Orion Reasuransi Berizin Usaha, OJK Ingatkan Hardening Market Asuransi Global

PT Orion Reasuransi Indonesia telah didirikan pada 12 April 2023 yang bertujuan untuk melayani bisnis pertanggungan ulang kepada seluruh perusahaan asuransi di Indonesia.

Redaksi

17 Apr 2024 - 16.54
A-
A+
Orion Reasuransi Berizin Usaha, OJK Ingatkan Hardening Market Asuransi Global

Karyawan beraktivitas di dekat logo-logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta. Perusahaan reasuransi bertindak sebagai penanggung risiko perusahaan asuransi. Foto Bisnis/Suselo Jati

Bisnis, JAKARTA — PT Orion Reasuransi Indonesia atau Orion Reasuransi resmi mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Izin tersebut disampaikan oleh OJK melalui pengumuman Nomor PENG-14/PD.02/2024 dalam KEP-28/D.05/2024, tentang pemberian izin usaha di bidang reasuransi PT Orion Reasuransi Indonesia.

Pemberian izin usaha tersebut berlaku sejak tanggal ditetapkannya Keputusan Dewan Komisioner dimaksud, Kamis (4/4/2024).

“Dengan diberikannya izin usaha ini, PT Orion Reasuransi Indonesia diminta untuk menjalankan kegiatan usaha dengan menerapkan praktik usaha yang sehat dan senantiasa mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku,” sebagaimana tertulis dalam pengumuman.

Mengutip laman resmi perusahaan, PT Orion Reasuransi Indonesia telah didirikan pada 12 April 2023 yang bertujuan untuk melayani bisnis pertanggungan ulang kepada seluruh perusahaan asuransi di Indonesia.

Perseroan ini beralamat di Gedung M Ten Lantai 25, Jalan Kuningan Barat Raya, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Pemegang Saham PT Orion Reasuransi Indonesia yaitu PT Orion Sedaya Indonesia dan PT Orion Sedaya Utama merupakan perusahaan yang saham mayoritasnya dimiliki oleh PT Orion Development International.

Saat ini Grup Orion terbesar beroperasi dalam bidang usaha pembangunan, jasa, perdagangan, perindustrian dan investasi melalui anak perusahaannya PT City Retail Development Tbk (NIRO) yang pada akhirtahun 2022 mencatat total asset sebesar Rp12,9 triliun.

Baca juga:

Utak Atik Taktik Reasuransi Dibayangi Hardening Market

Diberitakan sebelumnya oleh Bisnis.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap kondisi reasuransi global masih mengalami hardening market, meskipun kondisinya sudah lebih membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi hardening market terjadi ketika adanya kenaikan klaim yang signifikan hingga menyebabkan syarat dan ketentuan (term and condition) diperketat dan tarif naik.

Untuk mengimbangi kondisi hardening market global, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan ada reasuransi lokal telah melakukan beberapa hal.   

Salah satunya adanya penyesuaian syarat dan ketentuan perjanjian reasuransi, premi, dan kapasitas untuk pertanggungan ulang.

“Harapannya, prudent underwriting dari industri reasuransi juga bakal mempengaruhi prudent underwriting pada perusahaan asuransi,” kata Ogi dalam jawaban tertulisnya dikutip Rabu (21/2/2024).  (Muhammad Fauzan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.