Pacu Ekspansi Mancanegara, BNI Lakukan Tiga Inisiatif Penting

Sebagai agen pembangunan yang mendapat mandat untuk menggarap pasar global, BNI terus melakukan ekspansi dan melakukan optimalisasi kinerja global banking, yang salah satunya dengan memperluas jaringan ke Amsterdam guna menangkap potensi bisnis di wilayah Eropa Pasca-brexit.

Emanuel Berkah Caesario

6 Jun 2022 - 18.16
A-
A+
Pacu Ekspansi Mancanegara, BNI Lakukan Tiga Inisiatif Penting

Gedung BNI/Istimewa

Bisnis, JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. telah melakukan sejumlah inisiatif penting untuk memperkuat kehadiran perseroan di luar negeri, sesuai dengan amanat yang diberikan oleh pemerintah untuk mendukung ekspansi ekonomi Indonesia ke mancanegara.

Sebagai agen pembangunan yang mendapat mandat untuk menggarap pasar global, BNI terus melakukan ekspansi dan melakukan optimalisasi kinerja global banking. Perseroan terus mengupayakan ekspansi kinerja bisnis luar negeri seiring dengan makin kuatnya tren pemulihan ekonomi global.

Setidaknya ada tiga inisiatif yang baru saja ditempuh emiten berkode saham BBNI ini baru-baru ini dalam rangka memperkuat bisnis internasionalnya.

Pertama, memperluas jaringan ke Amsterdam, Belanda, dengan mendirikan kantor representatif. Kantor tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya aktivitas BNI di sana pada pertengahan Mei 2022 lalu.

Kedua, bekerja sama dengan KB Kookmin Bank asal Korea Selatan untuk menggarap bisnis dari perdagangan Indonesia-Korea Selatan. Nilai perdagangan ini diperkirakan mencapai US$30 miliar pada 2022.

Ketiga, memboyong 50 jenis produk mitra UMKM binaan ke Festival Pasar Senggol Turki, yakni festival ekonomi dan budaya Indonesia di Turki. Festival bertema “Membangun Diaspora Berbudaya dan Berwirausaha” tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan pada Minggu (5/6). Upaya ini bertujuan mendorong lebih banyak produk UMKM agar mampu menembus pasar global.

Terkait langkah ekspansi ke Amsterdam, Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan BNI hadir di sana untuk menyasar pasar di wilayah Eropa Pasca-brexit. Menurutnya, volume transaksi perdagangan Belanda dengan Indonesia cukup besar, termasuk aliran foreign direct investment (FDI) ke Indonesia dan juga potensi Indonesia-related business serta grup perusahaan Indonesia.

Selain itu, BNI melihat besarnya populasi diaspora Indonesia di Belanda sehingga dapat membantu berbagai aktivitas bisnis, baik korporasi, UMKM, maupun berbagai bisnis transaksi global ritel ke depannya.

“Kami berharap Amsterdam dapat menjadi salah satu daerah operasional yang strategis ke depannya sehingga dapat meningkatkan peran kami BNI sebagai global bank Indonesia yang aktif mendorong investasi langsung ke Tanah Air sambil meningkatkan berbagai potensi ekonomi diaspora-diaspora di luar negeri,” sebutnya.

(Ki-ka) Direktur Utama BNI Royke Tumilaar, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas, dan Duta Besar RI untuk Belgia merangkap Luksemburg dan Uni Eropa Andri Hadi dalam Peresmian BNI Amsterdam, Selasa (17/5/2022). Kehadiran BNI di Amsterdam dipercaya dapat meningkatkan hubungan bisnis antara Indonesia dengan Belanda, maupun dengan negara lainnya di kawasan Eropa.

Royke melanjutkan populasi diaspora di luar negeri ini merupakan ceruk bisnis yang sangat potensial dalam ekosistem bisnis Internasional BNI. Saat ini, BNI adalah bank asal Indonesia yang memiliki jaringan luar negeri terluas, berada di tujuh negara yakni Singapura, Hong Kong, Jepang (Tokyo), Inggris (London), Amerika Serikat (New York), Korea Selatan (Seoul), dan kini Belanda (Amsterdam).

Potensi diaspora diperkirakan mencapai 600 ribu orang, dan khusus untuk Belanda, diperkirakan saat ini tercatat ada sekitar 1,7 juta orang. Populasi diaspora di Belanda ini merupakan potensi yang luar biasa bagi Indonesia, karena bisa menjadi sumber kekuatan untuk ekonomi Indonesia, antara lain dari besarnya dana remitansi yang dikirim ke Indonesia.

Sementara itu, terkait kerja sama dengan KB Kookmin, Direktur Treasury dan Internasional BNI, Henry Panjaitan, mengatakan bahwa ruang lingkupnya meliputi transaksi treasury, kredit sindikasi, trade finance, serta pendanaan dalam mata uang lokal.

Tak cuma itu, kerja sama ini juga mencakup pertukaran informasi nasabah yang ingin melakukan perdagangan atau berinvestasi di negara asal kedua bank tersebut.

“BNI terus berupaya meningkatkan peran sebagai bank global Indonesia dengan salah satu langkah strategisnya yaitu dengan bekerjasama dengan KB Kookmin Bank sebagai bank nomor satu di Korea Selatan,” ungkapnya.

Henry menambahkan, selain mendapatkan manfaat transaksi bisnis antara kedua bank, BNI sebagai agen pembangunan dapat memfasilitasi masuknya investasi negara Korea Selatan ke Indonesia yang meningkat pesat beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pertukaran informasi nasabah. Hal ini membuat BNI dapat memfasilitasi eksportir Indonesia untuk terkoneksi dengan para importir Korea Selatan, yang merupakan nasabah KB Kookmin Bank.

“Ke depannya, kami berharap kedua bank dapat meningkatkan hubungan yang lebih erat sekaligus menghasilkan transaksi-transaksi bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak,” tutur Henry.

Sementara itu, bagi KB Kookmin Bank, strategi untuk masuk ke pasar Indonesia telah dimulai pada 2018 dengan mengakuisisi saham Bank Bukopin. Hingga saat ini, jumlah kepemilikan KB Kookmin Bank atas Bukopin sebesar 67 persen.


Selanjutnya, BNI juga berinisiatif membawa 50 jenis produk mitra UMKM binaan ke Festival Pasar Senggol Turki.

Terkait hal ini, Corporate Secretary BNI, Mucharom, menyampaikan Turki adalah negara mitra dagang Indonesia yang nilai perdagangannya meningkat secara linear setiap tahunnya.

Mengutip data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, total nilai perdagangan antara Indonesia-Turki pada 2021 mencapai US$2,01 miliar dengan Indonesia sebagai net eksportir surplus US$1,2 miliar. Pertumbuhan ekonomi Turki pada 2021 berada di level 11 persen.

“Kementerian BUMN bersama BNI berharap tak sekadar mengoptimalkan potensi pasar, tetapi ikut berkontribusi meningkatkan kerja sama ekonomi yang telah terjalin sangat baik sejauh ini,” ujar Mucharom melalui siaran pers, Senin (6/6).  

Mucharom menyampaikan BNI mengirimkan 50 jenis produk UMKM terbaik mitra binaan perseroan. Menurutnya, produk tersebut dapat menarik perhatian pelaku bisnis sekaligus konsumen Indonesia dan Turki sehingga kerja sama ini dapat dilanjutkan.

“Dengan bantuan dari KJRI [Konsulat Jenderal Republik Indonesia], kami juga mendapat program link and match sehingga dapat lebih fokus dalam mempersiapkan barang-barang yang masuk ke pasar Turki,” pungkasnya.

Sementara itu, brand UMKM binaan BNI untuk kategori UMKM Xpora yang hadir dalam festival tersebut, yaitu Bali Wirama dengan kategori home and garden décor. Selama ini, produk Bali Wirama 100 persen diekspor ke Eropa.

Selain itu, ada juga Faber Instrumen Indonesia yang bergerak di bidang instrumen musik dan dekorasi rumah dari kayu seperti radio kayu, shoehorn, jam dinding, serta flashdisk kayu.

Untuk mengobati kerinduan para diaspora di Turki, tersaji produk kuliner dari Rumah BUMN Sleman, Telaga Rasa. Telaga Rasa merupakan UMKM yang memproduksi minuman herbal Indonesia dalam bentuk Instan. Selain itu, ada juga produk makanan ringan NM Food.

 

TERUS BERLANJUT

Royke mengatakan bahwa di masa mendatang, BNI akan terus memperluas dan menambah jaringan di kawasan lain yang potensial. BNI menerapkan strategi capture the flow dalam menentukan lokasi cabang luar negeri.

Perseroan mempertimbangkan volume transaksi perdagangan, besarnya investasi ke Indonesia, jumlah perusahaan Indonesia-related, serta populasi diaspora Indonesia.

“Harapan kami, kehadiran jaringan internasional BNI dapat membantu pengusaha Indonesia yang akan memperluas bisnis ke luar negeri, sekaligus menjadi gerbang bagi pengusaha asing untuk masuk ke Indonesia,” lanjut Royke.

Keberadaan BNI di luar negeri antara lain memberi layanan bagi diaspora. Saat ini, diaspora dapat membuka rekening tabungan diaspora atau Diaspora Saving tanpa perlu mendatangi cabang BNI, tetapi melalui platform Mobile Banking BNI. 

BNI di luar negeri pun menyediakan layanan transaksi trade finance, bank guarantee, dan lainnya. Bagi diaspora yang ingin mengembangkan usaha, BNI juga menyediakan skema pembiayaan melalui Diaspora Lending.

Upaya ekspansi ini tidak terlepas dari kolaborasi dengan counterpart di luar negeri berbasis digital, fintech, e-commerce, platform transaksi seperti blockchain, dan lain-lain. Kerjasama ini diharapkan bisa menjangkau lebih banyak lagi diaspora dengan mudah, efisien, dan cost effective. 

Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, dalam kesempatan peresmian Representative Office Amsterdam mengatakan bahwa Kementerian BUMN juga proaktif mendorong lebih banyak perusahaan BUMN untuk memperluas bisnisnya di kancah global sehingga dapat menjadi referensi bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.

Pemerintah mendorong BUMN sebagai pemain global, mengoptimalkan transaksi serta nilai investasi outbond BUMN, serta mensinergikan BUMN agar menghasilkan kebijakan strategis yang harmonis dan terintegrasi.

Saat ini, sudah ada 17 BUMN yang telah beroperasi di luar negeri, dengan total 83 cabang/anak usaha/cucu perusahaan/joint venture di 26 negara.

Terkait arti penting ekspansi ke Belanda, Tiko melanjutkan bahwa Uni Eropa dan Indonesia tetap berkomitmen kuat dalam mendorong kerjasama ekonomi antarnegara, kendati di tengah tantangan pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19 dan dampak dari situasi geopolitik di Eropa saat ini akibat perang Rusia – Ukraina.

Perdagangan Indonesia-Uni Eropa terus meningkat dalam setahun terakhir, dengan surplus perdagangan terhadap Eropa mencapai hampir EUR 9 miliar atau sekitar Rp159 triliun. Bahkan pada tahun 2021, nilai ekspor Indonesia ke Uni Eropa melonjak 26 persen hingga mencapai EUR16,5 miliar.

Di samping itu, negosiasi kesepakatan Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa atau IEU CEPA pun telah dilaksanakan dan telah mencapai kesepakatan penting antara lain mengenai perdagangan barang dan jasa, perdagangan dan pengembangan berkelanjutan, kerjasama ekonomi serta peningkatan kepastian dan investasi.

“Kami sepenuhnya yakin bahwa keberadaan Kantor BNI di Benua Eropa ini akan menjadi katalis untuk peningkatan kerjasama ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dengan Uni Eropa serta dapat mendorong investasi ke Indonesia dari Uni Eropa lebih besar lagi,” imbuhnya.

 

(Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Emanuel Berkah Caesario

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.