.  (Alifian Asmaaysi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.