Para Pemicu Ekonomi RI pada Kuartal I/2024

Pemilu hingga Ramadan diperkirakan dapat mendongkrak ekonomi Indonesia melewati 5%.

Maria Elena

12 Apr 2024 - 13.51
A-
A+
Para Pemicu Ekonomi RI pada Kuartal I/2024

Warga menikmati hiburan di pasar malam. Bisnis/Arief Hermawan. P

Bisnis, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 diperkirakan berada di kisaran 5% hingga 5,1%. Setidaknya ada beberapa faktor yang menjadi pemicunya.

“Kami masih lihat pada kuartal I/2024 ekonomi Indonesia cukup berpeluang untuk tumbuh di kisaran 5%–5,1%,” kata Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (11/4/2024).

Berdasarkan catatannya, Josua menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini akan didorong oleh beberapa faktor. Pertama, meningkatnya belanja pemerintah terutama terkait penyaluran bantuan sosial dan pelaksanaan Pemilu.

Baca juga: Sebelas Sektor Prioritas dalam Perpres Strategi Nasional Perlindungan Konsumen

Belanja negara hingga 15 Maret 2024 meningkat sebesar 18.1% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Kedua, pertumbuhan didorong karena adanya low-base effect, di mana periode terlama Ramadan bergeser dari April pada tahun lalu menjadi Maret pada tahun ini. 

Josua memperkirakan Ramadan dan Lebaran akan mendorong ke pertumbuhan ekonomi sebesar 0,14 hingga 0,25 poin persentase. 



Di sisi lain, Josua mengatakan bahwa laju inflasi yang dalam tren meningkat karena kenaikan harga pangan dapat menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 karena dapat mengganggu daya beli masyarakat. 

Namun demikian, faktor tunjangan hari raya (THR), bonus, serta kenaikan gaji dapat menahan penurunan daya beli akibat inflasi, terutama bagi golongan masyarakat berpendapatan menengah.

Josua menyampaikan, untuk menjaga momentum pertumbuhan ke depan, pemerintah harus mulai mendesain kebijakan untuk membantu daya beli kelas menengah dan segera dapat menurunkan inflasi pangan.

Baca juga: Ramadan dan Lebaran Bikin Ekonomi Kuartal I/2024 Tumbuh 5%

“Karena jika tidak maka kemungkinan momentum Ramadan dan Lebaran di mana tidak hanya primer, melainkan konsumsi sekunder dan tersier akan naik, bisa menjadi terganggu karena faktor inflasi pangan,” jelasnya.

Dia menambahkan, sejumlah tantangan ekonomi ke depan adalah pengendalian inflasi pangan di tengah pasokan yang terganggu karena El Nino, cuaca ekstrem, dan terganggunya jalur distribusi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso
Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.