Optimisme Mentan Amran Membalik Banjir Impor Jagung

Indonesia sepanjang 2023 dibanjiri impor komoditas jagung untuk meredam harga akibat panen di dalam negeri yang merosot. Menteri Pertanian optimistis mampu membalik keadaan menjadi pengekspor.

Nanda Silvia Okti & Fatkhul Maskur

21 Feb 2024 - 20.30
A-
A+
Optimisme Mentan Amran Membalik Banjir Impor Jagung

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman panen jagung di Kota Medan, Senin (5/2/2024). - Foto Kementan

Bisnis, JAKARTA-Indonesia sepanjang 2023 dibanjiri impor komoditas jagung untuk meredam harga akibat panen di dalam negeri yang merosot. Menteri Pertanian optimistis mampu membalik keadaan menjadi pengekspor.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan jagung adalah salah satu komoditas tanaman pangan yang sangat strategis dan berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain pangsa pasar yang sangat terbuka, dengan budidaya yang cukup mudah, saat ini harga jagung sangat stabil, bahkan cenderung tinggi.

“Hari ini, kita lihat panen luar biasa, karena saya tanya tadi produksinya kurang lebih 8 ton. Ini luar biasa, kami akan berikan bantuan langsung,” kata Mentan ketika meninjau panen jagung di Kota Medan, Senin (5/2/2024).

Jagung merupakan tanaman yang bertumbuh subur di seantero wilayah Indonesia. Selain menjadi bahan pangan, jagung juga dibutuhkan oleh industri peternakan sebagai bahan pakan.

Di samping itu, tanaman jagung umur tiga bulan sekarang ini sudah bisa dipanen. "Semoga kita bisa menghentikan impor, periode pertama Bapak Presiden Joko Widodo kita bisa swasembada bahkan ekspor," ujarnya.

Namun, sejak beberapa tahun belakangan ini impor jagung cenderung meninggi. Bahkan, menjelang tahun terakhir Pemerintahan Presiden Joko Widodo, impor jagung meroket.

Baca Juga

BPS: Impor Jagung 2023 Meroket 363%

IMPOR MEROKET

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, impor komoditas jagung sepanjang 2023 meningkat 363% (year-on-year) menjadi 1,24 juta ton, mengakibatkan devisa keluar untuk bahan pangan dan pakan ini membengkak.

Secara nilai pengapalan masuk komoditas jagung pada tahun lalu melejit 290% menjadi US$367,79 juta. Impor jagung didominasi dalam bentuk biji layak pangan, biji bukan untuk pangan, popcorn, dan jagung benih.

Impor jagung yang melejit tidak terlepas dari kebijakan Presiden Joko Widodo, yang membuka kran impor jagung sejak beberapa tahun terakhir untuk meredam kenaikan harga di pasar domestik.

Pada Oktober 2023, Presiden Jokowi kembali menyetujui impor jagung pakan sebanyak 500.000 ton.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi berujar, impor sebagai langkah strategis menstabilkan harga jagung pakan di tingkat peternak.

Menyitir Panel Harga Pangan, harga rata-rata nasional jagung tingkat peternak pada 12 Oktober tercatat di Rp7.000 per kg. Harga jagung di tingkat peternak tersebut telah melampaui HAP (Harga Acuan Penjualan).

Adapun HAP di tingkat konsumen untuk pengguna jagung sebagai pakan ternak di industri pakan ternak dan/atau peternak di harga Rp5.000 per kilogram, sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) No.5/2022.

Kenaikan harga di pasar domestik tidak saja karena pasokan hasil panen yang menurun, tetapi juga terdongkrak permintaan yang meningkat seiring dengan bertumbuhnya industri peternakan dan manufaktur berbahan jagung.

Di Jawa Timur, misalnya, Cargill Indonesia melalui PT Sorini Agro Asia Corporindo meresmikan fasilitas pengolahan jagung basah (corn wet milling) senilai Rp1,3 triliun di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (8/9/2022).

Baca Juga

Areal Tanaman Susut, Produksi Jagung 2023 Anjlok

Pabrik Pati Jagung Cargill Beroperasi Bahan Baku Jadi Tantangan

LAHAN MENYEMPIT

Namun demikian, perluasan areal tanaman jagung tidak terwujud. BPS melaporkan, luasan area penanaman jagung secara nasional sepanjang 2023 menyusut 10,03% dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi hanya 2.487.191 hektare.

Semua provinsi di Indonesia tercatat menanam jagung, kecuali DKI Jakarta. Akan tetapi, seluruh provinsi menderita penyusutan lahan panen, kecuali Sumatra Utara, DIY, Banten, Riau, dan Kepulauan Riau.

Dua sentra produksi jagung nasional, yakni Jawa Timur dan Jawa Tengah, mengalami penyempitan lahan tanaman jagung. Demikian pula di Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Lampung, dan Gorontalo.

Di Jawa Timur, luas area tanaman jagung susut 62.378 hektare (7,63%) menjadi hanya 755.071 hektare, adapun Jawa Tengah mencatatkan penyusutan 19.948 hektare (4,93%) menjadi hanya 384.546 hektare.

Produksi jagung pipilan kering kadar air 28% sepanjang 2023 tercatat hanya 19,56 juta ton, anjlok sekitar 12,5% dibandingkan dengan hasil panen pada tahun sebelumnya yang mencapai 22,36 juta ton.

Penyempitan lahan tanaman jagung berdampak pada turunnya hasil panen. BPS mencatat, produksi jagung pipilan kering kadar air 28% pada 2023 hanya 19,56 juta ton, anjlok 12,5% dibandingkan dengan hasil panen pada tahun sebelumnya 22,36 juta ton.

Hampir semua provinsi mengalami penurunan produksi, kecuali di Sumut, Banten, Riau, Kepri, dan Kaltara.

Sentra jagung terbesar Jawa Timur menderita penurunan produksi cukup signifikan 10,56% menjadi 5,99 juta ton. Adapun panen jagung di Jawa Tengah turun 6,8% menjadi 3,06 juta ton.

Sumatera Utara merupakan provinsi penghasil jagung terbesar ketiga secara nasional. Panen di provinsi ini tidak mengalami penurunan, namun cenderung bertahan dengan angka kenaikan tipis 0,53% menjadi 1,78 juta ton.

Tanaman jagung tak sulit ditanam. Lagi pula, ia tahan dengan cuaca, hujan atau pun kemarau juga masih bisa bertahan. - Foto Antara


BUDIDAYA MUDAH

Tak mengherankan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaeman mendatangi ibu kota provinsi ini untuk melakukan panen raya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Dirjen PSP) Ali Jamil yakin, dengan dukungan pemerintah terhadap aktivitas produksi petani di lapangan, peningkatan produksi jagung nasional akan tercapai.

“Kami ingin menyampaikan ke publik, secara nasional jagung kita cukup, di Sumatera Utara, salah satu sentra jagung nasional, di Kabupaten Karo saja ada 104.000 hektar, dan masih ribuan hektar yang panen jagung, dan petani di sana begitu panen langsung tanam, mumpung ada hujan,” katanya, Senin (5/2/2024).

Ketua Kelompok Tani Pembangunan, Mangantar Harahap, mengaku senang dengan harga jagung saat ini. Ia menuturkan petani di wilayahnya banyak menanam jagung karena budidayanya cukup mudah dan harganya yang stabil bahkan saat ini cukup tinggi.

“Pertama jagung ini termasuk tanaman-tanaman tinggal, sehingga sambil menunggu panen kita bisa bekerja yang lain, kedua dia tahan dengan cuaca, hujan kemarau juga masih bisa bertahan, dan selama kami menanam jagung, hasilnya bisa dibilang mampu mendorong kehidupan petani, karena harga jagung saat ini tinggi sekitar Rp5.000," ungkap Mangantar.

Tak hanya di Sumatra Utara, Menteri Pertanian sebelumnya juga mendatangi food estate gagal di Gunung Mas, Kalteng. Food estate gagal tersebut mencakup 30.000-an hektare, dan Kementan telah memulai penanaman jagung di areal 10 hektare.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.