Para Bank yang Menjadi Pembeli Pertama Bursa Karbon

Bank Mandiri (BMRI), Bank CIMB Niaga (BNGA), dan Bank Central Asia (BBCA) tercatat sebagai pembeli pertama unit karbon dalam perdagangan Bursa Karbon.

Dionisio Damara

27 Sep 2023 - 15.57
A-
A+
Para Bank yang Menjadi Pembeli Pertama Bursa Karbon

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar (kedua kiri) usai peluncuran Bursa Karbon Indonesia, Selasa. /Setpres.

Bisnis, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) tercatat sebagai pembeli pertama unit karbon dalam peluncuran Bursa Karbon Indonesia alias IDXCarbon.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha menuturkan bahwa perseroan telah melakukan pembelian sekitar 3.000 ton CO2 pada tahap awal. Langkah ini sebagai bentuk dukungan BMRI kepada pemerintah yang berupaya menurunkan emisi nasional.

“Bank Mandiri juga menyambut positif seluruh regulasi atau POJK yang akan diatur terkait skema perdagangan pasar karbon untuk mendukung transisi ekonomi rendah karbon dan mengakselerasi target Indonesia menuju NZE 2060,” ujarnya pada Rabu (27/9/2023).

Baca juga: Lebih Dekat dengan Bursa Karbon, Tujuan, & Skema Perdagangannya

Hingga Juni lalu, BMRI telah menyalurkan portofolio keberlanjutan sebesar Rp242 triliun atau 25 persen dari total portofolio dengan porsi pembiayaan hijau sebesar Rp115 triliun.

Melalui pembiayaan hijau itu, perseroan juga telah membiayai berbagai kegiatan usaha berfaktor lingkungan dan proyek-proyek energi terbarukan, serta transportasi ramah lingkungan.

Sementara itu, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga Fransiska Oei menyampaikan partisipasi perseroan sebagai pembeli unit karbon merupakan bagian dari strategi untuk mencapai nol emisi pada 2050 dan dukungan terhadap program dekarbonisasi pemerintah.

“Hal ini dilakukan untuk mendukung pencapaian penurunan emisi GRK [gas rumah kaca] Indonesia dan global serta peningkatan kinerja lingkungan bank,” kata Fransiska.




Bisnis mencatat perusahaan yang menjadi pembeli unit karbon pada perdagangan perdana IDXCarbon antara lain BBCA, PT Bank DBS Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, dan anak usaha PT United Tractors Tbk. (UNTR) yakni PT Pamapersada Nusantara.

Selain itu, beberapa anak usaha PT Pertamina (Persero) juga turut menjadi pembeli unit karbon seperti PT Pelita Air Service, PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pertamina Patra Niaga.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan perdagangan IDXCarbon memberikan mekanisme transaksi yang mudah dan sederhana. Saat ini, terdapat empat mekanisme perdagangan IDXCarbon, yaitu lelang, regular trading, negotiated trading, dan lokapasar.

Baca juga: Potensi Rp3.000 Triliun Lebih dari Bursa Karbon

“IDXCarbon berupaya untuk memberikan transparansi, keandalan, dan keamanan dalam memberikan solusi terbaik bagi perdagangan karbon di Indonesia sehingga tercipta perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien,” kata Iman, Selasa (26/9/2023).

Melalui penyediaan platform yang mengedepankan pengalaman pengguna, diharapkan seluruh pelaku usaha dapat dengan mudah memperoleh manfaat dari perdagangan karbon. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.