Pahami Hak Investor Reksa Dana Agar Tidak Salah Paham

Sebelum memutuskan untuk menjadi investor reksa dana, Anda perlu mengetahui apa saja yang menjadi hak dan bukan hak investor reksa dana.

Jaffry Prabu Prakoso

26 Apr 2023 - 17.45
A-
A+
Pahami Hak Investor Reksa Dana Agar Tidak Salah Paham

Warga mengakses informasi tentang reksa dana di Jakarta. /Bisnis-Himawan L Nugraha.

Bisnis, JAKARTA – Menjadi investor reksa dana di zaman digital saat ini begitu mudah. Tak heran jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya.

Dikutip dari ajaib.co.id, sebelum memutuskan untuk menjadi investor reksa dana, Anda perlu mengetahui apa saja yang menjadi hak dan bukan hak investor reksa dana. 

Pada dasarnya, hak investor telah diatur secara jelas dalam kontrak investasi kolektif antara Bank Kustodian dan manajer investasi yang dituangkan dalam prospektus. Berikut ini adalah hak investor reksa dana masih dikutip dari ajaib.co.id.

 

1. Hak Memperoleh Pembagian Hasil 

Keuntungan reksa dana biasanya terjadi dalam bentuk kenaikan harga dan atau pembagian dividen. Dengan memiliki unit penyertaan reksa dana, kenaikan harga dan/atau dividen dapat diterima investor sesuai jumlah unit yang dimilikinya.

Dalam reksa dana tidak dikenal perbedaan antara pemegang unit mayoritas dan minoritas yang memiliki kuasa berbeda seperti pada saham. Setiap investor berhak atas porsi hasil investasi dan tidak memiliki hak untuk menentukan kebijakan reksa dana, berapapun porsi investasinya dalam reksa dana tersebut. 

 

2. Hak untuk Menjual Kembali Sebagian atau Seluruh Unit Penyertaan 

Investor reksadana berhak melakukan penjualan sebagian atau seluruh jumlah unit penyertaan sepanjang lebih besar dari ketentuan minimum yang ditetapkan dalam prospektus. Umumnya, minimum ketentuan redemption atau penjualan kembali memiliki dua bentuk. 

Ada yang menetapkan dalam nominal misalnya minimal Rp250.000 atau ekuivalen jika dalam mata uang dollar AS, ada juga yang menetapkan saldo reksa dana yang tersisa minimal Rp250.000 setelah redemption dilakukan. 

Oleh karena itu, jika terjadi ketidaksesuaian, manajer investasi dan agen penjual akan meminta investor merevisi permohonan redemption tersebut atau menolaknya. 

Baca juga: Menebak Arah Gerak IHSG Usai Libur Lebaran 

3. Hak Mendapat Surat Konfirmasi Kepemilikan Unit Penyertaan 

Setelah melakukan transaksi, investor akan mendapatkan surat konfirmasi yang berisi informasi nilai transaksi, biaya, dan nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP) dari bank kustodian.

Di zaman modern ini, surat konfirmasi tidak lagi dikirim dalam bentuk fisik, melainkan menggunakan surat elektronik atau email. Selain lebih cepat sampai, juga mengurangi risiko salah kirim dan surat tidak sampai ke investor. Surat konfirmasi transaksi bukanlah bukti kepemilikan, namun hanya bersifat informatif bahwa investor telah melakukan transaksi.

Oleh karena itu, jika surat tersebut hilang, bukan berarti kepemilikan reksa dana hilang. Investor tetap bisa mengeceknya ke manajer investasi atau agen penjual karena transaksi dan saldo disimpan secara sistem. 

Baca juga: Daya Tarik Reksa Dana Pasar Uang Syariah Tetap Memikat 

4. Hak Memperoleh Informasi Mengenai NAB/UP Terkini 

Perkembangan hasil investasi biasanya diketahui dengan cara perkalian antara jumlah unit yang dimiliki dengan NAB/UP setiap harinya. Investor berhak mendapatkan angka hasil investasi ini dari manajer investasi setiap harinya. Biasanya, tugas ini dijalankan oleh oleh bank kustodian. 

Terkait jumlah investor reksa dana biasa sangat banyak dan tersebar secara geografis, maka untuk memudahkan, informasi mengenai reksa dana disebarkan melalui media masa harian yang berskala nasional. 

Sebagai tambahan, ada juga mencantumkan NAB/UP di situs masing-masing manajer investasi, agen penjual atau situs finansial yang berkaitan dengan reksa dana. 

 

Investor menunjukan aplikasi reksadana yang menjual Surat Berharga Negara di Jakarta. Bisnis/Abdurachman


5. Hak Memperoleh Laporan Reksa dana 

Laporan reksa dana yang di sini adalah prospektus atau prospektus pembaharuan, fund fact sheet dan laporan keuangan reksa dana. Laporan ini berisi perkembangan pengelolaan reksa dana mulai dari dana kelolaan, perbandingan kinerja reksa dana, dan garis besar portofolio reksa dana. 

Laporan keuangan reksa dana berisi hasil audit mengenai pengelolaan reksa dana selama periode tertentu. Manajer investasi dan agen penjual wajib menyediakan ketiga dokumen tersebut kepada investor. Biasanya laporan terkini disediakan secara online melalui situs manajer investasi atau agen penjual. Tujuannya tidak lain untuk memudahkan distribusinya. 

Sementara untuk laporan keuangan reksadana, biasanya dilampirkan bersama dengan prospektus pembaharuan yang dicetak setiap bulannya. Namun ada juga yang membuatnya terpisah yang bisa diakses melalui situs perusahaan. 

 

6. Hak Atas Hasil Likuidasi Secara Proposional

Ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan reksa dana dibubarkan, seperti gagal mencapai dana kelolaan Rp25 miliar dalam periode tertentu, obligasi yang dimiliki dalam reksa dana terproteksi telah jatuh tempo, manajer investasi dan bank kustodian sepakat untuk membubarkan reksa dana, atau terjadi pelanggaran oleh manajer investasi sehingga diperintahkan oleh regulator untuk dibubarkan. Jika hal ini terjadi, maka investor berhak memperoleh pembagian hasil investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.