Pacu Asuransi Kesehatan, IFG Kuasai Saham di Mandiri InHealth

IFG menguasai saham di Mandiri InHealth guna memacu kinerja bisnis melalui asuransi kesehatan. Simak penjelasannya.

Denis Riantiza Meilanova

8 Nov 2021 - 13.42
A-
A+
Pacu Asuransi Kesehatan, IFG Kuasai Saham di Mandiri InHealth

IFG menguasai saham di Mandiri InHealth guna memacu kinerja bisnis melalui asuransi kesehatan. (Istimewa)

Bisnis, JAKARTA— Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN sektor asuransi dan penjaminan menguasai saham di Mandiri InHealth.

BUMN holding Perasuransian dan Penjaminan, Indonesia Financial Group (IFG) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat (conditional sales and purchase agreement/CSPA) guna memperkuat posisi holding di pasar asuransi. Upaya ini diwujudkan melalui pembelian 10 persen saham PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (Mandiri InHealth) milik Jasindo oleh IFG.

Direktur Utama IFG, Robertus BiIlitea mengatakan pembelian saham Mandiri InHealth merupakan upaya serius IFG dalam menata fokus bisnis anak perusahaan, khususnya Jasindo, yang makin memperkuat fokus bisnisnya di sektor asuransi umum. Di sisi lain, ini sejalan dengan strategi IFG sebagai holding untuk memperluas dan memperkuat portofolio proteksi di pasar asuransi kesehatan.

“Kami melihat proteksi melalui asuransi kesehatan merupakan hal yang paling relevan dengan situasi saat ini, di mana aspek kesehatan menjadi prioritas utama di tengah masa pandemi,” ujar Robertus melalui keterangan tertulisnya, Senin (8/11/2021).

Menurutnya, melalui kerja sama dengan Mandiri InHealth akan tercipta peluang besar lainnya untuk melanjutkan pertumbuhan pasar asuransi Indonesia dengan tata kelola perusahaan yang baik dan penuh integritas. Prinsip ini selaras dengan peran IFG dalam industri keuangan Indonesia guna menciptakan produk dan jasa layanan yang inovatif, cermat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Direktur Bisnis IFG, Pantro Silitonga menambahkan bahwa pembelian 10 persen saham Mandiri InHealth merupakan langkah awal dan progresif yang pihaknya lakukan untuk ke depannya bisa membangun kerja sama yang lebih erat.

"Kerja sama ini tentunya merupakan kemitraan strategis di mana Mandiri InHealth memiliki kompetensi dalam hal jaringan fasilitas kesehatan yang luas, hingga kemampuan third party administrator (TPA),” tutur Pantro.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Asuransi Jasindo, Linggarsari Suharso menyambut baik pembelian saham Mandiri InHealth yang dimiliki Jasindo oleh IFG.

"Secara berkesinambungan, kami juga melakukan review portofolio dan inovasi produk serta layanan, termasuk penempatan investasi yang prudent demi memperkuat fundamental Jasindo ke depannya,” kata Linggarsari.

PENGUATAN JALUR DISTRIBUSI

Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life, Farid Azhar Nasution mengatakan jalur distribusi perusahaan bakal diperkuat oleh 21 kantor perwakilan untuk mendukung operasional penuh perusahaan dalam waktu dekat. Kantor perwakilan tersebut merupakan bekas kantor-kantor cabang Jiwasraya yang diubah statusnya menjadi kantor perwakilan untuk meneruskan pelayanan polis hasil restrukturisasi Jiwasraya.

Adapun, 21 kantor tersebut menjadi perpanjangan tangan perusahaan untuk menjamah 61 daerah di Tanah Air.

"Yang tadinya 60-an kantor sekarang hanya tinggal 21 karena periode peralihan," ujar Farid kepada Bisnis, belum lama ini.

Menurutnya, jumlah kantor cabang yang lebih sedikit itu akan diimbangi dengan penggunaan kanal digital. Dengan demikian nasabah dan agen menggunakan akses daring.

Adapun, untuk tahap awal ini, kanal distribusi asuransi IFG Life masih mengandalkan kanal keagenan untuk produk ritel, sementara produk korporat masih mengandalkan corporate business relationship atau karyawan sendiri. Namun ke depan, IFG Life berencana memperluas kanal distribusi melalui kerja sama dengan perbankan atau bancassurance.

"Kami sedang menjajaki kerja sama bancassurance dengan beberapa bank," tutur Farid.

Berdasarkan catatan Bisnis, IFG Life telah mengantongi izin operasional pada April 2021 setelah OJK menandatangani Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK No KEP-19/D.05/2021 tentang Pemberian Izin Usaha di Bidang Asuransi Jiwa Kepada PT Asuransi Jiwa IFG. Hal tersebut melengkapi izin pembentukan perusahaan yang diperoleh dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sekitar akhir Desember 2020 atau Januari 2021.

Selain memulai bisnis asuransi jiwa, IFG Life akan menjalankan tanggung jawab besar, yakni melanjutkan pemberian manfaat kepada nasabah Jiwasraya yang menyetujui restrukturisasi.

Sebelumnya, Farid mengatakan bahwa IFG Life diharapkan akan resmi beroperasi secara penuh pada 1 November 2021. Dia juga menekankan bahwa perusahaan akan fokus dalam menawarkan produk asuransi jiwa berbasis proteksi, mulai dari asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, hingga pensiun.

Editor: Duwi Setiya Ariyant*

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.