Paramount Land Bangun Mal Usung Alfresco Beroperasi Akhir 2024

Paramount Land anak usaha dari PT Paramount Enterprise International (PEI) mulai membangun lifestyle mall berkonsep alfresco dining Hampton Square @Manhattan District dengan nilai investasi mencapai Rp135 miliar di Gading Serpong.

Yanita Petriella

8 Des 2023 - 21.02
A-
A+
Paramount Land Bangun Mal Usung Alfresco Beroperasi Akhir 2024

Groundbreaking Hampton Square @ Manhattan District, M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Norman Daulay, Direktur Paramount Land, Bersama seluruh Jajaran Manajemen, Very Y Setiady, Founder & CEO BLVEPRINT Destinations saat melakukan prosesi Ceremony Groundbreaking Hampton Square di Gading Serpong.Hampton Square2./dok Paramount Land

Bisnis, JAKARTA – Pandemi covid-19 yang telah mereda memunculkan suatu tren kuliner baru yang tidak lagi berada di dalam pusat perbelanjaan atau mal. Namun, ritel food and beverage (F&B) ini berada di luar mal atau berkonsep alfresco dining. 

Seperti contohnya area komersial F&B kawasan Chillax di Sudirman Jakarta Pusat yang dibangun oleh Keppel Land, East Coast By The Sea di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Pantjoran PIK, dan Old Shanghai Kelapa Gading besutan Agung Sedayu Group, The Brezze di BSD City milik Sinar Mas Land, One Satrio besutan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk, dan lain sebagainya. 

Tak mau ketinggalan, Paramount Land anak usaha dari PT Paramount Enterprise International (PEI) mulai membangun lifestyle mall berkonsep alfresco dining Hampton Square @Manhattan District dengan nilai investasi mencapai Rp135 miliar di Gading Serpong.

Founder dan CEO Blvprint Destinations Veri Y. Setiady mengatakan gaya hidup masyarakat perkotaan terus bertumbuh. Ditambah lagi, Indonesia menjadi target beberapa ritel brand dari luar dan juga pemain lokal yang mulai berkembang. Hal ini membuat dibutuhkan suatu konsep ritel yang baru. 

“Kita tahu golongan masyarakat berpenghasilan menengah di Indonesia ini tumbuhnya di 2024 ke atas ini tinggi sekali terutama di daerah kawasan serpong dimana populasi masih besar. Diharapkan Hampton Square dapat memenuhi permintaan kebutuhan ruang ritel dalam beberapa tahun mendatang,” ujarnya, Jumat (8/12/2023). 

Di sisi lain, saat ini, lifestyle mall dan alfresco retail space menjadi beberapa tren baru pascapandemi pada ritel modern yang mendapat respons positif konsumen. Lifestyle mall saat ini tidak hanya memenuhi kebutuhan pengunjung untuk berbelanja tetapi juga menyediakan pengalaman baru dan menarik secara konsisten bagi pengunjung.

“Masyarakat kita suka ngobrol, bertemu teman, kerabat atau bahkan bisnis. Mereka datang itu enggak cuma makan, lantas pulang. Juga bisa menghibur diri dengan menyaksikan atraksi dan pengalaman baru yang kami tawarkan sehingga bisa spending time lebih lama. Dengan openspace mall ini tidak akan tergantung jam operasional seperti di indoor mal,” ujarnya, Jumat (8/12/2023). 

Hampton Square memiliki tujuh tema bisnis yaitu lifestyle, hobbies, culinary, sport, family playground, entertainment dan fashion, yang dilengkapi dengan street cafe area berkonsep open space lifestyle mall, sesuai tren yang sedang berkembang saat ini. Blvprint mengurasi tenant yang dapat menyewa di mal ini agar terjadi bauran peritel atau tenancy mix yang beragam sehingga konsep lifestyle and alfresco retail space. Adapun sebesar 65% tenant yang ada di Hampton Square berupa F&B. 

Sebagai tenant puller dan entertainment area, di mana nantinya akan hadir Black Owl sebagai destinasi dining & entertainment terpopuler di Jakarta. Salah satu top tenant juga yang akan hadir, yaitu Papaya Fresh Gallery dengan konsep baru yang lebih besar dari outlet lain, melengkapi kebutuhan sehari-hari konsumen modern,” katanya. 

Beragam destinasi lainnya juga akan hadir, mulai dari cafe, kuliner, taman pet-friendly,

taman bermain anak, toko berkonsep, fasilitas penunjang gaya hidup aktif, hingga pusat perbelanjaan dengan suasana lingkungan yang nyaman dan cantik

Blvprint mengikat para peritel dengan kontrak sewa mulai dari 5 tahun hingga 10 tahun dengan tarif sekitar Rp500.000 per meter persegi hingga Rp1,2 juta per meter persegi per bulan dan service charge 50% lebih rendah dibanding mal konvensional. Harga sewa tersebut akan diadjust setelah sewa berakhir dan akan perpanjangan sebesar 12% hingga 14%. 

Dia menargetkan jumlah kunjungan Hampton Square ketika nanti telah beroperasi mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 pada hari biasa dan mencapai 2 kali lipat pada saat weekend. 

“Kami yakin kehadiran mal ini akan menjadi destinasi dan trendsetter baru bagi masyarakat Tangerang Raya dan sekitarnya karena lokasinya yang aksesibel dan waktu fleksibel bisa tutup jam 3 pagi dan bisa buka lebih pagi,” ucapnya.

Baca Juga: Resep Paramount Enterprise Bangun Gurita Bisnis Properti


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Paramount Land Norman Daulay menuturkan bisnis properti untuk produk komersial terus menunjukkan peningkatan kinerja bisnis termasuk permintaan akan ruang ritel di mana ini mendorong kami untuk segera memulai pembangunan Hampton Square.

Area komersial ini berada di Manhattan District, The Largest Business Epicentrum @Gading Serpong, yaitu kawasan bisnis dan komersial berskala regional seluas 22 hektare yang diperkenalkan Paramount Land pada akhir 2021 sebagai area komersial dengan konsep multi-experiences yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat masa kini.

Hampton Square dibangun di atas lahan seluas 2 hektare dengan total luas bangunan 15.463 meter persegi terdiri dari ruang terbuka hijau seluas 4.081 meter persegi serta area parkir seluas 6.511 meter persegi. Dia menargetkan mal ini akan beroperasi pada Desember tahun 2024.

“Pertengahan tahun depan kami akan bangun lagi open space ritel mal yang konsepnya beda dengan Hampton Square ini,” tutur Norman. 

Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi menambahkan meningkatnya pertumbuhan komersial dan kehidupan perkotaan yang dinamis membuat kebutuhan akan ruang terbuka menjadi sebuah gaya hidup masa kini. 

Destinasi open space semakin diminati dan menjadi salah satu tempat favorit untuk melakukan berbagai aktivitas berkumpul bersama keluarga maupun teman,” ujarnya.  

Hampton Square berada di dalam kawasan Manhattan District memiliki captive market yang sangat potensial dikelilingi lebih dari 40 klaster dan populasi mencapai lebih dari 120.000 jiwa belum termasuk komuter.

Kini kota Gading Serpong telah berkembang menjadi sebuah destinasi populer di Tangerang Raya dan Jabodetabek, dilengkapi fasilitas kota yang lengkap, jalan boulevard yang semakin padat khususnya pada jam tertentu sebagai indikasi tingkat okupansi bisnis yang sangat tinggi. 

Kehadiran Central Business District (CBD) yang tersebar di Kota Gading Serpong menjadikan kota ini terkenal sebagai pusat kuliner, bisnis, perkantoran, dan hiburan yang

saling terintegrasi, di mana hal ini tidak hanya mendongkrak roda perekonomian masyarakat yang tinggal di Gading Serpong dan sekitarnya tetapi juga Tangerang Raya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Editor: Jaffry Prabu Prakoso

Anda harus login untuk mengomentari artikel ini

Total 0 Komentar

Kembali ke Atas
BIG MEDIA
Jalan K.H. Mas Mansyur No. 12AKaret Tengsin - Jakarta Pusat 10220
© Copyright 2024, Hak Cipta Dilindungi Undang - Undang.