Optimisme ISPI Group Garap Pasar Hunian Menengah Jelang Pemilu

Sepanjang tahun ini, ISPI Group membidik prapenjualan atau marketing sales senilai Rp600 miliar, dimana hingga kini telah tercapai sekitar Rp400 miliar.

Yanita Petriella

16 Sep 2023 - 02.31
A-
A+
Optimisme ISPI Group Garap Pasar Hunian Menengah Jelang Pemilu

-

Bisnis, JAKARTA – Dimulainya tensi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 membuat pengembang optimistis permintaan hunian masih tetap ada. Hal ini tak menyurutkan pengembang membangun produk anyar jelang berakhirnya tahun 2023. 

Salah satunya, ISPI Group yang berekspansi membangun proyek baru dan produk eksisting. Berdiri sejak tahun 1989, saat ini ISPI Group telah memiliki 33 proyek dengan 50.000 unit di atas lahan seluas 2.000 hektare.

Sepanjang tahun ini, ISPI Group membidik prapenjualan atau marketing sales senilai Rp600 miliar, dimana hingga kini telah tercapai sekitar Rp400 miliar. 

CEO ISPI Group Preadi Ekarto mengatakan adanya perhelatan pemilu tak akan berdampak pada sektor properti. Hal ini terbukti pada penyelenggaraan pemilu sebelumnya dimana sektor properti tetap berkibar. Terlebih, usai pandemi Covid-19 permintaan akan rumah terus mengalami pemulihan dan pertumbuhan. 

Sepanjang tahun lalu, marketing sales yang diraup perusahaan menjadi Rp450 miliar dari penjualan 900 unit rumah. Perolehan marketing sales ini mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan saat pandemi.

“Usai pandemi 3 tahun, saya kira properti akan jumping melompat. Selama pandemi, orang nahan beli rumah, jadi di tahun ini dan tahun depan memang permintaan rumah akan banyak dan tentu kami harus manfaatin momentum ini. Kondisi ini seperti yang terjadi di tahun 1998 dimana permintaan stagnan saat krisis kemudian melompat di tahun – tahun berikutnya,” ujarnya, Jumat (15/9/2023). 

Pandemi juga membuat terjadinya pergeseran permintaan hunian dari investor menjadi end user yang mengalami peningkatan. Pembeli sebagian besar didominasi dari kalangan end user dimana 90 persen menggunakan opsi pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kondisi ini berbeda bila dibandingkan saat sebelum pandemi, di mana pasar masih seimbang antara konsumen investor dan end user

“Sektor properti terus mengalami pemulihan. Kami yakin dapat mencapai Rp600 miliar di tahun ini,” katanya. 

Adapun untuk dapat mencapai target marketing sales di tahun ini, ISPI telah menyiapkan sejumlah proyek. Untuk proyek anyar, perusahaan tengah membangun hunian baru bernama Sva Casa di Sawangan, Depok. Proyek hunian baru ini akan menyasar segmen menengah atas di atas lahan seluas 5 hektare.

Selain proyek baru di Sawangan, ISPI Group juga meluncurkan klaster ke-17 bernama Paris dengan luas pengembangan sekitar 7,8 hektare di Mutiara Gading City. Selama ini, Mutiara Gading City berkontribusi sebesar 70 persen dari perolehan marketing sales ISPI Group. 

Adapun luas lahan Mutiara Gading City mencapai 400 hektare dimana lahan yang masih belum dikembangkan mencapai 250 hektare. Rencananya, di kawasan ini akan dibangun fasilitas hotel, shopping mall, office, commercial area, rumah sakit, universitas, dan fresh market.

“Kami terus memenuhi kebutuhan hunian dan kelengkapan fasilitas di kawasan ini. Jelang akhir tahun kami akan bangun ruko dan hunian baru lagi di Mutiara Gading City. Saat ini sudah ada 4.000 unit di kawasan ini,” ucapnya. 

Menurut Preadi, kawasan Bekasi mengalami peningkatan permintaan akibat beroperasinya Light Rail Transit (LRT) Bodebek dan terkoneksinya akses Jalan tol JORR 2, pintu tol Tarumajaya, dan Tol Kelapa Gading. Permintaan hunian di kawasan Bekasi meningkat cukup besar sehingga berdampak pada pertumbuhan harga hunian di Mutiara Gading City dan Mutiara Gading Timur sebesar 20 persen selama 1 tahun yakni dari Agustus tahun lalu hingga Agustus tahun ini. 


Baca Juga: Menakar Prospek Minat Pasar Hunian di Bawah Rp1 Miliar


Business Development Director ISPI Group Budi Kurniawan menambahkan untuk membidik kalangan end user, hunian Paris ini dibangun dengan segmen yang menyasar kalangan menengah dengan harga Rp690 juta hingga Rp824 juta. Hunian ini dirancang dengan mengusung konsep new design dan new life yang mengadopsi gaya hidup perkotaan di Paris, Perancis.

“Jadi kami ingin mempertahankan atau menjaga momentum itu dengan meluncurkan produk baru, untuk kelas menengah, sebagai strategi menjawab kebutuhan konsumen end user,” ucapnya.

Pembangunan klaster Paris ini akan dibagi dalam 2 tahap yakni East dan West dengan total hunian sebanyak 500 unit. Adapun pada tahap 1 East akan dibangun sebanyak 278 unit dengan 2 tipe hunian yakni Le Verre dengan luas bangunan 39 meter persegi di atas tanah seluas 60 meter persegi dan tipe Blanc berukuran luas bangunan 48 meter persegi dengan luas tanah 72 meter persegi.

ISPI Group menargetkan pembangunan tahap 1 East dapat meraup marketing sales Rp300 miliar dalam waktu 6 bulan. Adapun hingga Jumat (15/9/2023) telah meraup marketing sales Rp24 miliar dari target penjualan tahap 1 East.

“Setelah tahap 1 sold out, baru kami akan pasarkan yang tahap 2 West. Harga tahap 2 akan di bawah Rp1 miliar karena kami membidik pasar kelas menengah. Pembangunan telah kami mulai dan target serah terima selama 15 bulan,” tutur Budi.



Bekasi Diincar Pencari Rumah

Dalam kesempatan sama, Branch Manager Bank BTN Kantor Cabang Kelapa Gading Square Surastra tak menampik kalangan end user mendominasi dalam pembelian rumah. Hal ini berbeda dengan sebelum pandemi dimana investor mendominasi pembelian rumah. 

“Setelah pandemi, generasi milenial dan gen Z banyak yang mencari rumah sehingga permintaannya cukup tinggi. Mereka mengutamakan kebutuhan papan, ini yang membuat kami yakin Pemilu tak berdampak pada properti khususnya residensial,” terangnya.

Adapun BTN memberikan kemudahan bagi kalangan milenial dan gen Z dapat memiliki rumah di Mutiara Gading City. Bagi calon pembeli bisa mengakses pembiayaan sekitar Rp2,3 juta per bulan selama tiga tahun pertama, bebas biaya provisi, dan administrasi KPR.

Sementara itu, Ketua umum Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Lukas Bong berpendapat kawasan Bekasi memang tengah menjadi sunrise properti terlebih banyak infrastruktur jalan tol penghubung di kawasan ini telah selesai dibangun. Hal inilah yang membuat harga hunian di kawasan Bekasi terus mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan kawasan lainnya. 

“Dilihat dari harga memang poros barat Jakarta dan Timur Jakarta ini imbang. Kalau barat Jakarta memang sudah agak stuck karena harga terlalu tinggi, ini beda dengan kawasan timur Jakarta yang masih bisa naik. Saat ini pasar didominasi end user, anak milenial yang mencari rumah,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Yanita Petriella

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.