Pabrik Kertas Riau Andalan Paperboard Siap Beroperasi

Pabrik baru PT Riau Andalan Paperboard di Riau siap beroperasi pada tahun ini, menyusul uji coba produksi yang tengah berlangsung. Industri kertas diproyeksikan melanjutkan perbaikan performa.

Nadhira Nuraini Afifa

17 Jan 2024 - 20.53
A-
A+
Pabrik Kertas Riau Andalan Paperboard Siap Beroperasi

Ilustrasi pabrik kertas APP. - Foto asianpulppaper

Bisnis, JAKARTA--Pabrik baru PT Riau Andalan Paperboard di Riau siap beroperasi pada tahun ini, menyusul uji coba produksi yang tengah berlangsung. Industri kertas diproyeksikan melanjutkan perbaikan performa.

PT Riau Andalan Paperboard merupakan bagian dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group milik Sukanto Tanoto, yang mengoperasikan pabrik kertas kemasan berkelanjutan di Riau.

Pabrik senilai Rp33,4 triliun dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton tersebut telah memulai uji operasional, yang mana perusahaan terus menyetelnya agar mampu memenuhi standar mutu, standar kesehatan dan standar keamanan global, serta memenuhi kriteria produksi yang berkelanjutan.

"Fasilitas produksi kertas kemasan terbaru ini melanjutkan komitmen APRIL Group pada diversifikasi produk hilir bernilai tambah yang mendukung keberlanjutan," tulis keterangan resmi manajemen APRIL Group, Selasa (16/1/2024).

Sebagai produsen produk berbasis serat terintegrasi, pasokan bahan baku ke pabrik ini sebagian besar akan berasal dari produktivitas hutan tanaman industri (HTI) yang dikelola APRIL Group.

Adapun, diversifikasi produk hilir ini dipasarkan dengan merek BoardOne dan Silverpak, kertas kemasan yang dapat didaur ulang dan dapat terurai secara alami (biodegradable).

Produk ini diyakini dapat mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan. Kehadiran pabrik ini akan menciptakan 600 lapangan kerja baru saat sudah beroperasi sepenuhnya.

"Kemasan yang diproduksi ini berbasis alam (bio-based) untuk memenuhi kenaikan permintaan domestik dan mancanegara akan produk kemasan berbahan baku non-fosil," jelas manajemen.

Terlebih, berdasarkan proyeksi konsultan independen AFRY, permintaan kertas kemasan di Asia akan meningkat lebih dari 3% per tahun hingga 2030.

Di sisi lain, fasilitas produksi kertas kemasan ini akan menggunakan teknologi terkini (state-of-the-art) agar mampu memenuhi standar mutu, standar kesehatan dan standar keamanan global, serta memenuhi kriteria produksi yang berkelanjutan.

Adapun, pabrik kertas kemasan ini akan memproduksi berbagai produk kertas kemasan premium, termasuk karton kemasan lipat (folding boxboard), cup-stock, dan art board (C2S) untuk kemasan umum, kemasan layanan makanan, dan aplikasi grafis.

Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menilai kontestasi politik 2024 menjadi momentum pertumbuhan dan perbaikan kinerja industri kertas yang sempat melambat pada akhir 2022.

BACA JUGA: Hadapi Tekanan, Industri Pulp dan Kertas Bergeliat

Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan Pemilu 2024 menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas dan perbaikan keuangan emiten industri kertas secara langsung.

"Meskipun beberapa emiten produsen kertas melaporkan penurunan laba bersih hingga kuartal III/2023, momentum 2024 dianggap peluang besar bagi industri kertas untuk memperbaiki kinerjanya," kata Liana kepada Bisnis, Rabu (13/12/2023).

Data Badan Pusat Statiktik (BPS) menunjukkan industri kertas telah mencatat produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) senilai Rp21,04 triliun pada kuartal II/2023 atau naik 4,5% dari periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, pertumbuhan kinerja industri kertas sempat melambat pada kuartal IV/2022, setelah mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pascapandemi sebesar 6,58% pada kuartal III/2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Fatkhul Maskur

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.